ic-fd

ArtScience Museum dan OceanX Ajak Kamu Jelajahi Dunia Bawah Laut yang Jarang Terlihat oleh Manusia!

travel
author

diaan_acil・in 7 hours

detail-thumb

ArtScience akan membawa Into The Ocean: Journey Beneath membawa pengalaman misteri di bawah laut!

ArtScience Museum menghadirkan kedalaman samudra yang selama ini tersembunyi ke Singapura untuk pertama kalinya melalui pameran ‘Into the Ocean: Journey Beneath’. Hasil kolaborasi dengan OceanX, salah satu organisasi eksplorasi laut terkemuka di dunia. Dibuka sejak 6 Juni 2026, pameran multisensori ini memadukan seni, sains, dan teknologi mutakhir. Membawa pengunjung menjelajahi bagian terdalam lautan serta mengungkap dunia yang hanya sedikit manusia pernah saksikan.

Menyelami Dunia Laut Dalam yang Jarang Terlihat

Perjalanan dimulai di atas kapal riset canggih OceanX, R/V OceanXplorer. Di mana pengunjung diajak merasakan atmosfer ekspedisi laut dalam secara langsung. Dikelilingi suara peralatan penelitian, komunikasi tim misi, dan proses eksplorasi yang berlangsung secara real time, pengunjung kemudian memasuki kapal selam OceanX dan memulai pengalaman Descent, tahap awal penyelaman menuju kedalaman laut. Seiring perjalanan menembus lapisan samudra, pengunjung akan melewati beberapa zona berbeda, yaitu Photic Zone, Twilight Zone, dan Aphotic Zone. Masing-masing zona mengungkap sisi unik ekosistem laut. Kegiatan ini tentu sangat cocok untuk kamu yang ingin memperkenalkan alam kepada anak-anak!

Ketika cahaya perlahan menghilang dan birunya lautan berubah menjadi gelap, berbagai makhluk laut yang asing mulai muncul. Mereka berpendar, melayang, dan bergerak di kejauhan. Setiap langkah menghadirkan dunia tersembunyi yang dipenuhi kehidupan luar biasa. Selain itu, pengalaman ini juga memperlihatkan keterhubungan sistem-sistem besar yang menopang iklim dan keanekaragaman hayati bumi. Pada akhirnya, perjalanan berakhir di area Resurface yang menampilkan kisah restorasi lamun dan pemulihan ekosistem laut. Area ini menunjukkan bagaimana aksi kolektif sekecil apa pun dapat memberikan dampak besar bagi perlindungan laut.

Baca juga: Butter Baby Hadirkan Toko Baru dan Giant Statue di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta!

Nikmati pesona alam bawah laut tanpa harus basah-basahan di ArtScience

Pameran ini menghadirkan karya dari sejumlah seniman dan kolektif ternama dunia. Ada bit.studio, Jana Winderen, Lachlan Turczan, Marco Barotti, Marshmallow Laser Feast, Robertina Šebjanič, hingga Sissel Tolaas. Lewat perpaduan seni kontemporer, sains, dan eksplorasi kelautan, pengunjung diajak merasakan skala, misteri, dan emosi dari dunia bawah laut yang selama ini tak terlihat. Salah satu highlight-nya adalah ‘Invisible Ocean’ karya Sissel Tolaas. Karya ini mengubah sampel laut dari pesisir Kosta Rika menjadi pengalaman aroma imersif untuk memperlihatkan kekayaan sekaligus kerentanan ekosistem laut.

Eksplorasi Tiga Zona Laut yang Penuh Kejutan

Di area Photic Zone, kamu bisa menjelajahi ekosistem terumbu karang melalui penelitian dari Lee Kong Chian Natural History Museum dan National University of Singapore. Selain itu, kamu juga dapat mencoba pengalaman interaktif Dive and Discover dari OceanX. Sementara itu, karya Marco Barotti, Robertina Šebjanič, dan bit.studio menyoroti kehidupan bawah laut yang rentan.

