Buat yang lagi cari sepatu lari nyaman untuk daily run, easy run, atau bahkan buat yang baru mau mulai lari, Adidas Supernova Rise 3 bisa jadi salah satu opsi yang layak dilirik!
Kalau boleh jujur, lari bukanlah olahraga yang ada di top of mind-ku. Bahkan setiap dengar kata “lari”, reaksiku sebelumnya selalu: duh, skip deh. Aku jauh lebih nyaman dengan olahraga yang memang aku suka, seperti strength training, pilates, atau functional workout. Tipe olahraga yang terasa lebih familiar, lebih fun, dan somehow lebih rewarding buatku.
Strength training efektif untuk bangun otot dan bikin badan terasa kuat, pilates bantu memperbaiki mobility dan body awareness, tapi endurance training seperti lari punya peran penting buat melatih stamina, kesehatan jantung, dan daya tahan tubuh secara keseluruhan. Dan sayangnya, bagian penting ini yang selama ini paling aku hindari.
Baca juga: “The World of Havaianas” Hadir di Jakarta, Rayakan Semangat Musim Panas Khas Brasil di Blok M!
Jadi waktu akhirnya memutuskan untuk kasih kesempatan kedua buat lari, satu hal yang langsung aku prioritaskan adalah: cari sepatu lari yang nyaman. Karena sebagai beginner, aku nggak mau pengalaman pertama comeback ke lari malah bikin kapok. Dan di situlah aku ketemu sama Adidas Supernova Rise 3.
First impression: terasa empuk dari langkah pertama
Kesan pertama waktu pakai Adidas Supernova Rise 3: empuknya langsung terasa. Dan buat aku, itu penting. Karena biasanya, butuh beberapa kilometer dulu buat benar-benar “kenal” sama sepatu lari baru. Tapi Rise 3 sudah bikin kaki nyaman dari awal.

Adidas melengkapi seri ini dengan midsole Dreamstrike+ terbaru yang diklaim 20% lebih lembut dan punya 16% lebih banyak foam dibanding versi sebelumnya. Kalau diterjemahkan ke pengalaman pakai: impact saat kaki menyentuh tanah terasa lebih teredam. Apalagi buat aku yang bawaannya suka heel striker kalau mulai capek, cushioning seperti ini sangat membantu.
Tapi tenang, sepatu lari ini juga bukan yang terlalu plush sampai bikin langkah terasa berat. Masih seimbang antara soft dan support.
Bagian upper ringan, fitting-nya pas
Salah satu hal yang sering bikin aku picky soal sepatu lari adalah bagian atasnya. Seenak apa pun cushioning sepatu, kalau bagian atasnya bikin kaki terasa sesak atau gampang tergesek, tetep aja nggak nyaman.
Supernova Rise 3 pakai material Primeweave baru yang terasa lebih ringan dan lebih adaptif mengikuti bentuk kaki. Dan menurutku, ini salah satu highlight-nya. Waktu dipakai, rasanya secure tanpa efek sesak. Masih ada ruang buat kaki bergerak natural, terutama di bagian depan.

Buat yang suka lari pagi lalu lanjut brunch, kerja, atau errands (yes, me), sepatu ini juga cukup nyaman dipakai lebih lama, nggak cuma saat lari.
Favorit aku: transisinya smooth banget
Yang bikin aku betah pakai sepatu lari tertentu juga bukan cuma soal empuk, tapi flow yang diberikan saat lari. Dan Adidas Supernova Rise 3 bisa kasih flow yang pas! Outsole LIGHTTRAXION-nya didesain untuk bikin transisi langkah terasa lebih smooth dan ringan.

Dari tumit ke arah jari kaki, gerakannya natural. Nggak ada rasa kaku atau berat yang kadang suka muncul di beberapa sepatu. Buat pace santai atau easy miles, ini bikin lari terasa jauh lebih nyaman dan menyenangkan. Bukan tipe sepatu lari yang bikin kamu pingin sprint, tapi tipe yang bikin kamu masih kuat nambah satu kilometer lagi.
Cocok buat siapa?
Menurutku, Adidas Supernova Rise 3 cocok buat kamu yang lagi cari sepatu lari pertama untuk mulai rutin jogging, butuh sepatu lari nyaman untuk daily run, suka easy run atau long run dengan pace santai, dan lebih mengutamakan comfort dibanding speed.
Baca juga: frank green Ajak Perempuan Ekspresikan Diri Lewat Warna di ‘Women in Every Colour’!
Adidas merekomendasikan sepatu ini untuk penggunaan daily running hingga 42 km, dengan bobot 230g untuk women’s version dan drop 8mm. Menurutku, positioning-nya memang pas sebagai everyday running shoes.
Final verdict: apakah worth it?

Jawaban singkatnya: yes, kalau yang kamu cari adalah comfort. Adidas Supernova Rise 3 bukan sepatu lari yang terasa agresif atau race-oriented. Ini bukan sepatu buat ngejar pace tercepatmu. Tapi justru itu yang bikin aku suka. Karena di fase hidup sekarang, aku lebih butuh sepatu lari yang bikin tubuh tetap happy, bukan yang bikin ego happy.
Images: Dok. Adidas Indonesia



