banner-detik

lifestyle

Meskipun Nggak Punya Gejala, Kenapa Harus Skrining Kanker Serviks secara Rutin?

seo-img-article

Ternyata, kanker serviks sering datang tanpa ada tanda-tanda. Jadi, nggak ada salahnya untuk kamu melakukan skrining secara rutin!

Pernah nggak sih, kamu mikir, “Ah, badan aku sehat-sehat saja, ngapain capek-capek skrining segala?” Wajar banget kok kalau pikiran itu muncul, apalagi kalau memang nggak ada keluhan apa pun di area kewanitaan. Tapi justru di situlah letak “jebakan”-nya. Kanker serviks itu termasuk jenis kanker yang pintar menyamar. Jadi, dia bisa diam-diam saja di tubuh selama bertahun-tahun tanpa memberikan sinyal yang jelas. Makanya, banyak banget kasus yang baru ketahuan setelah masuk stadium lanjut, padahal kalau dideteksi dari awal, sebenarnya bisa dicegah. Nah, di artikel ini, FD bakal membahas kenapa skrining itu penting walaupun kamu nggak merasakan ada gejala, gimana cara kerja HPV di tubuh kita, sampai kenalan sama tes HPV DNA yang sekarang jadi andalan baru buat deteksi dini!

Baca juga: Kenapa Dukungan Orang Terdekat Bisa Jadi Alasan Perempuan Akhirnya Cek Kanker Serviks

Infeksi HPV itu biasanya datang tanpa “permisi” alias tanpa gejala apa pun.

kanker serviks

Ini yang sering bikin banyak perempuan kaget kalau tahu hasil tes mereka positif HPV risiko tinggi, padahal sehari-hari nggak ngerasa ada yang aneh sama tubuhnya. Kanker serviks umumnya memang nggak menimbulkan gejala pada stadium awal dan gejala baru mulai muncul saat kanker sudah memasuki stadium lanjut. Jadi, bayangin saja kalau virus ini bisa menetap di sel-sel serviks kita selama bertahun-tahun, diam-diam memicu perubahan sel, tanpa kita sadari sama sekali. Itulah kenapa istilah “merasa sehat” sebenarnya nggak bisa dijadikan patokan utama buat tahu kondisi kesehatan serviks. Itu karena tubuh nggak selalu kasih warning sign yang jelas, dan di sinilah pentingnya untuk proaktif, bukan cuma menunggu ada gejala, baru bergerak.

Merasa sehat dan bebas risiko itu dua hal yang ternyata nggak selalu sejalan, lho!

Kita semua pasti pernah denger ungkapan “Selama nggak ada gejala, berarti aman”. Tapi, sayangnya logika itu nggak berlaku buat HPV dan kanker serviks. Human Papillomavirus (HPV) adalah virus yang umumnya menyebar melalui hubungan seksual, dan hampir semua kasus kanker serviks lebih dari 95% disebabkan oleh infeksi HPV risiko tinggi. Artinya, hampir setiap perempuan yang aktif secara seksual punya kemungkinan terpapar virus ini, terlepas dari seberapa sehat gaya hidupnya. Bahkan, seseorang yang sebelumnya pernah terpapar HPV bisa saja mengalami infeksi ulang meski tidak menunjukkan gejala apa pun, apalagi kalau sistem imun tubuh sedang melemah. 

Baca juga: Takut Hasilnya Positif, Apa Aku Satu-satunya yang Takut Tes HPV?

Peran skrining HPV DNA sangat krusial.

kanker serviks

Bukan sekadar cek gejala, tes ini bisa langsung mendeteksi keberadaan materi genetik virus HPV di sel serviks. HPV DNA adalah tes yang bertujuan mendeteksi materi genetik dari virus HPV pada sel tubuh, terutama dari leher rahim atau serviks, dan tes ini penting karena infeksi HPV terutama tipe berisiko tinggi bisa berkembang menjadi kanker serviks tanpa menimbulkan gejala apa pun di tahap awal. Dengan kata lain, tes ini bisa menangkap virusnya duluan, sebelum dia berhasil mengubah sel-sel normal jadi sel abnormal yang berpotensi jadi kanker.

Bahkan, HPV DNA dianggap lebih akurat dibanding pap smear dalam mendeteksi infeksi HPV risiko tinggi, sehingga makin banyak fasilitas kesehatan yang merekomendasikan tes ini sebagai langkah deteksi dini. Soal jadwalnya, pedoman terbaru dari berbagai lembaga kesehatan internasional merekomendasikan skrining dengan tes HPV DNA setiap lima tahun, terutama untuk perempuan usia 30 hingga 65 tahun. Jadi, ini bukanlah sesuatu yang harus dilakukan tiap bulan, tapi tetap konsisten dan terjadwal.

Itu dia pentingnya skrining kanker serviks secara rutin, meskipun kamu merasa sehat-sehat saja. So, daripada menunggu ada gejala yang sering muncul telat, kenapa nggak mulai menjadwalkan skrining dari sekarang?

 

Image: iStock

Slow Down

Please wait a moment to post another comment