Perjalanan berlanjut ke Twilight Zone. Di area ini, pengunjung dapat melihat visualisasi arus laut melalui DataXplorer hasil kolaborasi OceanX dan University of Bristol. Nggak hanya itu, pengalaman tersebut dipadukan dengan instalasi imersif dari Marshmallow Laser Feast dan Lachlan Turczan yang menerjemahkan suara, cahaya, serta pergerakan di bawah permukaan laut.

Di Aphotic Zone, kamu dapat menyaksikan spesimen langka dari Lee Kong Chian  Natural History Museum serta rekaman eksklusif OceanX yang memperlihatkan kehidupan di kegelapan abadi laut dalam. Area ini juga menghadirkan karya suara multikanal Towards  Abyssal Plains karya Jana Winderen yang terinspirasi dari lingkungan akustik laut dalam. 

Dari Eksplorasi Menuju Konservasi

Perjalanan ditutup di area Resurface, yang mengalihkan fokus dari eksplorasi menuju aksi  nyata. Dikembangkan bersama World Wide Fund for Nature (WWF) Singapore, instalasi  ‘Seagrass Stories: Help the Ocean to Heal’ mengajak kamu mempelajari teknik restorasi yang digunakan dalam berbagai proyek konservasi di kawasan Asia. Pengalaman ini dilengkapi dengan People of OceanX, yang menampilkan kisah inspiratif para peneliti dan penjelajah laut dalam. 

Bagi kamu yang penasaran, pameran “Into the Ocean: Journey Beneath” akan berlangsung mulai 6 Juni 2026 hingga 1  November 2026.

Baca juga: Kiehl’s Hadirkan Facial Room Pertama di Jakarta. Coba Luxury Facial yang Bisa Dijangkau Semua Orang

Menjelajahi adaptasi iklim melalui film 

Into the Ocean Singapore

Selain pameran tersebut, Sustainable Futures Film Festival menghadirkan 12 pemutaran film gratis di ArtScience Cinema mulai 12 Juni hingga 31 Agustus 2026. Festival ini memadukan ilmu kelautan, urgensi ekologis, dan imajinasi sinematik. Meliputi film dokumenter, film feature, dan film klasik, rangkaian acara ini menelusuri bagaimana ekologi yang lebih luas telah membentuk kreativitas dan penyelidikan ilmiah.

Program film ini terbagi dalam tiga alur tematik. Pertama,Uncharted Waters’ menyoroti para ilmuwan kelautan, termasuk peneliti wanita perintis yang berdedikasi mengungkap rahasia lautan. Kedua, ‘Deep Imagination’ merayakan laut sebagai sumber inspirasi artistik sekaligus menghormati daya tariknya yang surealis dan visioner. Terakhir, ‘Hidden Connections’ mengajak penonton menyaksikan planet yang sedang mengalami transformasi mendalam serta mengungkap saling ketergantungan yang rapuh antara sistem alam dan kehidupan manusia.

Artscience

Salah satu yang paling dinantikan adalah ‘A Life Illuminated’ (2025) yang akan tayang perdana di Asia. Film karya sutradara Tasha van Zandt ini mengikuti perjalanan ahli biologi kelautan Edith Widder dalam mengungkap misteri bioluminesensi di laut dalam. Pada saat yang sama, film ini juga mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem laut untuk generasi mendatang.

Selain itu, ‘Blue Carbon: Nature’s Hidden Power’ (2023) juga akan segera tayang perdana di Singapura! Menyoroti peran penting ekosistem karbon biru dalam menghadapi perubahan iklim. Dokumenter ini mengungkap bagaimana habitat pesisir seperti hutan mangrove dan rawa garam mampu menyimpan karbon, melindungi masyarakat pesisir dari kenaikan permukaan laut, serta menjaga keanekaragaman hayati.

Untuk kamu yang ada rencana ke Singapura dalam waktu dekat, mungkin ini saatnya untuk memperluas wawasan di ArtScience Museum Marina Bay Sands!

 

Image: dok. Marina Bay Sands