IKEA Indonesia bagikan 7 tips sederhana buat kamu yang ingin bekerja dari rumah.
Work From Home (WFH) kembali jadi sorotan setelah pemerintah menetapkan pola kerja fleksibel untuk ASN setiap Jumat. Tapi sebenarnya, buat banyak pekerja di Indonesia, WFH sudah jadi bagian dari rutinitas. Ada yang memilih di awal minggu buat menghindari Monday blues, ada juga yang di Jumat karena pekerjaan lebih santai. Meski terlihat fleksibel, WFH tetap punya tantangan. Menurut Melina Ardianti Hadiatmodjo, Interior Design Manager IKEA Indonesia, WFH sekarang juga terasa berbeda dibanding masa pandemi karena lebih seperti “bonus” yang perlu menyesuaikan ritme rumah, bukan sebaliknya.
Baca juga: Sederet Drama Korea Seru untuk Temani Kamu di Bulan April!
Banyak orang sebenarnya sudah menemukan spot kerja favorit, seperti di meja belajar atau dekat jendela. Tapi, kenyamanan tetap jadi kunci. Hindari kerja di tempat tidur supaya nggak cepat mengantuk, pastikan posisi duduk nyaman, dan tambahkan cushion atau meja lipat kalau perlu. Dengan pola kerja yang makin fleksibel, menata ruang kerja jadi penting agar tetap fokus, nyaman, dan produktif. Berikut 7 cara sederhana yang bisa kamu coba biar WFH terasa lebih maksimal.

Tentukan sudut kerja yang paling mendukung fokus
Nggak semua orang punya ruangan khusus untuk bekerja, dan itu wajar. Yang penting adalah menemukan titik di rumah yang benar-benar membantu kamu fokus. Bisa sudut kecil di ruang keluarga, area dekat jendela, atau meja yang biasanya hanya dipakai menaruh dekorasi. Dengan kursi yang nyaman dan pencahayaan yang tepat, sudut kecil seperti ini bisa bekerja seefektif meja kantor. Bila ruang terbatas, pilih area yang mudah dibereskan di akhir hari supaya rumah tetap terasa seperti rumah, bukan kantor yang pindah alamat.
Buat pembeda sederhana antara area kerja dan area santai

Banyak rumah menggabungkan ruang makan, ruang keluarga, dan ruang kerja dalam satu area besar. Adanya pembeda kecil dapat membantu otak untuk “ganti mode”. Karpet kecil, meja lipat, atau bahkan perubahan arah duduk bisa membantu memberi batas visual. Kalau semua ruangan terasa menyatu, kunci utamanya adalah ritual bereskan alat kerja setiap selesai. Sederhana tapi sangat membantu memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi.
Baca juga: Tired but Wired, Kenapa Tubuh Capek Tapi Pikiran Nggak Bisa Berhenti?
Gunakan pencahayaan yang membantu konsentrasi
Cahaya alami selalu menjadi pilihan terbaik, tapi nggak semua sudut rumah punya akses yang cukup. Jika bekerja di area yang agak gelap, cukup tambahkan lampu meja atau lampu lantai sederhana. Arah cahaya yang bisa diatur akan mengurangi silau pada layar, terutama kalau bekerja di meja makan atau sofa. Pencahayaan yang tepat bukan hanya membuat ruangan lebih terang, tapi juga membangun suasana kerja yang lebih tenang dan fokus.
Atur posisi duduk agar tubuh nggak mudah lelah
Bekerja dengan nyaman nggak selalu membutuhkan kursi kantor khusus. Banyak orang bekerja di sofa, bangku panjang, atau bahkan lantai dengan meja lipat. Nggak masalah, selama ada penopang punggung dan posisi duduk nggak membuat tubuh kaku. Bantal kecil bisa membantu memperbaiki postur, sedangkan footrest sederhana membuat duduk lebih rileks. Kamu juga bisa berganti lokasi dalam satu hari: pagi di meja makan, siang di sofa, sore di teras rumah. Perubahan posisi seperti ini membuat tubuh bergerak dan mengurangi ketegangan setelah bekerja terlalu lama di satu tempat.

Baca juga: 3 Rekomendasi Wellness Studio di Jakarta yang Bisa Kamu Datangi!
Kelola kebisingan dengan cara yang paling realistis untuk rumah
Rumah nggak selalu tenang, percayalah, kita semua pasti merasakannya. Mulai dari suara kendaraan, anak bermain, penjual makanan keliling, tukang sayur langganan, kurir paket, hingga aktivitas penghuni lain. Peredam suara mungkin nggak selalu praktis, tapi ada banyak solusi sehari-hari yang bisa membantu. Karpet, tirai tebal, atau sofa besar bisa meredam gema ruangan. Headset dengan fitur noise cancelling dapat menjadi penyelamat saat rapat online. Bila bekerja di area terbuka seperti teras, pilih waktu yang lebih sepi. informasikan jadwal rapat online pada anggota keluarga lain. Pendekatan seperti ini dapat membuat alur kerja lebih lancar tanpa harus mengubah tata rumah.
Simpan barang yang nggak terpakai agar area kerja tetap rapi
Meja yang rapi bukan berarti kosong. Cukup pastikan hanya barang yang kamu butuhkan yang ada di sudutmu. Alat tulis, kabel, dan dokumen bisa disimpan dalam tempat khusus agar nggak memenuhi meja. Manfaatkan rak dinding, wadah penyimpanan portable, atau troli kecil yang mudah dipindahkan dari meja makan ke pojok ruangan apabila kamu sudah selesai bekerja. Area yang nggak terlalu ramai membantu pikiran lebih fokus dan mengurangi rasa lelah visual. Saat pekerjaan selesai, simpan kembali semua peralatan agar rumah kembali ke fungsi utamanya.

Bangun rutinitas kecil untuk memulai dan mengakhiri hari kerja
WFH sering membuat batas waktu kerja menjadi kabur. Karena itu, rutinitas kecil bisa membantu menandai awal dan akhir hari. Misalnya menata meja selama satu menit sebelum mulai, membuat minuman favorit, atau memutar playlist tertentu sebagai sinyal “hari kerja dimulai”. Setelah selesai bekerja, kamu bisa simpan alat kerja, matikan lampu meja, atau berpindah ke ruangan lain agar tubuh dan pikiran ikut “ganti mode”. Rutinitas seperti ini nggak perlu rumit, yang penting konsisten dan mengikuti ritme alami kamu.
Itu dia sederet tips dari IKEA. Jadi, siapa nih yang kantornya sudah mulai menerapkan WFH?
Image: IKEA Indonesia


