ic-fd

Level Up Kesehatan dengan Anti-Inflammatory Diet, Ini Cara Mulainya!

lifestyle
author

annedean・30 minutes ago

detail-thumb

Inflamasi bikin masalah kesehatan sulit reda? Saatnya kenalan dengan anti-inflammatory diet untuk bantu “reset” tubuhmu.

Apakah belakangan ini kamu sering dengar soal inflamasi dalam tubuh, dan katanya bisa “di-reset” lewat Anti-Inflammatory Diet? Sebelum lanjut lebih jauh, penting banget untuk mengenali dulu tanda-tanda inflamasi di tubuh. Mengutip dari Johns Hopkins Medicine, beberapa gejala yang perlu kamu perhatikan antara lain kemerahan, pembengkakan akibat penumpukan cairan berlebih, nyeri, hingga sensasi panas di area tertentu. Inflamasi akut sebenarnya bisa mereda dengan sendirinya. Namun, ketika berubah menjadi kronis, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang, salah satunya berkontribusi pada risiko obesitas, masalah pencernaan, bahkan masalah kulit yang nggak berkesudahan.

Penyebab inflamasi bisa datang dari pola makan sehari-hari. Makanya, muncul konsep Anti-Inflammatory Diet yang fokusnya untuk membantu meredakan peradangan dari dalam tubuh. Nah, kabar baiknya, kamu nggak perlu langsung mengubah semuanya sekaligus! Ada cara-cara simpel yang bisa jadi langkah awal untuk mulai menjalani pola makan ini.

Baca juga: 3 Rekomendasi Wellness Studio di Jakarta yang Bisa Kamu Datangi!

Kenali makanan penyebab inflamasi

Ternyata, tanpa sadar banyak makanan sehari-hari yang bisa memicu inflamasi di tubuh. Mulai dari daging merah, daging olahan seperti sosis, hingga olahan tepung terigu seperti roti, mie, dan pasta. Nggak cuma itu, camilan kemasan dan minuman manis juga bisa memperparah peradangan. Terutama kalau dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah berlebihan.

Cara mengolah dan menyantap makanan juga ikut berpengaruh. Misalnya, teknik deep-fried atau memanggang dengan suhu tinggi bisa meningkatkan potensi inflamasi. Belum lagi penggunaan saus kemasan yang sering kali tinggi gula. Tanpa kita sadari, ini juga bisa ikut memperparah peradangan dalam tubuh.

Apa saja makanan yang anti-inflammatory?

Nggak perlu langsung mengubah semua makanan di kulkas dan dapurmu kok. Mulai saja dengan pelan-pelan memperbanyak asupan makanan yang bersifat anti-inflammatory. Misalnya, makanan tinggi omega-3 seperti telur dan fatty fish (salmon, tuna, makarel), serta buah dan sayuran yang kaya vitamin C.

Lalu kamu juga bisa perkenalkan Polyphenols ke piring makanmu. Zat ini biasanya ditemukan di sayuran yang berwarna terang, whole grains, dan olive oil.  Tenang saja, masih bisa kok ngemil dark chocolate dan minum kopi atau teh dalam batasan wajar karena ketiganya juga mengandung Polyphenols.

Baca juga: Mau Diet Setelah Lebaran? Ini 5 Pertanyaan Penting ke Dokter Gizi

Again, memulai Anti-Inflammatory Diet nggak perlu langsung mengganti semua isi piringmu, tapi bisa dengan pelan-pelan mengeliminasi makanan yang menyebabkan inflamasi terlebih dulu. Pola makan sehat yang baru butuh konsistensi agar hasilnya kelihatan dan