ic-fd

Emil Mario on MAWMA: Merayakan Real Skin dan Self-Love!

beauty
author

armeliafarah・in 6 hours

detail-thumb

Berangkat dari keresahan terhadap standar kecantikan yang tidak realistis, MAWMA hadir dengan filosofi real skin dan self-love.

Di tengah industri skincare yang semakin ramai dengan klaim kulit sempurna dan hasil instan, Emil Mario justru memilih mengambil jalan yang berbeda. Lewat MAWMA, ia ingin menghadirkan brand yang tidak menjual mimpi, melainkan mengajak orang untuk merasa lebih nyaman dengan kulit mereka sendiri. Bagi Emil, skincare seharusnya bukan tentang memperbaiki kekurangan, tetapi menjadi bentuk perawatan dan penghargaan terhadap diri sendiri. Visi inilah yang kemudian melahirkan MAWMA.

Baca juga: MASSHIRO&Co. Rayakan 1 Dekade Lewat The Summer Capsule 2026!

Kehadiran MAWMA adalah aksi nyata Emil Mario untuk menghadirkan produk skincare yang jujur

emil mario

Emil Mario mengaku bahwa ide membangun MAWMA berangkat dari pengalaman yang cukup personal. Ia merasa skeptis terhadap banyak produk skincare yang menjanjikan hasil instan dan standar kecantikan yang terasa tidak realistis. “Banyak produk yang seolah menjanjikan kulit sempurna dalam waktu singkat. Buat aku, itu terasa kurang jujur,” ungkapnya.

Di saat yang sama, Emil juga melihat banyak orang, khususnya generasi muda, merasa lelah dengan tekanan untuk memiliki kulit yang sempurna. Dari sana, ia mulai mempertanyakan mengapa belum banyak brand yang benar-benar berbicara secara jujur kepada konsumennya. Menurutnya, sebuah brand seharusnya bisa mengatakan bahwa seseorang sudah baik-baik saja dengan kulitnya, sambil tetap menawarkan produk yang dapat membantu mereka merasa lebih nyaman dengan diri sendiri.

MAWMA dan filosofi real skin, real person, real science

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MAWMA (@mawmaofficial)

Nama MAWMA dipilih karena menghadirkan kesan hangat sekaligus kuat. Bagi Emil, identitas brand ini ingin terasa seperti teman yang paling jujur: menerima kamu apa adanya, tetapi tetap memberikan dukungan yang benar-benar dibutuhkan. Filosofi tersebut kemudian dirangkum dalam tagline “real skin, real person, real science.” Melalui MAWMA, Emil ingin mengingatkan bahwa merawat kulit bukanlah upaya untuk mengejar kesempurnaan. Sebaliknya, skincare menjadi bentuk self-love dan penghargaan terhadap diri sendiri. Karena itulah MAWMA memilih untuk menampilkan kulit yang nyata dan menghindari retouch berlebihan dalam komunikasinya.

Baca juga: XEXYMIX Resmikan Flagship Store Pertama Asia Tenggara di Jakarta

Mendengarkan komunitas sebelum mengembangkan produk

emil mario

Alih-alih mengikuti tren, Emil mengatakan bahwa inspirasi produk MAWMA justru datang dari percakapan sehari-hari dengan audiensnya. Ia melihat banyak anak muda Indonesia memiliki kulit yang sensitif atau mudah mengalami gangguan skin barrier, tetapi belum memiliki banyak pilihan produk yang ramah untuk kulit reaktif dengan harga yang terjangkau.

Hal tersebut kemudian melahirkan tiga produk awal MAWMA, yaitu Be Gentle Cleanser, Barrier Bestie Moisturizer, dan Hydrate Yourself Toner. Dalam formulasinya, MAWMA menggunakan bahan-bahan seperti ashwagandha yang terinspirasi dari tradisi Ayurveda, ceramide, hingga upcycled lavender dari Provence yang dipilih berdasarkan manfaatnya, bukan sekadar mengikuti tren.

emil mario

Bagi Emil, tantangan terbesar saat membangun MAWMA bukanlah menciptakan produk, melainkan membangun kepercayaan. Menurutnya, audiens saat ini, terutama Gen Z, sangat peka terhadap komunikasi yang terasa tidak autentik. Karena itu, MAWMA memilih untuk tidak menggunakan klaim berlebihan atau strategi pemasaran yang terlalu agresif. “Kita membangun karakter brand terlebih dahulu sebelum berbicara soal produk,” jelasnya. 

Pendekatan tersebut juga menjadi cara MAWMA untuk tetap relevan di tengah persaingan industri skincare yang semakin kompetitif. Emil percaya bahwa saat ini sebuah brand tidak hanya dituntut memiliki produk yang baik, tetapi juga mampu membangun hubungan yang genuine dengan komunitasnya.

Inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata, agar konsumen mendapatkan produk sesuai kebutuhan

Di tengah tekanan untuk terus menghadirkan hal baru, Emil memilih untuk tidak berinovasi demi sekadar mengikuti tren. Ia selalu kembali pada satu pertanyaan sederhana: apakah produk atau inovasi tersebut benar-benar dibutuhkan oleh komunitas MAWMA?

Jika jawabannya tidak, maka ide tersebut tidak akan dilanjutkan. Menurut Emil, inovasi yang paling bermakna justru lahir dari kemampuan untuk mendengarkan kebutuhan konsumen dengan sabar. Dari berbagai pesan yang diterima, ada satu jenis feedback yang paling berkesan bagi Emil. Bukan tentang hasil produk atau kondisi kulit yang membaik, melainkan ketika seseorang mengatakan bahwa untuk pertama kalinya mereka merasa tidak dihakimi oleh sebuah brand skincare.

Baca juga: Concealer Cakey Setelah Beberapa Jam? Ini Alasan dan Solusinya

Bagi Emil, momen seperti itu menjadi pengingat bahwa MAWMA bukan hanya tentang formula atau produk, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang lebih nyaman bagi orang-orang untuk menerima kulit mereka apa adanya. Ke depannya, Emil berharap MAWMA bisa menjadi lebih dari sekadar brand skincare. Ia ingin MAWMA menjadi bagian dari percakapan budaya dan membangun komunitas yang merayakan kulit nyata tanpa harus memenuhi standar kecantikan tertentu. “Ketika orang berbicara tentang brand lokal yang benar-benar memahami generasinya, saya berharap MAWMA menjadi salah satu nama yang ada di dalam percakapan tersebut,” tutup Emil.

So, kamu tertarik untuk memiliki salah satu Produk MAWMA? Kalau iya, kamu bisa berkunjung ke Jakarta X Beauty pada tanggal 2-5 Juli 2026 dan mampir ke booth MAWMA yang ada di Hall B, ya!

Images: Dok. Instagram/emilmario, Dok. Instagram/mawmaofficial