Jerawat di dahi nggak selalu disebabkan skincare, lho. Kenali berbagai penyebab jerawat di dahi dan cara mengatasinya di sini!
Baru sembuh satu, eh muncul lagi jerawat kecil di area dahi? Tenang, kamu nggak sendirian. Area dahi memang termasuk bagian wajah yang paling rentan breakout karena berada di T-zone, alias area yang cenderung lebih berminyak. Selain itu, jerawat di dahi juga bisa dipicu banyak hal, mulai dari hormon, keringat, sampai produk rambut yang tanpa sadar sering kena kulit. Menariknya, penyebab jerawat di dahi ternyata nggak selalu datang dari skincare wajah, lho. Ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang kelihatannya sepele, tapi justru bisa jadi trigger utama munculnya breakout di area ini.
Baca juga: Treatment atau Skincare: Mana yang Lebih Efektif untuk Kulit Glowing dan Bebas Masalah?
Kenapa jerawat sering muncul di dahi?

Salah satu penyebab paling umum adalah produksi minyak atau sebum yang berlebih. Saat minyak bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran, pori-pori bisa tersumbat dan akhirnya memicu jerawat. Kondisi ini juga sering dipengaruhi perubahan hormon, stres, atau cuaca panas yang bikin wajah lebih gampang berminyak. Selain itu, ada beberapa kebiasaan yang sering nggak disadari bisa memperparah kondisi kulit di area dahi, seperti sering menyentuh wajah dengan tangan kotor, jarang membersihkan poni atau rambut yang menempel di dahi, penggunaan pomade, hair oil atau gel rambut.
Bisa juga kemunculan itu dipicu oleh helm, topi, dan keringat yang menumpuk, serta tidur dengan sarung bantal yang jarang diganti, dan terakhir pakai skincare atau makeup yang terlalu heavy dan comedogenic. Dilansir dari artikel Alodokter, produk rambut seperti pomade dan gel juga bisa jadi pemicu jerawat di dahi karena kandungan minyaknya berpotensi menyumbat pori-pori.
Baca juga: Wardah Rilis Cleansing Balm dan Toner Pad yang Fokus Menenangkan Kulit!
Kalau yang muncul di dahi bentuknya kecil-kecil dan banyak, beberapa orang sering mengira itu cuma bruntusan biasa. Padahal, kondisi ini bisa punya penyebab berbeda. Misalnya, bruntusan karena pori tersumbat dan produksi minyak berlebih, jerawat merah meradang akibat bakteri dan iritasi, serta tiny bumps yang terasa gatal bisa berkaitan dengan fungal acne. Itu karena kehadiran fungal acne juga ternyata bisa dipicu oleh produk skincare atau haircare tertentu. Ada yang merasa kondisi kulit membaik setelah menyederhanakan skincare routine dan menghindari produk yang memicu breakout.
Cara mengatasi kondisi jerawat di dahi

Supaya jerawat di dahi nggak makin sering muncul, coba mulai dari memperhatikan kebiasaan sehari-hari dulu sebelum buru-buru ganti semua skincare. Beberapa hal yang bisa dilakukan itu mulai dari cuci wajah setelah banyak berkeringat, hindari hair products terkena area dahi, rajin membersihkan poni dan sarung bantal, gunakan skincare non-comedogenic, pilih kandungan seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide untuk membantu mengatasi jerawat, dan jangan terlalu sering exfoliating karena bisa bikin skin barrier terganggu.
Di artikel Alodokter juga menyebut beberapa ingredients seperti asam salisilat, benzoyl peroxide, dan retinoid cukup umum digunakan untuk membantu mengatasi jerawat ringan hingga sedang. Yang paling penting itu hindari memencet jerawat. Selain bikin kulit makin iritasi, kebiasaan ini juga bisa meninggalkan bekas jerawat yang lebih susah hilang.
Baca juga: Jerawat di Punggung Tak Kunjung Hilang? Ini 5 Penyebab yang Sering Diabaikan
Kalau jerawat muncul di area ini sesekali, biasanya kondisi ini masih bisa diatasi dengan perubahan kebiasaan dan skincare yang tepat. Tapi kalau jerawat terasa makin meradang, gatal, atau nggak kunjung membaik, nggak ada salahnya konsultasi ke dokter kulit supaya tahu penyebab pastinya.
Ada kalanya, penyebab breakout bukan cuma dari skincare wajah, tapi juga dari hal-hal kecil yang sering kita abaikan sehari-hari, lho!
Images: Dok. iStock



