banner-detik

lifestyle

Takut Hasilnya Positif, Apa Aku Satu-satunya yang Takut Tes HPV?

seo-img-article

Pernah nggak, kamu menunda pemeriksaan kesehatan atau tes HPV karena satu pertanyaan yang terus berputar di kepala, bagaimana kalau hasilnya positif?

Ketakutan ini mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi banyak perempuan, rasa cemas sebelum menjalani tes HPV atau pemeriksaan kesehatan reproduksi terasa sangat nyata. Ada yang takut mendengar diagnosis tertentu, ada yang khawatir hidupnya akan berubah setelah mengetahui hasilnya, dan ada juga yang memilih menunda pemeriksaan karena merasa belum siap menghadapi kemungkinan terburuk. 

Kalau kamu pernah merasakan hal tersebut, kamu nggak sendirian. Belakangan, semakin banyak perempuan mulai mendengar tentang HPV, vaksin HPV, hingga pentingnya skrining kanker serviks. Namun di balik meningkatnya kesadaran tersebut, masih ada pertanyaan yang sering muncul diam-diam itu bagaimana kalau hasilnya positif?

Baca juga: Tengah Hamil Anak Pertama, Barbara Palvin Pernah Berjuang Melawan Endometriosis

Mengapa hasil positif terasa sangat menakutkan?

hpv

Bagi banyak orang, kata positif sering kali langsung diasosiasikan dengan sesuatu yang buruk. Padahal, dalam konteks skrining, hasil positif bukan berarti diagnosis akhir. Dilansir dari Indonesian Journal yang mengutip dr. Astrid Fransisca Padang, Sp.OG., masih banyak perempuan Indonesia yang enggan melakukan skrining HPV karena rasa takut mengetahui hasil pemeriksaan, rasa malu, hingga ketidaknyamanan selama prosedur. Faktor psikologis dan budaya juga turut memengaruhi keputusan seseorang untuk menunda skrining.

Dalam kasus HPV sendiri, hasil positif tidak otomatis berarti seseorang mengidap kanker serviks. Human papillomavirus (HPV) merupakan virus yang sangat umum dan dapat dialami banyak orang sepanjang hidupnya. Bahkan, proses infeksi HPV hingga berkembang menjadi kanker serviks dapat berlangsung dalam waktu yang cukup panjang, yaitu sekitar 3 hingga 20 tahun. Karena itulah, deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh lebih awal dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Banyak perempuan menunda skrining karena takut

hpv

Sayangnya, rasa takut sering kali membuat pemeriksaan justru ditunda. Ada yang takut menerima hasil, ada yang khawatir jika hidupnya akan berubah setelah pemeriksaan, dan ada pula yang merasa belum siap secara mental. Di Indonesia sendiri, topik kesehatan reproduksi masih sering dianggap sensitif sehingga banyak perempuan tumbuh tanpa informasi yang cukup mengenai skrining. Akibatnya, ketidakpastian menjadi semakin menakutkan.

Baca juga: Apa Penyebab “Panas Dalam”? Cari Tahu Cara Meredakannya

Padahal, skrining dilakukan ketika seseorang masih merasa sehat. Tujuannya bukan untuk mencari penyakit, melainkan untuk mengetahui kondisi tubuh dan memberikan kesempatan melakukan penanganan lebih awal apabila diperlukan. Saat ini, berbagai metode skrining juga mulai berkembang agar perempuan merasa lebih nyaman, termasuk metode self-sampling yang memungkinkan pengambilan sampel dilakukan secara mandiri dan lebih privat.

Di balik rasa takut, ada keinginan untuk merasa tenang

Jika dipikirkan kembali, banyak perempuan sebenarnya tidak takut pada proses pemeriksaannya. Yang mereka takutkan adalah kemungkinan yang belum tentu terjadi. Di balik rasa cemas tersebut, ada kebutuhan yang lebih dalam: ingin merasa tenang, memiliki kepastian, dan tahu bahwa mereka sudah melakukan sesuatu untuk menjaga diri sendiri.

Rasa takut sebelum skrining adalah hal yang valid. Namun, ketakutan tersebut tidak harus menjadi alasan untuk terus menunda. Mencari informasi yang tepat, berbicara dengan tenaga kesehatan, atau memahami apa yang sebenarnya terjadi setelah hasil pemeriksaan keluar dapat membantu mengurangi kecemasan tersebut. Karena pada akhirnya, skrining bukan semata-mata tentang menemukan sesuatu yang buruk. Terkadang, itu adalah cara kita memberikan rasa tenang kepada diri sendiri.

Baca juga: MSD Indonesia dan NgobrolinHPV Rayakan Cervical Cancer Awareness Month, Ajak Perempuan Lebih Peduli Kesehatan Serviks

So, kalau kamu masih merasa takut untuk melakukan tes HPV, kamu nggak sendirian. Rasa takut itu valid, tetapi mengetahui kondisi tubuh lebih awal juga bisa menjadi salah satu bentuk perhatian dan kasih sayang kepada diri sendiri!

Images: Dok. iStock

Slow Down

Please wait a moment to post another comment