banner-detik

hair care

Low vs High Porosity Hair: Kenali Jenis Rambutmu Biar Nggak Salah Perawatan!

seo-img-article

Porosity rambut bukan cuma istilah untuk rambut tapi adalah kunci biar kamu nggak salah pilih produk haircare!

Pernah ngerasa rambut kamu susah banget menyerap produk, atau justru terlalu cepat kering dan frizzy? Bisa jadi, jawabannya ada di porosity rambut. Secara simpel, porositas adalah kemampuan rambut menyerap dan mempertahankan kelembapan. Nah, biar kamu makin paham, kita bahas satu per satu jenisnya.

Low Porosity Hair: Rambut Halus Tapi Susah Menyerap

Kalau kamu punya low porosity hair, artinya lapisan kutikula rambutmu sangat rapat. Ini bikin air dan produk sulit masuk ke dalam batang rambut. Makanya, nggak heran kalau kamu sering merasa produk cuma “numpang” di permukaan dan bikin rambut terasa berat atau buildup. Rambut tipe ini biasanya juga butuh waktu lebih lama untuk kering setelah keramas.

Supaya lebih optimal, kamu disarankan menggunakan produk yang ringan dan berbasis air. Selain itu, penggunaan sedikit panas seperti membungkus rambut dengan handuk hangat bisa membantu membuka kutikula, sehingga produk lebih mudah meresap. Dengan cara ini, rambut kamu tetap lembap tanpa terasa lepek.

Baca juga: Apa Itu Blurred Makeup? Kenalan dengan Teknik Makeup yang Lagi Viral!

High Porosity Hair: Mudah Menyerap Tapi Cepat Kehilangan Moisture

Di sisi lain, high porosity hair memiliki kutikula yang lebih terbuka, bahkan bisa jadi sudah mengalami kerusakan. Hal ini membuat rambut sangat mudah menyerap air, tapi sayangnya juga cepat kehilangan kelembapan. Itulah kenapa rambut tipe ini sering terasa kering, kusut, dan cenderung frizzy.

Untuk mengatasinya, kamu perlu fokus pada produk yang bisa menghidrasi sekaligus mengunci kelembapan, seperti leave-in conditioner atau hair oil. Mengurangi penggunaan alat styling panas juga penting supaya kondisi rambut tidak semakin rusak. Penggunaan conditioner yang tepat juga perlu banget diperhatikan. Coba conditioner dari Selsun yang Noursihing Conditioner, salah satu produk kesukaan aku. Dengan perawatan yang tepat, rambut high porosity tetap bisa terlihat sehat dan lebih manageable.

Baca juga: Monochromatic Makeup Look, Kunci Tampil Chic dengan Makeup Satu Warna!

Cara Mengetahui Porosity Rambutmu

Porosity rambut

Setelah memahami perbedaannya, sekarang saatnya kamu mencari tahu termasuk tipe yang mana. Salah satu cara paling simpel adalah dengan tes air. Cukup ambil sehelai rambut dan masukkan ke dalam air. Jika rambut cepat tenggelam, kemungkinan besar kamu punya high porosity hair. Sebaliknya, jika rambut mengapung cukup lama, itu tanda low porosity.

Dengan mengetahui porositas rambut, kamu bisa lebih mudah menentukan produk dan rutinitas yang sesuai. Jadi, nggak perlu lagi trial and error yang bikin frustrasi, karena kunci rambut sehat ternyata dimulai dari memahami kebutuhan dasarnya.



Slow Down

Please wait a moment to post another comment