ic-fd

Ramah Anak Kecil, Ini 5 Fakta Menarik Film ‘Na Willa’ Karya Ryan Adriandhy!

entertainment
author

diaan_acil・in 3 hours

detail-thumb

Kelihatannya sederhana, tapi ‘Na Willa’ diam-diam bikin hati hangat. Ini lima fakta menarik tentang film karya Ryan Adriandhy!

Selain film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’,  ada juga film ‘Na Willa’ yang hadir dengan pendekatan jauh lebih sederhana, tapi justru itu yang bikin dia terasa spesial. Film ini bukan tipe yang “heboh”, melainkan pelan, hangat, dan penuh detail kecil yang diam-diam bikin hati ikut bergerak. Menariknya lagi, di balik kesederhanaannya, ternyata ada banyak fakta seru yang bikin film ini layak banget kamu perhatiin lebih dekat.

Na Willa (Luisa Adreena) mengisahkan Na Willa, gadis 6 tahun yang menganggap dunia kecilnya di sebuah gang di Surabaya penuh keajaiban, hingga perubahan datang saat teman-temannya mulai bersekolah dan hidupnya terasa sepi. Saat akhirnya ikut sekolah, Na Willa justru menghadapi dunia baru yang asing, dan perlahan belajar bahwa tumbuh berarti berdamai dengan perubahan, serta menyadari bahwa keajaiban tidak hilang, hanya berpindah tempat.

Baca juga: Cocok Buat Anak Muda, Polytron Rilis Speaker Baru yang Compact dan Portable!

Diadaptasi dari buku anak 

Film ‘Na Willa’ diangkat dari buku karya Reda Gaudiamo berjudul ‘Na Willa: Serial Catatan Kemarin’, yang sudah dikenal sebagai salah satu karya sastra anak Indonesia yang cukup ikonik. Buku ini pertama kali terbit tahun 2012 dan punya gaya bercerita yang sederhana, tapi penuh rasa.

Yang bikin buku ini spesial adalah cara penulisnya menangkap hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, yang mungkin terlihat biasa saja, tapi sebenarnya menyimpan makna yang dalam. Nah, pendekatan inilah yang coba dipertahankan dalam versi filmnya. Jadi, buat kamu yang pernah baca bukunya, kemungkinan besar akan merasakan nostalgia yang kuat saat menonton.

Dari animasi ke live action

Sutradara Ryan Adriandhy sebelumnya dikenal lewat film animasi ‘Jumbo’, yang punya warna visual kuat dan dunia yang imajinatif. Tapi di ‘Na Willa’, ia justru memilih pendekatan yang berbeda, yaitu live action. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dengan format live action, emosi yang ingin disampaikan terasa lebih “dekat” dan nyata. Ekspresi karakter, interaksi antar tokoh, sampai detail kecil dalam kehidupan sehari-hari jadi lebih mudah dirasakan oleh penonton. Hasilnya, film ini terasa lebih personal, seolah kita ikut masuk ke dunia Na Willa, bukan sekadar menontonnya dari jauh.

Baca juga: Rawan Spoiler, Ini 5 Alasan Kenapa Film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’ Layak Kamu Tonton!

Perspektif anak-anak yang jujur dan apa adanya 

Salah satu kekuatan film ‘Na Willa’ ada di cara bercerita yang konsisten dari sudut pandang anak-anak. Ini bukan sekadar film tentang anak kecil, tapi benar-benar film yang “berpikir” seperti anak kecil. Artinya, cara melihat masalah, memahami dunia, sampai merespons hal-hal di sekitar semuanya terasa polos dan jujur. Hal-hal yang bagi orang dewasa terasa sepele, di mata anak-anak bisa jadi sesuatu yang besar dan penuh makna. Justru dari situlah, film ini terasa sangat relate, karena tanpa sadar, kita jadi diingatkan lagi dengan cara kita melihat dunia dulu.

Latar Surabaya tahun 1960-an yang aesthetic 

Secara visual, ‘Na Willa’ juga punya daya tarik yang kuat lewat latar waktu dan tempatnya. Film ini mengambil latar di Surabaya era 1960-an, yang ditampilkan dengan detail yang cukup autentik. Mulai dari rumah-rumah sederhana, suasana kampung, hingga benda-benda seperti radio dan perabot jadul, semuanya membantu membangun atmosfer yang hangat dan nostalgic. Buat sebagian penonton, ini mungkin terasa seperti perjalanan ke masa lalu. Tapi bahkan untuk yang nggak pernah mengalami era itu, suasananya tetap terasa akrab dan nyaman.

Baca juga: Seo In Guk Spill Chemistry dengan Jisoo di Drama Boyfriend on Demand!

Produksi child-friendly, ada jam tidur siang 

Selama proses syuting, Ryan Adriandhy menyediakan waktu khusus untuk tidur siang bagi para pemain dan kru. Setelah makan siang, seluruh tim diwajibkan istirahat sekitar 30 menit untuk recharge energi, terutama karena film ini melibatkan banyak aktor cilik. Bahkan, sang sutradara menyebut ini sebagai sesuatu yang jarang, atau bahkan belum pernah dilakukan di produksi film Indonesia lainnya.

Nggak cuma itu, lokasi syuting juga dibuat ramah anak, mulai dari bebas asap rokok sampai disediakan area bermain seperti playground. Tujuannya jelas, yaitu memastikan anak-anak tetap nyaman, happy, dan bisa tampil maksimal di depan kamera.

Itulah beberapa fakta menarik seputar film ‘Na Willa’. Bagi kamu yang penasaran dengan jalan ceritanya, atau bahkan ingin melihat imutnya para bintang cilik, film ‘Na Willa’ sudah dapat kamu saksikan di bioskop! 

 

Image: dok. Visinema