banner-detik

beauty

Posisi Tidur Bisa Memengaruhi Kerutan Wajah, Mitos atau Fakta?

seo-img-article

Posisi tidur dan kerutan wajah ternyata jadi topik yang semakin sering dibahas dalam dunia beauty. Banyak yang percaya bahwa kebiasaan tidur tertentu bisa meninggalkan garis-garis halus pada kulit, tapi benarkah demikian?

Pernah bangun tidur dan menemukan bekas lipatan bantal yang masih terlihat di wajah? Meski biasanya akan hilang dalam beberapa menit, sebagian ahli menyebut bahwa tekanan berulang pada kulit selama bertahun-tahun bisa berkontribusi pada munculnya apa yang dikenal sebagai sleep wrinkles atau kerutan akibat posisi tidur.

Lalu, seberapa besar pengaruh posisi tidur terhadap kondisi kulit? Simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Sleep Wrinkles?

 

Sleep wrinkles adalah garis atau lipatan yang terbentuk akibat tekanan dan gesekan pada kulit saat tidur. Berbeda dengan kerutan ekspresi yang muncul karena gerakan otot wajah, jenis kerutan ini dikaitkan dengan posisi wajah yang terus-menerus menekan bantal selama berjam-jam setiap malam.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin alami kulit juga menurun. Akibatnya, kulit menjadi lebih sulit kembali ke bentuk semula setelah mengalami tekanan berulang.

Baca juga: FURLA Eyewear SS26 Hadir di Optik Seis, Koleksi Chic dengan Sentuhan Summer Italia

Apakah Tidur Miring dan Tengkurap Bisa Memicu Kerutan?

Menurut para dermatolog, tidur miring atau tengkurap memang dapat meningkatkan tekanan pada area tertentu di wajah, seperti pipi, dahi, dan sekitar mata. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi memperjelas garis-garis halus yang sudah ada.

Meski begitu, posisi tidur bukanlah satu-satunya penyebab kerutan. Paparan sinar UV, gaya hidup, stres, pola makan, hingga kebiasaan merokok tetap memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap proses penuaan kulit.

Jadi, tidak perlu panik jika kamu termasuk tim tidur miring. Anggap saja ini sebagai salah satu faktor kecil yang bisa diperhatikan untuk menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.

Posisi Tidur Terbaik untuk Kulit

Banyak ahli menyarankan posisi tidur telentang karena wajah tidak mengalami tekanan langsung dari bantal. Selain membantu meminimalkan gesekan pada kulit, posisi ini juga dapat mengurangi risiko munculnya garis tidur yang menetap.

Namun, kualitas tidur tetap menjadi prioritas utama. Jika tidur telentang membuatmu tidak nyaman atau sulit tidur nyenyak, tidak ada alasan untuk memaksakan diri.

Baca juga: 3 Rekomendasi Produk Anti-Aging, Kulit Auto Awet Muda!

Tips Mengurangi Risiko Sleep Wrinkles

Selain memperhatikan posisi tidur, kamu juga bisa menggunakan sarung bantal berbahan satin atau sutra untuk mengurangi gesekan pada kulit. Jangan lupa aplikasikan pelembap yang cukup sebelum tidur dan pastikan kebutuhan tidur harian terpenuhi.

Pada akhirnya, posisi tidur dan kerutan wajah memang bukan sekadar mitos tapi memang posisi berpengaruh. Bukan hanya posisi tidur, tetapi kualitas istirahat yang baik juga berperan penting dalam membantu kulit terlihat lebih sehat, segar, dan glowing keesokan harinya.


Image: iStock

Slow Down

Please wait a moment to post another comment