ic-fd

Pusing dan Mual Setelah Minum Matcha? Bisa Jadi Kamu Mengalami Matcha Sickness!

lifestyle
author

annedean・in 3 hours

detail-thumb

Suka minum matcha, tapi tiba-tiba pusing dan mual? Ini penjelasan tentang matcha sickness yang bisa jadi kamu alami.

Pernah nggak merasa pusing seperti berputar dan mual setelah minum matcha? Belakangan ini, istilah matcha sickness mulai sering terdengar. Padahal, matcha dikenal sebagai superfood yang kaya antioksidan dan punya banyak manfaat untuk tubuh. Tapi kenyataannya, nggak sedikit orang yang justru merasa pusing, mual, atau nggak nyaman setelah mengonsumsinya. Fenomena ini pun bikin banyak orang bertanya-tanya, kok minuman yang katanya sehat malah bikin badan nggak enak?

Baca juga: Bosan dengan Matcha Latte? Ini 3 Corn Milk Matcha di Jakarta yang Wajib Dicoba!

Apa penyebabnya?

Salah satu penyebab utamanya adalah kandungan kafein dalam matcha yang cukup tinggi. Meski sering dianggap lebih ringan dibanding kopi, matcha tetap punya kadar kafein yang bisa memicu efek samping bagi orang yang sensitif, seperti pusing, jantung berdebar, atau mual. Selain itu, kebiasaan minum matcha saat perut kosong juga bisa jadi pemicu. Kandungan tannin di dalamnya dapat meningkatkan produksi asam lambung, sehingga perut terasa perih, mual, bahkan bisa bikin pusing kalau tubuh belum “siap” menerima asupan tersebut.

Di sisi lain, kombinasi kafein dan L-theanine dalam matcha yang biasanya memberikan efek fokus dan tenang, pada beberapa orang justru bisa terasa terlalu kuat atau overstimulating, terutama bagi yang belum terbiasa. Faktor kualitas matcha juga berpengaruh. Matcha dengan kualitas rendah cenderung lebih pahit dan ada kemungkinan bisa mengiritasi lambung, apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, terlalu sering, atau menghabiskannya terlalu cepat. Hal-hal ini yang akhirnya memicu kondisi yang dikenal sebagai matcha sickness.

Nggak semua orang akan mengalami hal ini, tapi ada beberapa yang lebih rentan, seperti mereka yang sensitif terhadap kafein, punya masalah asam lambung atau GERD, sering minum matcha saat perut kosong, atau minum matcha banyak sekaligus dalam waktu yang cepat. Kondisi tubuh yang sedang kurang fit, dehidrasi, atau belum makan juga bisa memperbesar kemungkinan munculnya rasa mual setelah minum matcha, bahkan sampai kepala terasa berputar.

Cara mencegahnya

Meski begitu, bukan berarti kamu harus langsung berhenti minum matcha. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari efek nggak nyaman tersebut. Misalnya, pastikan kamu nggak mengonsumsinya saat perut kosong dan mulai dari porsi kecil untuk melihat reaksi tubuh. Memilih matcha dengan kualitas yang lebih baik juga bisa membantu, karena rasanya lebih halus dan cenderung lebih ramah di lambung. Selain itu, batasi konsumsi harian dan imbangi dengan asupan air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.

Baca juga: Intip 5 Kesalahan Perempuan Memulai Gym Journey yang Paling Umum!

Matcha sickness bukan berarti matcha berbahaya, melainkan sinyal bahwa tubuhmu mungkin belum cocok atau butuh penyesuaian. Jadi, penting untuk lebih peka terhadap reaksi tubuh sendiri dan nggak memaksakan diri hanya karena tren.

Images: iStock