ic-fd

Ini 5 Bahaya Ultra Processed Food untuk Tubuh yang Wajib Kamu Tahu!

health wellness
author

salmanrh・in 4 hours

detail-thumb

Meskipun praktis dan rasanya enak, tapi ultra processed food bisa memberikan dampak buruk yang nggak main-main kalau dikonsumsi berlebihan!

Siapa sih yang nggak suka ngemil keripik, minum teh botolan, sampai mengonsumsi makanan yang sat-set seperti sosis atau nugget? Makanan dan minuman tersebut memang praktis, enak, dan tinggal buka bungkus, jadi susah banget ditolak apalagi di tengah kesibukan sehari-hari.  Tapi, kamu tahu nggak sih kalau makanan tersebut masuk ke dalam kategori ultra processed food (UPF), alias makanan yang sudah melewati proses industri panjang dan dipenuhi berbagai zat tambahan seperti pengawet, pewarna, penyedap rasa buatan, pemanis sintetis, sampai lemak terhidrogenasi.

Sebenarnya, sesekali makan ultra processed food nggak langsung bikin kamu sakit parah, kok. Tapi, kalau sudah jadi kebiasaan harian, kamu harus tahu kalau mengonsumsi UPF berlebihan bisa meningkatkan berbagai risiko kesehatan yang mengkhawatirkan. Sebelum hal itu terjadi pada kamu, yuk ketahui lima bahaya ultra processed food bagi tubuh!

Baca juga: 5 Tips Gym untuk Pemula Biar Nggak Bingung dan Hasilnya Lebih Maksimal!

Bikin berat badan naik tanpa disadari

Ini mungkin bahaya yang paling banyak dirasakan, tapi seringkali paling diabaikan karena kejadiannya bertahap. Ultra processed food sendiri mengandung lemak jenuh dan lemak trans dalam jumlah yang cukup tinggi. Dua jenis lemak inilah yang dikenal sebagai biang kerok kenaikan berat badan kalau kamu mengonsumsinya terus-menerus. Nggak cuma itu saja,, kandungan gulanya yang tinggi juga punya peran besar dalam mengganggu cara kerja hormon leptin yang berfungsi untuk memberi sinyal kenyang ke otak. Jadi, ketika hormon leptin terganggu, nafsu makan kamu jadi nggak terkontrol.

Meningkatkan risiko diabetes tipe 2

Kalau kamu sering mengonsumsi makanan manis kemasan, minuman bersoda, sereal bergula, atau makanan instan hampir setiap hari, kamu wajib catat hal ini. UPF biasanya mengandung gula tambahan yang tinggi, serta serat yang sangat rendah, sehingga kombinasi ini sangat mungkin untuk mengganggu metabolisme gula darah dalam jangka panjang. Saat kamu makan karbohidrat olahan dari UPF, kadar gula darah kamu akan melonjak tajam dengan cepat. Untuk meresponsnya, pankreas harus bekerja keras memproduksi insulin. Nah, kalau ini terjadi berulang-ulang setiap hari selama bertahun-tahun, sel-sel tubuh kamu mulai kebal terhadap insulin dan di titik inilah diabetes tipe 2 berkembang. 

Baca juga: 5 Pola Makan Sehat untuk yang Sibuk dan Aktivitasnya Padat!

Menimbulkan risiko penyakit jantung

Kalau kamu berpikir, “Ah, penyakit jantung kan sering terjadi pada orang tua saja”, sebaiknya hilangkan pikiran tersebut karena kebiasaan makan yang dibangun sejak muda sangat menentukan kondisi jantung kamu di masa depan. Terlebih lagi, ultra processed food mengandung kombinasi berbahaya seperti garam tinggi yang bisa memicu tekanan darah tinggi dan menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku, ditambah lemak jenuh dan lemak trans yang meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus menurunkan kolesterol baik (HDL) dalam darah. Ketika LDL menumpuk di dinding pembuluh darah, plak akan terbentuk dan menyumbat aliran darah ke jantung, yang kemudian menyebabkan aterosklerosis atau cikal bakal serangan jantung dan stroke. 

Menyebabkan kanker

Mungkin belum banyak yang tahu kalau ternyata ultra processed food bisa meningkatkan risiko kanker juga. Sebenarnya, gimana UPF bisa berkontribusi pada kanker? Ada beberapa hal yang mungkin terjadi, seperti berbagai bahan tambahan kimia dan pengawet buatan dalam UPF berpotensi mengganggu dan merusak sel-sel sehat dalam tubuh jika terpapar dalam jangka panjang. Selain itu, kandungan gula tinggi dalam UPF juga bisa memicu peradangan kronis dan

Baca juga: Hot Water vs Cold Water, Mana yang Lebih Baik untuk Pencernaan?

Memengaruhi kesehatan mental 

Nggak hanya berdampak pada fisik, apa yang kamu makan juga punya pengaruh besar terhadap kondisi mental dan perasaan kamu sehari-hari. Nah, mengonsumsi ultra processed food secara berlebihan bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus. And yes, ini bukan hal sepele karena usus dan otak terhubung melalui jalur komunikasi yaitu gut-brain axis. Kalau keseimbangan mikrobioma usus terganggu akibat pola makan yang buruk, sinyal yang dikirim ke otak pun ikut terganggu. Akhirnya, hal ini dapat berdampak langsung pada suasana hati, kemampuan mengelola stres, hingga risiko mengalami depresi dan kecemasan.

Itulah beberapa dampak buruk mengonsumsi ultra processed food bagi tubuh. Sebenarnya, boleh banget untuk mengonsumsi UPF, tapi yang terpenting jangan sampai berlebihan, ya!

 

Image: Dok. Brand