
Apa itu underpainting makeup? Kenali teknik viral yang bikin hasil makeup lebih natural dan nggak cakey.
Belakangan ini, dunia beauty lagi rame ngomongin satu teknik makeup yang katanya bisa bikin hasil complexion yang bikin makeup terlihat glow from within dan itu adalah underpainting makeup. Kalau biasanya kamu apply foundation dulu baru lanjut contour dan blush, teknik ini justru kebalik. Sekilas mungkin terdengar aneh, tapi surprisingly hasilnya malah lebih seamless dan skin-like. Nggak heran kalau teknik ini balik viral di TikTok dan dipakai lagi sama banyak makeup artist dunia, bahkan buat red carpet sekalipun.
Baca juga: Ada Lipstik hingga Eyeliner, Ini 3 Makeup Lokal yang Baru Launching!

Secara simpel, underpainting makeup adalah teknik makeup di mana kamu apply contour, blush, dan highlight sebelum foundation. Teknik ini sebenarnya diadaptasi dari dunia seni lukis, di mana seniman membuat base layer untuk menentukan dimensi sebelum menambahkan warna utama. Di makeup, prinsipnya sama, kamu membangun struktur wajah dulu di bawah, baru kemudian ditutup tipis dengan foundation.
Hasilnya itu dimensi wajah terlihat lebih natural, nggak ada garis contour yang terlalu harsh, dan finish-nya lebih kayak kulit asli, bukan makeup tebal Bahkan menurut makeup artist, teknik ini membantu menciptakan efek glow dari dalam karena warna-warna di bawah tetap subtly terlihat setelah foundation diaplikasikan.

Walaupun sekarang viral, sebenarnya underpainting ini bukan teknik baru. Teknik ini sudah lama dipakai oleh makeup artist profesional, terutama untuk runway dan red carpet, karena hasilnya lebih smooth dan camera-friendly. Nah, yang bikin booming lagi sekarang itu tren makeup yang makin ke arah natural dan skin-like, beauty influencer di sosial media yang bikin teknik lebih accessible, dan kebutuhan makeup yang tetap bagus di kamera tapi nggak berat di real life. Kalau dulu era contour tegas ala 2016, sekarang justru bergeser ke look yang lebih soft, minimal, dan effortless. Maka, underpainting makeup ini bisa jadi jalan tengahnya.
Baca juga: Spesial Perayaan Hari Kartini, ParagonCorp Ajak Perempuan Hadapi Self-Doubt Lewat Women’s Space!
Kalau kamu mau coba, ini gambaran flow-nya:

Karena layering-nya beda dari biasanya, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatiin, mulai dari pakai produk cream atau liquid biar gampang blending, layer tipis aja yang buildable, jangan langsung tebal, blend pelan-pelan di setiap step, gunakan teknik tap ya bukan geser, dan samakan tekstur produk, seperti liquid sama liquid, cream sama cream. Kalau nggak hati-hati, memang bisa jadi patchy, tapi kalau udah dapet feel-nya, hasilnya worth it banget.
Apakah teknik ini cocok untuk semua jenis kulit? Jawabannya sih relatif cocok, tetap harus disesuaikan. Untuk kulit kering, ini tuh cocok banget, karena hasilnya lebih dewy. Sedangkan untuk kulit berminyak ini tetap bisa, tapi perlu primer matte dan di-set di akhir. Nah, kulit bertekstur juga bisa, pilih foundation tipis biar nggak makin kelihatan. Intinya, tekniknya fleksibel, tinggal disesuaikan sama kebutuhan kulit kamu.
Baca juga: Auto Jadi Tren Fashion Festival, Outfit Sabrina Carpenter Bikin Coachella 2026 Heboh!
Underpainting makeup bisa jadi game changer kalau kamu suka hasil makeup yang natural, pengen complexion terlihat lebih smooth, atau lagi bosan dengan teknik makeup biasa. Walaupun butuh sedikit adaptasi di awal, teknik ini sebenarnya justru bikin makeup terlihat lebih effortless dan mahal.
Jadi, tertarik coba teknik yang satu ini, atau kamu masih tim foundation dulu baru contour?
Images: Dok. iStock