banner-detik

lifestyle

Apa Itu Cortisol Face yang Lagi Viral? Benarkah Stres Bikin Wajah Puffy?

seo-img-article

Wajah puffy bukan karena naik berat badan, tapi karena stres? Ini yang dimaksud cortisol face.

“Kayaknya aku cortisol face, deh.” Yup, cortisol face lagi jadi sumber insecurity baru akhir-akhir ini. Istilah cortisol face balakangan viral, baik itu di TikTok maupun di obrolan sehari-hari sama teman-teman. Sebenarnya apa sih tanda-tandanya? Benarkah stres bisa bikin wajah kita puffy atau kelihatan bengkak?

Baca juga: Level Up Kesehatan dengan Anti-Inflammatory Diet, Ini Cara Mulainya!

Mengenal hormon kortisol

Secara medis, cortisol face berkaitan dengan hormon kortisol, yaitu hormon stres yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Dalam kondisi normal, kortisol berperan penting untuk mengatur metabolisme, respons imun, hingga ritme tidur. Namun saat tubuh mengalami stres kronis, kadar kortisol bisa meningkat secara berlebihan. Stres ini bisa karena pekerjaan, kurang tidur, atau tekanan emosional. Inilah yang kemudian memicu perubahan fisik, termasuk pada area wajah.

“Stres” bukan hanya di pikiran

Penyebab utama kondisi ini tentu saja stres yang berlangsung dalam jangka panjang. Tapi bukan cuma stres di pikiran, kurang tidur, pola makan tinggi gula dan garam, konsumsi kafein berlebihan, hingga gaya hidup yang minim aktivitas fisik juga membuat tubuh kita dalam kondisi stres dan bisa memperparah produksi kortisol. Bahkan, dalam beberapa kasus medis tertentu seperti Cushing syndrome, kadar kortisol yang tinggi bisa terjadi karena gangguan hormonal, bukan sekadar stres.

Tanda-tanda cortisol face seperti apa?

Salah satu tanda paling umum dari cortisol face adalah wajah yang tampak lebih bulat dan bengkak, sering disebut juga moon face. Selain itu, kulit bisa terlihat lebih kusam, muncul jerawat yang sulit hilang, serta area bawah mata tampak lebih gelap atau sembap. Beberapa orang juga mengalami peningkatan produksi minyak di wajah, sehingga makeup jadi lebih cepat luntur dan pori-pori terlihat lebih jelas.

Namun, penting buat diingat juga bahwa perubahan pada wajah nggak selalu disebabkan oleh kortisol. Jika pembengkakan terjadi secara tiba-tiba, disertai gejala lain seperti kenaikan berat badan drastis atau kamu merasa fatigued, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan penyebabnya, ya.

Bisa dicegah dan diatasi

Untuk mencegah cortisol face, kuncinya adalah menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh. Mulai dari hal sederhana seperti tidur cukup dan berkualitas, mengelola stres lewat olahraga ringan atau meditasi, hingga mengatur pola makan yang lebih seimbang. Mengurangi konsumsi gula, makanan olahan, serta minuman berkafein tinggi juga bisa membantu menstabilkan kadar kortisol lho.

Kalau tanda-tandanya sudah mulai terasa, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Perbaikan gaya hidup tetap jadi step yang penting, tapi kamu juga bisa menambahkan self-care routine seperti grounding,  facial massage atau teknik lymphatic drainage untuk membantu mengurangi pembengkakan di wajah. Selain itu, penggunaan skincare dengan kandungan menenangkan seperti Centella asiatica atau Niacinamide bisa membantu memperbaiki kondisi kulit yang sedang stres. Kalau dari pengalamanku sih mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis cukup signifikan bedanya!

Baca juga: Pusing dan Mual Setelah Minum Matcha? Bisa Jadi Kamu Mengalami Matcha Sickness!

Kamu pernah mengalami juga? Kalau punya tips lain biar lebih zen dan terhindar dari cortisol face, share di kolom komen, ya!

Images: iStock

Slow Down

Please wait a moment to post another comment