ic-fd

Brand Parfum Milik Jovi Adhiguna, Me But Better, Lahir dari Mimpi Panjang dan Scent Memories

beauty
author

sarahpatricias・in 6 hours

detail-thumb

Me But Better merupakan brand parfum milik Jovi Adhiguna yang lahir dari kecintaan terhadap fragrance dan keinginan menghadirkan aroma yang mampu menyimpan cerita serta kenangan.

Di tengah berkembangnya industri parfum lokal, Me But Better hadir dengan konsep yang mengedepankan identitas diri. Brand ini didirikan oleh Jovi Adhiguna bersama dua rekannya yang sama-sama memiliki kecintaan terhadap dunia wewangian.

Menurut mereka, parfum bukan hanya pelengkap penampilan, tetapi juga mampu membawa seseorang kembali pada sebuah momen atau bahkan menciptakan kenangan baru. Berawal dari kebiasaan masing-masing yang gemar melakukan layering atau mencampurkan beberapa parfum sesuai selera, mereka akhirnya memutuskan untuk meracik aroma sendiri dan menghadirkannya dalam sebuah brand.

Filosofi Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri

Me But Better

Nama Me But Better dipilih karena selaras dengan visi yang ingin mereka bangun sejak awal. Yaitu membantu setiap orang menjadi versi terbaik dirinya tanpa harus mengubah siapa dirinya sebenarnya.

Bagi Jovi dan tim, Me But Better bukan sekadar brand parfum. Ke depannya, brand ini diharapkan berkembang menjadi platform beauty dan self-care yang menghadirkan berbagai produk untuk mendukung rasa percaya diri sekaligus merangkul karakter unik setiap individu.

Baca juga: Nggak Sekadar Soal Fashion, Ini Kisah Menarik Brand Mandjha Milik Ivan Gunawan!

Setiap Koleksi Lahir dari Sebuah Kenangan

Hingga saat ini, Me But Better telah menghadirkan parfum dan body wash. Dalam proses pengembangannya, setiap koleksi selalu berangkat dari sebuah scent memories.

Mereka percaya bahwa aroma memiliki kekuatan untuk membangkitkan emosi dan mengingatkan seseorang pada tempat, orang, maupun pengalaman tertentu. Karena itu, setiap fragrance yang dibuat tidak hanya berfokus pada aroma yang nyaman dipakai, tetapi juga memiliki cerita di baliknya. Harapannya, setiap pengguna dapat menciptakan kenangan baru melalui aroma yang mereka gunakan setiap hari.

Baca juga: Perbedaan Purging dan Breakout: Kenali Ciri-Cirinya agar Tidak Salah Menangani Jerawat

Menjaga Identitas di Tengah Persaingan

Jovi mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam membangun brand ini adalah menyatukan idealisme para founder yang sama-sama memiliki standar tinggi terhadap kualitas produk. Mulai dari desain kemasan, ukuran botol, kualitas semprotan, hingga warna yang merepresentasikan brand dipikirkan secara matang.

Di tengah persaingan industri fragrance yang semakin ketat, mereka memilih untuk terus menjaga orisinalitas dibanding sekadar mengikuti tren. Salah satu pencapaian yang paling berkesan bagi tim adalah ketika pelanggan kembali membeli produk mereka. Hal tersebut menjadi bukti bahwa parfum ini benar-benar digunakan dan dicintai.

Ke depan, Jovi berharap Me But Better dapat terus berkembang menjadi brand beauty dan self-care yang lebih besar, sembari tetap membawa filosofi sederhana yang menjadi fondasinya sejak awal, yaitu membantu setiap orang menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.


Image: Dok. Me But Better, Dok. Instagram/ @mebutbetter.official