lifestyle
in 5 hours
Nggak Perlu Main Petak Umpet Lagi, IKEA Tawarkan Cara Hidup yang Lebih Tertata!
IKEA Indonesia mengajak masyarakat kembali cara menata rumah, supaya waktu nggak habis untuk mencari barang!
Pernah nggak sih, pas lagi buru-buru mau berangkat kerja atau hangout, tiba-tiba lip tint andalan tiba-tiba hilang entah kemana? Padahal rasanya baru kemarin dirapikan. Biasanya fenomena “barang hilang” ini semakin parah sehabis momen perayaan atau liburan. Meskipun rumah nggak penuh, tapi barang-barang kecil kayak skincare, charger, sampai aksesoris mulai kehilangan tempatnya. Alhasil, area kamar tidur dan kamar mandi yang harusnya jadi tempat paling nyaman malah bikin pusing karena berantakan.
Situasi ini bukan soal kamu rajin atau tidak, tapi memang cenderung berulang-ulang seperti déjà vu. Dirapikan, puas, lalu perlahan kembali seperti semula. Lama-lama, beres-beres terasa melelahkan dan semakin mudah ditunda. Di titik ini, masalahnya bukan lagi tentang merapikan, tetapi tentang sistem yang diterapkan. Bagaimana rumah bisa mengikuti kebiasaan penghuninya, bukan sebaliknya.

“Banyak orang merasa rumahnya selalu berantakan, padahal sudah sering dirapikan. Biasanya bukan karena ruangnya kurang atau barangnya terlalu banyak, tapi karena sistem penyimpanannya belum benar-benar cocok untuk mereka. Di IKEA, kami selalu memberikan solusi yang dimulai dari kebiasaan nyata di rumah. Barang apa yang sering dipakai, di mana biasanya diletakkan, dan apa yang paling sering dicari. Dari situ, solusi yang dibuat bukan hanya rapi secara visual, tapi juga terasa lebih mudah dijalani setiap hari,” ujar Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia, mengutip dari siaran pers.
Pendekatan ini diterjemahkan ke dalam cara menata yang lebih sederhana dan realistis. Dengan menyediakan tempat yang jelas untuk barang-barang yang paling sering dipakai dan menaruhnya di touchpoints seperti meja rias atau area dekat pintu masuk. Kebiasaan merapikan akhirnya bukan lagi terasa seperti tugas tambahan, tapi menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Baca juga: Xiaomi Hadirkan Robot Vacuum H50 Series di Indonesia, Bersih-Bersih Jadi Lebih Praktis!

Dalam praktiknya, solusi kecil seperti tray untuk barang harian, kotak penyimpanan untuk kategori tertentu, atau pembagian zona berdasarkan aktivitas dapat membantu mengurangi kebiasaan menaruh sementara yang sering berujung jadi permanen. Ketika sistem ini bekerja, rumah nggak lagi terasa seperti sesuatu yang harus terus dibereskan, melainkan ruang yang secara alami lebih teratur.
“Yang sering tidak disadari, justru produk-produk kecil yang paling sering dipakai punya peran besar dalam menjaga rumah tetap teratur. Solusi seperti box, tray, trolley, atau organiser bukan sekadar tempat penyimpanan, tapi membantu membentuk kebiasaan. Ketika barang punya tempat yang jelas dan mudah dijangkau, orang jadi terbiasa untuk langsung menaruh kembali,” jelas Alfonsus Kristian, Business Leader IKEA Indonesia.

Nggak cuma di rumah, ruang yang berantakan itu beneran bisa bikin mood turun dan kerjaan jadi nggak efisien. Setuju nggak? Nah, buat kamu yang mau upgrade ruang biar lebih proper, IKEA punya Interior Design Service (IDS) yang bisa bantu kamu desain ruang sesuai habit harian, baik untuk hunian pribadi maupun bisnis. Selain itu, juga ada IKEA for Business buat para pemilik usaha yang mau bikin ruang kerja super rapi, fungsional, dan didampingi langsung oleh tim ahli dari awal sampai jadi.
Baca juga: ArtScience Museum Mengungkap Tubuh Manusia Melalui ‘Flesh and Bones: The Art of Anatomy’
“Pada akhirnya, rumah seharusnya membantu, bukan menambah beban. Di IKEA, kami terus berupaya untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Salah satunya dengan memastikan waktu di rumah tidak habis hanya untuk mencari barang yang kita miliki. Waktu terlalu berharga untuk dihabiskan dengan hal-hal kecil seperti itu. Lewat pendekatan ‘Ga Perlu Main Petak Umpet Lagi’, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa menata rumah cukup dimulai dari hal sederhana yang membuat setiap barang punya tempatnya, sehingga hidup sehari-hari terasa lebih ringan,” tutup Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.
Jadi, sekarang lebih baik membenarkan kembali habit menaruh barang supaya nggak kecari-carian lagi!
Image: IKEA


