
Punya bintik-bintik kecil putih atau kekuningan di sekitar mata, pipi, atau hidung? Bisa jadi, itu milia dan syringoma. Tapi, jangan buru-buru panik dan mengabaikannya!
Dua kondisi yang paling sering bikin bingung adalah milia dan syringoma. Keduanya sama-sama berupa benjolan mungil di wajah dan terlihat mirip, tapi asal-usul, sifat, dan cara penanganannya ternyata berbeda jauh. Supaya kamu nggak salah kaprah soal kondisi kulitmu sendiri, yuk kita bahas tuntas perbedaan milia dan syringoma!
Baca juga: Cara Menghilangkan Milia: Ini 4 Treatment yang Direkomendasikan Dokter Kulit

Milia adalah kista kecil berisi keratin protein yang secara alami membentuk lapisan terluar kulit, rambut, dan kuku yang terperangkap di bawah permukaan kulit dan nggak bisa keluar dengan sendirinya. Tampilannya berupa benjolan bulat kecil berwarna putih atau putih mutiara, berdiameter sekitar 1–2 mm, dan terasa keras kalau disentuh. Milia paling sering muncul di area sekitar mata, pipi, hidung, dan dahi. Milia bisa bersifat primer (muncul spontan tanpa sebab jelas) atau sekunder (dipicu oleh kerusakan kulit seperti luka bakar, paparan sinar UV berlebihan, atau penggunaan produk skincare tertentu yang terlalu berat).
Berbeda dengan milia, syringoma adalah tumor jinak yang berasal dari sel-sel kelenjar keringat ekrin yaitu kelenjar keringat utama yang tersebar di seluruh tubuh dan berfungsi mengatur suhu tubuh. Syringoma terlihat seperti benjolan kecil berdiameter 1–3 mm dengan warna yang biasanya senada dengan kulit sekitarnya atau sedikit kekuningan, teksturnya lebih lunak hingga kenyal, dan menonjol di permukaan kulit. Lokasi munculnya paling sering di kelopak mata bawah dan pipi, tapi bisa juga di dahi, leher, dada, ketiak, hingga perut. Syringoma lebih sering dialami perempuan dibanding laki-laki, dan umumnya mulai muncul setelah masa pubertas. Satu hal yang perlu kamu tahu, syringoma bersifat persisten, artinya benjolan ini hampir nggak pernah hilang sendiri tanpa penanganan medis.

Meski sekilas mirip, ada beberapa ciri visual yang bisa membantu kamu membedakan keduanya. Milia biasanya berwarna putih bersih atau putih mutiara, terasa keras seperti ada butiran di bawah kulit, dan permukaannya cenderung rata. Sementara syringoma warnanya lebih ke skin-tone atau kekuningan, teksturnya lebih lunak dan sedikit menonjol keluar dari permukaan kulit. Dari sisi lokasi, milia bisa muncul di mana saja di wajah bahkan area tubuh lain, sementara syringoma lebih sering bergerombol di area sekitar kelopak mata bawah. Dari sifatnya, milia punya kemungkinan untuk hilang sendiri terutama pada tipe primer, sedangkan syringoma hampir pasti akan menetap.
Baca juga: Milia di Wajah Susah Hilang? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Aman
Kabar baiknya, baik milia maupun syringoma adalah kondisi jinak yang nggak berbahaya secara medis. Keduanya nggak menyebabkan rasa sakit, nggak menular, dan nggak bersifat kanker. Namun, bukan berarti kamu boleh mengabaikannya sepenuhnya. Kamu perlu segera konsultasi ke dokter kulit apabila benjolan mulai tumbuh membesar atau berubah bentuk, terasa nyeri atau gatal, berubah warna secara drastis, atau justru semakin banyak bermunculan dalam waktu singkat. Tanda-tanda ini bisa mengindikasikan bahwa kondisi yang kamu alami bukan sekadar milia atau syringoma biasa, melainkan sesuatu yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Ini 9 Treatment Non-Bedah yang Bantu Bikin Kulit Kencang dan Youthful!

Sayangnya, syringoma sulit dicegah karena faktor genetik cukup dominan dalam kemunculannya. Namun untuk milia, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan, mulai dari eksfoliasi secara rutin menggunakan skincare yang mengandung AHA atau BHA untuk membantu mengangkat sel kulit mati sebelum sempat terperangkap di bawah kulit, lalu memilih produk skincare dan makeup yang berlabel non-komedogenik supaya pori-pori nggak tersumbat, serta memakai sunscreen setiap hari agar nggak terpapar sinar UV yang berlebihan. Plus, kamu wajib membersihkan wajah secara menyeluruh sebelum tidur sisa makeup dan debu yang menumpuk.
Jadi, milia dan syringoma itu mirip di permukaan, tapi beda banget di dalam. Milia berasal dari keratin yang terperangkap dan punya kemungkinan hilang sendiri, sementara syringoma berasal dari kelenjar keringat yang tumbuh berlebih dan cenderung menetap seumur hidup tanpa penanganan. Keduanya sama-sama nggak berbahaya, tapi kalau sudah mengganggu penampilanmu atau kamu ragu dengan kondisi kulitmu, jangan ragu untuk konsultasi ke dermatologis, ya!
Image: iStock