ic-fd

Kulit Jadi Lebih Sensitif Sebelum Menstruasi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

skincare
author

armeliafarah・in 3 hours

detail-thumb

Sebelum menstruasi, kulit tiba-tiba jadi lebih sensitif atau breakout? Ini penyebabnya dan cara menenangkan kulit yang bisa kamu coba.

Pernah nggak sih kamu ngerasa kulit tiba-tiba berubah jadi beda beberapa hari sebelum menstruasi? Yang biasanya baik-baik aja, mendadak jadi gampang jerawatan, kemerahan, atau bahkan terasa perih saat pakai skincare yang selama ini aman-aman saja. Nggak cuma itu, makeup juga jadi lebih tricky, lebih gampang crack, nggak nempel sempurna, atau malah bikin tekstur kulit makin kelihatan. Kalau kamu sering mengalami hal ini, kamu nggak sendirian karena ini bukan cuma perasaan kamu saja. Yes, ada penjelasan biologis di balik perubahan kulit menjelang menstruasi.

Baca juga: Meal Prep Is The New Self-Care: Rahasia Cewek Produktif Anti Ribet Setiap Hari

Perubahan hormon menjelang menstruasi itu nyata dan berdampak ke kulit

kulit sensitif

Beberapa hari sebelum menstruasi, tubuh kita lagi sibuk banget beres-beres secara hormonal. Kadar estrogen mulai menurun, sementara progesteron cenderung meningkat. Kombinasi ini ternyata punya efek langsung ke kondisi kulit, terutama dalam hal produksi minyak. Saat progesteron naik, kelenjar minyak di kulit jadi lebih aktif, sehingga wajah terasa lebih berminyak dari biasanya.

Pada saat yang sama, penurunan estrogen juga bikin kulit kehilangan salah satu pelindung alaminya yang biasanya membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Dilansir dari Healthline, sekitar 65% orang memang mengalami breakout yang lebih parah menjelang menstruasi. Hal ini terjadi karena perubahan hormon yang memicu peningkatan produksi minyak sekaligus peradangan pada kulit. Jadi kalau kamu merasa tiba-tiba muncul jerawat di area dagu atau rahang sebelum haid, itu bukan kebetulan itu bagian dari siklus alami tubuh kamu.

Bukan cuma jerawat, tapi kulit juga jadi lebih sensitif

kulit sensitif

Menariknya, efek hormon ini nggak berhenti di jerawat saja. Banyak orang juga merasa kulitnya jadi lebih sensitif, lebih gampang merah, perih, atau terasa nggak kuat pakai produk tertentu. Salah satu penyebabnya adalah skin barrier yang sedang melemah. Di fase ini, kulit jadi lebih sulit mempertahankan kelembapan dan perlindungan alaminya, sehingga lebih rentan terhadap iritasi.

Selain itu, perubahan hormon juga bisa memicu inflamasi ringan di dalam kulit. Ini yang bikin kulit terasa lebih reactive ke hal-hal kecil yang biasanya nggak masalah, jadi terasa mengganggu. Masih dilansir dari Healthline, perubahan hormon sebelum menstruasi juga berkontribusi pada peningkatan inflamasi, yang akhirnya bikin kondisi seperti kemerahan, breakout, dan sensitivitas jadi lebih terasa.

Makanya, nggak heran kalau di fase ini kamu merasa skincare biasa tiba-tiba nggak cocok dan saat pemakaiannya terasa perih, kulit gampang merah, dan bahkan ada beberapa area di wajah yang jadi kering, atau ada yang lebih berminyak di area lain. Semua ini nggak hanya kamu sendirian yang mengalami kok, aku juga setiap bulannya, selama masa PMS mengalami hal yang serupa! 

Baca juga: Post-Holiday Glow Down? Ini Cara Reset Routine Biar Balik On Track & Glow Up Lagi

Kenapa skincare yang biasa dipakai tiba-tiba nggak cocok?

Ini salah satu hal yang paling bikin bingung, suka merasa “Padahal aku nggak ganti produk apa-apa, kok tiba-tiba breakout?” Jawabannya itu karena kondisi kulit kamu yang berubah, bukan produknya. Saat skin barrier lagi lemah dan kulit lebih sensitif, bahan aktif yang biasanya aman, seperti exfoliating acids atau retinol bisa terasa lebih keras di kulit dari biasanya. Ibaratnya, kulit kamu lagi dalam kondisi lebih tipis, jadi responsnya juga lebih cepat dan lebih intens. 

Di fase ini, bukan berarti kamu harus stop semua skincare. Tapi ada beberapa jenis produk yang sebaiknya kamu kurangi dulu intensitasnya, yaitu pemakaian exfoliating acids seperti AHA, BHA, atau PHA jangan terlalu sering, hindari pemakaian skincare berbahan aktif seperti retinol, produk yang punya fragrance, dan terlalu banyak layering produk dalam satu kali proses pakai skincare. Pengurangan dari penggunaan produk di atas ini memiliki tujuan simpel, yaitu biar kulit kamu nggak semakin overwhelmed

Fokus ke menenangkan dan memperkuat skin barrier di fase ini

kulit sensitif

Daripada melakukan banyak treatment, di fase ini lebih baik kamu fokus ke menenangkan dan memperkuat skin barrier. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan itu mulai pilih skincare dengan kandungan yang menenangkan, seperti centella asiatica, ceramide, dan hyaluronic acid. Selain itu, kamu juga bisa gunakan cleanser yang gentle dan nggak memberikan sensasi kulit terasa ketarik, pastikan juga kulit terhidrasi dengan baik, dan terakhir kamu bisa kurangi eksperimen skincare baru. 

Di fase ini, prinsipnya adalah less is more. Semakin simpel rutinitas kamu, biasanya kulit akan lebih cepat tenang.  Walaupun kondisi ini normal, ada beberapa tanda yang sebaiknya nggak kamu abaikan, yaitu jerawat hormonal yang sangat parah atau terasa sakit, kulit sensitif yang terjadi terus-menerus, dan reaksi kulit yang makin sering muncul tanpa sebab jelas. 

Kalau kamu mengalami hal-hal di atas, konsultasi ke dokter kulit bisa jadi langkah terbaik untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi. Perubahan kondisi kulit menjelang menstruasi adalah hal yang sangat wajar. Ini adalah respon alami tubuh terhadap fluktuasi hormon yang memang terjadi setiap bulan.

Baca juga: Panas di Luar, Kering di Ruangan AC? Coba Barrier Rescue Routine dengan Duo B5 Ini

Jadi, saat kulit kamu tiba-tiba jadi lebih sensitif atau gampang breakout, coba lihat ini sebagai sinyal bahwa tubuh kamu lagi beradaptasi, bukan berarti kamu salah pilih skincare. Dengan sedikit penyesuaian dan pendekatan yang lebih gentle, biasanya kulit kamu akan kembali normal setelah fase ini lewat.

Images: Dok. iStock