
Rambut rontok setelah diet umumnya bersifat sementara. Setelah asupan nutrisi kembali tercukupi dan tubuh beradaptasi, pertumbuhan rambut biasanya akan kembali normal dalam beberapa bulan.
Berhasil menurunkan berat badan memang terasa menyenangkan, tetapi sebagian orang justru mulai menyadari ada efek samping yang tidak diharapkan, yaitu rambut menjadi lebih mudah rontok. Kalau kamu mengalami kondisi ini setelah menjalani program diet, nggak perlu langsung panik. Rambut rontok setelah diet merupakan kondisi yang cukup umum terjadi, terutama jika pola makan yang dijalani terlalu ketat atau membuat tubuh kekurangan nutrisi penting.

Salah satu penyebab utama rambut rontok setelah diet adalah penurunan asupan kalori yang terlalu drastis. Saat tubuh mengalami defisit energi, organ-organ vital akan diprioritaskan untuk mendapatkan nutrisi. Akibatnya, pertumbuhan rambut menjadi kurang optimal dan lebih banyak folikel rambut masuk ke fase istirahat (telogen), sebelum akhirnya mengalami kerontokan. Kondisi ini dikenal sebagai telogen effluvium.
Selain itu, penurunan berat badan yang terlalu cepat juga dapat menjadi bentuk stres bagi tubuh. Respons ini dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut sehingga kerontokan biasanya mulai terlihat sekitar dua hingga tiga bulan setelah memulai diet.

Selain jumlah kalori, kualitas nutrisi juga berpengaruh besar terhadap kesehatan rambut. Diet yang terlalu membatasi jenis makanan berisiko menyebabkan kekurangan protein, padahal rambut sebagian besar tersusun dari keratin, yaitu protein yang berperan menjaga kekuatan rambut.
Tak hanya protein, tubuh juga membutuhkan zat besi, zinc, vitamin D, vitamin B12, serta biotin untuk mendukung pertumbuhan rambut yang sehat. Kekurangan salah satu atau beberapa nutrisi tersebut dapat membuat rambut menjadi lebih tipis, rapuh, dan mudah rontok.
Baca juga: It’s Official! Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Menikah di Madison Square Garden!

Kalau mengalami rambut rontok setelah diet, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi pola makan. Pastikan kebutuhan protein harian tetap terpenuhi dari sumber seperti telur, ikan, ayam, tahu, tempe, atau produk susu. Perbanyak juga konsumsi sayur, buah, serta makanan yang kaya zat besi dan zinc agar folikel rambut mendapatkan nutrisi yang cukup.
Hindari diet ekstrem yang memangkas kalori secara berlebihan. Penurunan berat badan secara bertahap tidak hanya lebih mudah dipertahankan, tetapi juga membantu meminimalkan risiko kerontokan rambut. Selama masa pemulihan, batasi penggunaan alat styling bersuhu tinggi dan perawatan kimia yang dapat membuat rambut semakin rapuh.
Baca juga: 5 Alasan Drakor ‘Dream to You’ Menarik Masuk Watchlist Kamu!
Meski umumnya bersifat sementara, namun tetap perlu diperiksakan jika berlangsung lebih dari enam bulan, jumlah rambut yang rontok semakin banyak, atau disertai gejala lain seperti muncul area kebotakan, kulit kepala terasa nyeri, gatal, atau kemerahan. Dokter dapat membantu mencari penyebabnya melalui pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya kekurangan nutrisi atau kondisi medis lain.
Pada akhirnya, diet yang sehat bukan hanya soal menurunkan berat badan, tetapi juga memastikan tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Dengan pola makan yang seimbang, target berat badan ideal bisa tercapai tanpa harus mengorbankan kesehatan rambut.
Image: Dok. iStock