ic-fd

ArtScience Museum Mengungkap Tubuh Manusia Melalui ‘Flesh and Bones: The Art of Anatomy’

travel
author

diaan_acil・in 3 hours

detail-thumb

ArtScience Museum akan mengeksplorasi bagaimana berbagai budaya sepanjang sejarah mempelajari, membayangkan, dan memahami tubuh manusia. 

Kalau biasanya kita melihat tubuh manusia dari sisi kesehatan atau kecantikan, pameran terbaru di ArtScience Museum, Singapura, mengajak kita melihatnya dari sudut pandang yang jauh lebih luas, mulai dari seni, sejarah, sampai sains. Melalui pameran ‘Flesh and Bones: The Art of Anatomy’, tubuh manusia diangkat jadi sesuatu yang bukan hanya fisik, tapi juga penuh cerita dan makna.

Pameran ini sudah dibuka sejak 21 Maret 2026 dan menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-15 ArtScience Museum. Di sini, pengunjung bisa melihat lebih dari 160 karya dan artefak, mulai dari ilustrasi anatomi jadul sampai instalasi seni modern yang immersive.

Baca juga: Ini 5 Pantai Hidden Gem di South West Australia Barat, Surga Pesisir yang Masih Underrated!

Melihat tubuh dari banyak perspektif 

Salah satu hal yang menarik dari pameran ini, nggak cuma fokus pada dunia medis aja. Justru, ‘Flesh and Bones’ menunjukkan bagaimana manusia dari berbagai budaya dan zaman mencoba memahami tubuh, baik lewat seni, kepercayaan, maupun ilmu pengetahuan. Ada karya-karya klasik seperti ilustrasi anatomi berukuran besar dari abad ke-18, sampai karya kontemporer yang lebih interpretatif dan artistik. Jadi, walaupun kamu bukan anak medis atau seni, tetap bisa menikmati karena pendekatannya relatable dan visual banget.

Dari instalasi dramatis sampai pengalaman virtual 

Begitu masuk, kamu langsung disambut instalasi merah dramatis karya Chiharu Shiota berjudul ‘The Network Within’. Instalasi ini menggambarkan tubuh manusia seperti jaringan yang saling terhubung, mirip pembuluh darah atau sistem pernapasan, tapi dengan sentuhan artistik yang emosional. Nggak cuma itu, ada juga pengalaman VR berjudul Evolver yang mengajakmu masuk ke dalam tubuh manusia, mengikuti perjalanan oksigen dari mulut sampai paru-paru. 

Baca juga: House of Tugu Jakarta Hadirkan Springtime Easter Feast di Tengah Hangatnya Paskah

Ada juga perspektif Asia yang jarang dibahas 

Menariknya lagi, pameran ini juga mengangkat sudut pandang Asia, termasuk konsep Traditional Chinese Medicine (TCM). Kalau biasanya kita lihat tubuh sebagai organ-organ fisik, di TCM tubuh dipahami sebagai sistem energi yang harus seimbang. Ada juga berbagai artefak seperti teks medis kuno, diagram, dan alat-alat tradisional yang bikin kita lebih ngerti bagaimana budaya lain melihat tubuh manusia.

Realita dunia medis yang lebih personal 

Salah satu bagian yang cukup deep adalah ketika pengunjung bisa melihat spesimen tubuh manusia yang biasanya hanya digunakan untuk pendidikan medis. Tapi yang bikin beda, di sini juga diceritakan tentang program Silent Mentor, di mana donor tubuh dianggap sebagai guru pertama bagi mahasiswa kedokteran. Bagian ini jadi pengingat kalau di balik ilmu anatomi, ada sisi kemanusiaan, empati, dan rasa hormat yang besar.

Baca juga: Makeup di Roblox Hadirkan Cara Baru Ekspresikan Diri di Dunia Virtual!

Bagi kamu yang lagi punya rencana liburan ke Singapura, dan suka eksplor hal baru di museum. ‘Flesh and Bones: The Art of Anatomy’ ini menarik banget untuk masuk bucket list kamu! 

 

Image: ArtScience Museum