Kalau kamu sering merasa nggak nyaman ketika menstruasi, coba terapkan posisi tidur ini supaya nyerinya berkurang!
Nyeri menstruasi memang bisa datang bersamaan dengan perut bagian bawah terasa melilit, pinggang pegal, badan nggak enak, sampai susah cari posisi nyaman buat rebahan. Nggak heran kalau banyak yang akhirnya merasa kualitas tidurnya jadi menurun saat menstruasi, terutama di hari pertama dan kedua yang biasanya jadi fase paling terasa nggak nyaman. Padahal, saat tubuh sedang mengalami kram menstruasi, istirahat yang cukup justru penting untuk membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi rasa tidak nyaman.
Baca juga: 5 Cara Atasi Kelelahan setelah Perjalanan Mudik Biar Badan Fresh Lagi!
Kabar baiknya, ada beberapa posisi tidur untuk meredakan nyeri menstruasi yang bisa membantu tubuh terasa lebih nyaman saat istirahat. Mungkin terdengar sepele, tapi posisi tidur ternyata bisa memengaruhi tekanan pada area perut, punggung bawah, hingga otot panggul yang sering terasa tegang saat menstruasi. Dengan posisi yang tepat, tubuh bisa lebih rileks dan kram pun terasa lebih manageable. Kalau kamu sering gelisah semalaman karena perut terasa nyut-nyutan saat datang bulan, lima posisi tidur ini bisa banget dicoba.
Tidur menyamping ke kiri

Kalau kamu terbiasa tidur miring, coba pilih posisi tidur menyamping ke kiri saat sedang menstruasi. Posisi ini sering dianggap lebih nyaman karena dapat membantu tubuh tetap rileks tanpa memberi tekanan berlebih pada bagian perut bawah. Tidur miring juga membantu menjaga postur tulang belakang tetap lebih natural dibanding posisi tengkurap, yang justru bisa membuat area perut makin tertekan. Beberapa orang juga merasa posisi ini membantu mengurangi rasa begah atau nggak nyaman di area perut saat menstruasi. Supaya manfaatnya lebih terasa, kamu bisa memeluk guling atau bantal agar tubuh bagian atas dan bawah lebih tertahan, sehingga nggak gampang berubah ke posisi yang bikin kram makin terasa.
Tidur meringkuk seperti posisi janin
Salah satu posisi tidur untuk mengurangi nyeri menstruasi yang sering direkomendasikan adalah posisi janin atau fetal position yaitu tidur menyamping sambil menekuk lutut ke arah dada. Posisi ini dianggap nyaman karena bisa bantu mengendurkan otot-otot di sekitar perut, panggul, dan punggung bawah yang biasanya ikut menegang saat menstruasi. Selain itu, posisi meringkuk juga dapat mengurangi tekanan pada area abdomen, sehingga rasa kram terasa sedikit lebih ringan. Kalau kamu sadar, ketika kamu otomatis melipat badan saat menstruasi, ternyata tubuhmu mungkin memang sedang mencari posisi yang paling suportif untuk mengurangi rasa sakit, lho. Biar makin nyaman, kamu juga bisa menambahkan bantal kecil di antara lutut supaya area pinggang dan panggul terasa lebih rileks.
Baca juga: Lagi Struggle sama Jerawat dan Bekasnya? Ini 5 Skincare yang Bisa Mengatasinya!
Tidur telentang

Buat yang nggak nyaman tidur miring, tidur telentang juga bisa jadi salah satu posisi yang aman dan nyaman saat menstruasi, kok. Kamu juga bisa meletakkan bantal di bawah lutut untuk menjaga tulang belakang dan punggung bawah tetap dalam posisi netral, sehingga tekanan pada area pinggang dan panggul bisa berkurang. Saat sedang menstruasi, nyeri sering kali nggak cuma terasa di perut, tapi juga menjalar ke punggung bawah, jadi posisi telentang yang suportif bisa membantu tubuh terasa lebih “ringan”. Selain itu, posisi ini juga meminimalkan tekanan langsung pada rahim dan perut bagian bawah. Kalau kamu ingin sensasi yang lebih soothing, kamu bisa kombinasikan dengan kompres hangat di area perut sebelum tidur agar tubuh lebih cepat relaks.
Tidur dengan bantal tambahan di bawah perut atau pinggang

Kadang, bukan cuma posisi tubuh yang berpengaruh, tapi juga cara menopang area tubuh yang terasa nggak nyaman. Kalau kamu sering merasa nyeri menstruasi disertai pegal di pinggang atau punggung bawah, coba tambahkan bantal tipis di area yang terasa “butuh support”. Misalnya, saat tidur menyamping, kamu bisa menaruh bantal kecil di depan perut atau di belakang punggung supaya tubuh terasa lebih stabil dan nggak gampang berubah posisi saat tidur. Sementara kalau tidur telentang, bantal di bawah lutut atau punggung bawah bisa membantu mengurangi ketegangan otot. Trik ini memang sederhana, tapi cukup efektif karena tubuh jadi tidak “menahan beban” sendiri selama tidur. Intinya, semakin rileks otot-otot tubuh saat istirahat, biasanya rasa kram juga akan terasa lebih mudah ditoleransi.
Hindari tidur tengkurap

Di antara berbagai posisi tidur, tidur tengkurap justru termasuk yang sebaiknya dihindari saat sedang mengalami nyeri menstruasi. Alasannya, posisi ini memberi tekanan langsung pada area perut dan panggul, yang justru bisa membuat kram terasa lebih intens atau nggak nyaman. Selain itu, tidur tengkurap juga sering membuat leher dan punggung bawah berada dalam posisi yang kurang ideal, sehingga badan terasa lebih pegal saat bangun tidur. Kalau kamu memang terbiasa tidur tengkurap dan sulit mengubah kebiasaan, coba pelan-pelan transisi ke posisi miring dengan bantuan guling atau bantal tubuh agar lebih mudah beradaptasi. Mungkin awalnya terasa agak asing, tapi tubuh biasanya akan lebih cepat rileks ketika tekanan di area perut berhasil dikurangi.
Baca juga: Ikuti 5 Tips Diet saat Puasa agar Berat Badan Turun, Tanpa Bikin Lemas!
Selain mencari posisi tidur yang nyaman saat menstruasi, ada beberapa kebiasaan kecil yang juga bisa membantu tubuh lebih tenang sebelum tidur, misalnya mandi air hangat atau menempelkan kompres hangat di perut selama beberapa menit untuk membantu otot rahim yang berkontraksi jadi lebih rileks. Kamu juga bisa menghindari konsumsi kafein berlebihan di malam hari, karena tubuh yang terlalu “aktif” justru bisa bikin susah tidur saat badan sedang nggak nyaman. Beberapa orang juga merasa lebih nyaman tidur dengan pakaian longgar, kasur yang cukup empuk, dan pencahayaan kamar yang redup agar tubuh lebih cepat masuk ke mode istirahat. Kalau nyerinya cukup mengganggu, kamu juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter atau tenaga kesehatan.
Itu dia beberapa posisi tidur yang bisa kamu terapkan ketika lagi menstruasi. Jadi, kalau kamu merasa nyeri menstruasi yang dialami “beda” dari biasanya atau semakin berat dari bulan ke bulan, sebaiknya jangan hanya mengandalkan posisi tidur atau kompres hangat saja, tapi juga konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, ya!
Image: iStock



