banner-detik

lifestyle

Apa Penyebab "Panas Dalam"? Cari Tahu Cara Meredakannya

seo-img-article

Akhir-akhir ini sering merasa tenggorokan nggak nyaman? Kamu bisa coba cara ini untuk meredakan “panas dalam”.

Belakangan ini suhu udara di berbagai wilayah Indonesia terasa lebih menyengat dari biasanya. Nggak heran jika di tengah cuaca terik seperti ini, makin banyak orang mengeluhkan tenggorokan kering, bibir pecah-pecah, sariawan, atau perut yang terasa nggak nyaman, dan menyebutnya sebagai “panas dalam.”

Panas dalam sendiri bukan lah istilah medis untuk suatu penyakit. Sensasi “panas” yang dirasakan ini sebenarnya adalah respons tubuh terhadap berbagai pemicu, mulai dari dehidrasi, kurang istirahat, infeksi ringan, hingga pola makan yang kurang seimbang. Karena bukan satu penyakit spesifik, gejala yang dikelompokkan sebagai “panas dalam” bisa disebabkan oleh hal yang berbeda-beda pada setiap orang. Memahami penyebabnya akan membantu menentukan cara mengatasi yang paling sesuai.

Baca juga: Women’s Active Living Festival Hadir Lagi! Jangan Sampai Kehabisan Tiketnya!

 

panas dalam

Kurang minum air putih (dehidrasi)

Tubuh yang kekurangan cairan akan membuat selaput lendir di mulut dan tenggorokan menjadi kering, sehingga muncul rasa nggak nyaman dan bibir pecah-pecah.

Daya tahan tubuh menurun

Saat kelelahan, kurang tidur, atau stres berlebihan, sistem imun melemah dan tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus atau bakteri ringan yang memicu sakit tenggorokan, demam ringan, atau sariawan.

Konsumsi makanan tertentu secara berlebihan

 Makanan pedas, berminyak, digoreng, atau tinggi gula dapat mengiritasi saluran cerna dan memicu sembelit serta asam lambung naik, yang pada gilirannya sering dikaitkan dengan “panas dalam”.

Kurang serat dan kurang gerak

Pola makan rendah serat ditambah kurang minum air dapat menyebabkan sembelit, yang membuat tubuh terasa nggak nyaman dan napas menjadi kurang segar.

Infeksi virus atau bakteri

Sebagian gejala yang dianggap “panas dalam”, seperti sakit tenggorokan dan demam, sebenarnya bisa jadi tanda awal infeksi saluran pernapasan yang memerlukan perhatian lebih jika nggak kunjung membaik.

Merokok dan konsumsi kafein atau alkohol berlebihan

Kebiasaan ini dapat mengiritasi tenggorokan dan rongga mulut serta memperparah dehidrasi.

Baca juga: 12 Cek Kesehatan Pra Nikah yang Wajib Kamu dan Pasangan Lakukan!

Ini yang bisa kamu lakukan untuk meredakan “panas dalam”

Untuk membantu meredakan keluhan dan mendukung pemulihan, pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi dengan minum air putih secara teratur, minimal delapan gelas atau dua liter sehari, agar tenggorokan dan mulut tetap terhidrasi serta pencernaan lebih lancar. Istirahat yang cukup juga penting karena tidur berkualitas memberi kesempatan bagi sistem imun untuk memperbaiki diri dan melawan infeksi ringan.

Selain itu, perbanyak konsumsi buah dan sayur, terutama yang kaya vitamin C seperti jeruk, pepaya, dan jambu biji, serta sayuran hijau yang membantu memenuhi kebutuhan serat dan mengatasi sembelit. Untuk sementara, kurangi makanan pedas, berminyak, dan terlalu manis agar saluran cerna nggak semakin teriritasi.

Baca juga: Lagi Viral! Ini 6 Tempat untuk Coba Minuman dan Dessert Ube

Karena “panas dalam” sebenarnya mencakup beragam gejala dengan penyebab berbeda, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter apabila demam berlangsung lebih dari tiga hari, sakit tenggorokan disertai kesulitan menelan atau bernapas, sariawan nggak sembuh dalam dua minggu, atau muncul gejala lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan apakah ada infeksi atau kondisi medis lain yang memerlukan penanganan khusus, mengingat gejala-gejala tersebut nggak selalu disebabkan oleh hal yang ringan.

Images: iStock

Slow Down

Please wait a moment to post another comment