banner-detik

style

Biyan Spring Summer 2027, Hadirkan Keindahan Lewat 'PATINA'

seo-img-article

‘PATINA’ tunjukkan keindahan yang datang dari waktu lewat siluet yang fluid dan warna-warna alam untuk Biyan Spring Summer 2027.

Ada sesuatu yang tenang dalam cara Biyan membuka koleksi terbarunya di Intercontinental Jakarta, Pondok Indah. Di tengah panggung berdiri sebuah pohon raksasa, berakar dalam, cabang-cabangnya menjangkau ke segala arah. Bukan sebagai dekorasi semata, melainkan sebagai simbol bahwa kecantikan yang sesungguhnya nggak lahir tiba-tiba, ia tumbuh, membentuk lingkaran tahun demi tahun, menyimpan bekas dari setiap musim yang dilaluinya.

Itulah inti dari PATINA. Sebuah kata yang dalam dunia material merujuk pada lapisan waktu yang melapisi permukaan logam atau kayu tua, lapisan yang jadi bukti bahwa sesuatu telah hidup. Biyan mengambil gagasan ini dan mengalirkannya ke dalam kain, siluet, dan warna dengan cara yang terasa sangat intim.

Baca juga: Dari Patchouli sampai Illipe Butter, ParagonCorp Bawa Potensi Bioekonomi Indonesia ke Forum Global di London!

Color palette dari keindahan alam

Referensi visual Biyan Spring Summer 2027 berupa lanskap berlumut yang basah dan rimbun, permadani vintage dengan motif yang telah sedikit memudar oleh usia, ornamen botanical yang tampak seperti ditemukan dari lembar botani abad lampau, dan interpretasi segar atas motif harimau Tibetan yang penuh misteri. Semuanya hadir dalam palet yang terasa seperti sedang berjalan di hutan menjelang sore. Didominasi warna moss, forest green, pale celadon, Prussian blue, ecru, mocha, dan earthy brown yang hangat.

Permainan tekstur dan cahaya

Dalam hal tekstur, Biyan menyajikan kemewahan yang taktil dan ringan yang luminous. Silk twill, katun, dan linen dipadukan dengan sheer tulle, organza, serta sentuhan lamé dan bordir yang menempatkan kilau bukan sebagai pertunjukan, melainkan sebagai hal yang berseberangan. Permukaan yang padat bertemu dengan yang transparan, kilau bertemu dengan warna muted. Structured, yet soft.

Soal siluet, Biyan memilih arah kontemporer yang mengalir. Dropped waist yang memberi kesan rileks, konstruksi peplum yang menambah gerak, bentuk-bentuk tailored yang nggak kaku namun tetap terstruktur. Potongan yang pendek dibenturkan dengan layer yang memanjang, menciptakan fluidity dan versatility. Setiap potongan seolah dirancang untuk bergerak, untuk di-layer, dan dikenakan dengan cara yang berbeda setiap harinya.

Baca juga: Kolaborasi Polly Pocket x Dasique, Mainan Masa Kecil yang “Kembali Hidup”

PATINA menjadi bukti bahwa keindahan datangnya butuh waktu. Nggak selalu harus yang baru, tapi embracing yang telah lama dengan anggun, yang karakternya justru semakin kaya karena usia.

Images: dok. BIYAN

Slow Down

Please wait a moment to post another comment