ic-fd

De Tiger Resmi Dibuka, Speakeasy Bar Baru di Jakarta yang Punya Cerita Unik di Balik Setiap Cocktail!

lifestyle
author

diaan_acil・in 7 hours

detail-thumb

Sedang cari hidden baru baru di Jakarta? De Tiger bertema Batavia siap menemani kamu. 

Jakarta punya destinasi nightlife baru yang wajib masuk wishlist, terutama buat kamu yang suka berburu hidden bar dengan konsep berbeda. Berlokasi di dalam House of Tugu Old Town Jakarta, De Tiger resmi dibuka sebagai Far East speakeasy bar yang menggabungkan sejarah Batavia, seni, budaya, hingga pengalaman menikmati cocktail dalam satu tempat.

Berada di kawasan Kali Besar Barat, De Tiger bukan sekadar bar tersembunyi. Tempat ini dibangun di atas bangunan bersejarah yang memiliki kisah unik tentang seekor harimau Jawa bermata satu bernama Merem, yang kemudian menjadi inspirasi di balik nama sekaligus konsep De Tiger.

Lebih dari sekadar speakeasy bar 

Di tengah menjamurnya speakeasy bar di Jakarta, De Tiger menawarkan pengalaman yang berbeda. Alih-alih hanya mengusung konsep hidden bar, tempat ini mengajak kamu seolah kembali ke masa ketika Batavia menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di dunia. Interiornya dipenuhi koleksi antik dan berbagai elemen yang terinspirasi dari pertemuan budaya Timur dan Barat di masa lalu. Suasana remang dengan sentuhan bangunan kolonial membuat pengalaman menikmati minuman terasa lebih intim sekaligus penuh cerita.

Lucienne Anhar, Co-Owner of Tugu Hotels and Restaurants, mengatakan bahwa De Tiger lahir dari kisah nyata yang telah diwariskan keluarganya selama beberapa generasi. “Kami ingin menghadirkan kembali romantisme, misteri, dan semangat petualangan Batavia lama. Setiap cocktail, karya seni, hingga sudut ruangan memiliki cerita yang terinspirasi dari pertemuan berbagai budaya di masa itu,” ujarnya, mengutip dari siaran pers. 

Baca juga: Elegan Tanpa Berlebihan, Intip Style Para Selebriti yang Menghadiri Pernikahan Taylor Swift!

Kisah Merem, harimau Jawa yang menginspirasi De Tiger 

Nama De Tiger berasal dari Merem, seekor harimau Jawa bermata satu yang hidup lebih dari seratus tahun lalu. Menurut cerita keluarga Tugu, Merem awalnya ditangkap di dekat perkebunan kopi Kawisari, Blitar, dan dijadwalkan menjadi tontonan publik. Raden Adjeng Kasinem kemudian membeli kebebasan Merem dengan menukar seratus karung biji kopi, sebelum membawanya ke Batavia untuk mendapatkan perawatan.

Menariknya, bangunan yang kini menjadi House of Tugu Old Town Jakarta merupakan lokasi tempat Merem pernah dirawat hingga pulih. Kisah tersebut kemudian menjadi fondasi cerita yang dihadirkan di setiap sudut De Tiger.

Menu cocktail yang terinspirasi perjalanan sejarah 

De Tiger Jakarta

Bukan hanya konsep ruangnya yang penuh cerita, menu cocktail di De Tiger juga dirancang layaknya sebuah perjalanan sejarah. Seluruh cocktail dibagi ke dalam 3 tema utama, yaitu The Journey of Merem, The Trader’s Table, dan The Spice Market. Beberapa signature cocktail yang bisa dicoba antara lain 100 Karung Kopi dan Taman Merem, yang terinspirasi langsung dari kisah penyelamatan sang harimau. Ada pula pilihan cocktail seperti Gujarat, Hadrami, Nagasaki, hingga Siam, yang merepresentasikan jalur perdagangan rempah dan pertemuan berbagai budaya di pelabuhan Sunda Kelapa.

Baca juga: LUH Resmi Debut Lewat Koleksi Re:Bloom, Hadirkan Sentuhan Warisan Indonesia dalam Siluet Modern!

Pilihan makanan yang melengkapi pengalaman 

Selain cocktail, De Tiger juga menyajikan berbagai hidangan yang terinspirasi dari keberagaman kuliner Batavia. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah Saudagar’s Platter, berisi kroket kepiting, bakwan jagung manis, dan sate lilit kakap mini. Selain itu, tersedia pula berbagai hidangan panggang dan comfort food yang cocok dinikmati sambil bersantai hingga larut malam.

Musik yang berubah setiap hari 

De Tiger Jakarta

Pengalaman di De Tiger juga semakin lengkap berkat kurasi musik yang berbeda setiap harinya. Mulai Selasa hingga Kamis dan Minggu, pengunjung akan ditemani alunan jazz dan downtempo melalui program Colonial Garden. Sementara pada Jumat, suasana berubah menjadi lebih energik lewat Tiger After Dark dengan sentuhan Afro House.

Sedangkan Sabtu malam menghadirkan Smugglers’ Night, yang menggabungkan Tribal House dan Melodic House untuk menciptakan suasana yang lebih misterius. Ke depannya, De Tiger juga akan menghadirkan berbagai penampilan DJ internasional serta malam budaya yang terinspirasi dari Batavia, Shanghai, India, Timur Tengah, Nusantara, hingga Jepang.

Kalau kamu sedang mencari pengalaman nightlife yang berbeda dari biasanya, De Tiger menawarkan kombinasi sejarah, cocktail, kuliner, dan musik dalam satu destinasi yang unik di kawasan Kota Tua Jakarta! 

 

Image: dok. House of Tugu Jakarta