Jerawat batu sering terasa nyeri, membengkak, dan sulit hilang dalam waktu singkat. Meski menggoda untuk dipencet, cara ini justru bisa membuat kondisinya semakin parah.
Pernah bangun pagi dan menemukan benjolan besar yang terasa sakit di wajah? Bisa jadi itu adalah jerawat batu. Dibandingkan jenis jerawat lainnya, jerawat batu memang dikenal lebih mengganggu karena ukurannya cenderung lebih besar, terasa nyeri saat disentuh, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
Jerawat batu atau cystic acne terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri yang kemudian memicu peradangan di lapisan kulit yang lebih dalam. Karena itulah, jerawat jenis ini biasanya tidak memiliki “mata” seperti jerawat biasa dan terasa seperti benjolan keras di bawah kulit.
Kenapa Jerawat Batu Bisa Muncul?

Ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya jerawat ini. Salah satu yang paling umum adalah perubahan hormon, terutama saat menstruasi, stres berkepanjangan, atau kurang tidur. Produksi minyak berlebih juga dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat dan memicu peradangan.
Selain itu, penggunaan skincare atau makeup yang kurang sesuai dengan kondisi kulit juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Pada beberapa orang, mencoba produk baru yang terlalu berat atau komedogenik dapat memicu munculnya jerawat batu dalam beberapa hari setelah pemakaian.
Baca juga: Milia di Wajah Susah Hilang? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Aman
Cara Mengatasi Jerawat Batu yang Aman

Hal pertama yang perlu diingat adalah jangan memencet jerawat. Karena peradangannya berada jauh di bawah permukaan kulit, memencetnya tidak akan membuat isi jerawat keluar dengan mudah. Sebaliknya, tindakan ini bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas jerawat.
Untuk membantu meredakannya, kamu bisa menggunakan produk yang mengandung salicylic acid, benzoyl peroxide, atau sulfur. Kandungan-kandungan tersebut dikenal dapat membantu mengurangi peradangan sekaligus menjaga pori-pori tetap bersih.
Mengompres area yang berjerawat menggunakan handuk hangat selama beberapa menit juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan. Jangan lupa untuk tetap menggunakan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit agar skin barrier tetap terjaga.
Baca juga: Jerawat Punggung Bikin Nggak Pede? Ini Body Acne Spray yang Wajib Dicoba
Kapan Sebaiknya Periksa ke Dokter Kulit?
Jika jerawat terus muncul berulang, terasa sangat nyeri, atau tidak kunjung membaik dalam beberapa minggu, konsultasi dengan dokter kulit bisa menjadi pilihan terbaik. Dokter dapat membantu menentukan penyebabnya sekaligus memberikan perawatan yang lebih tepat sesuai kondisi kulitmu.
Meski membutuhkan kesabaran ekstra, jerawat batu umumnya bisa membaik dengan perawatan yang konsisten. Yang terpenting, hindari kebiasaan memencetnya agar proses penyembuhan berjalan lebih optimal dan risiko bekas jerawat bisa diminimalkan.
Image: Dok. iStock



