
Takut kolesterol naik setelah makan-makan Lebaran? Nggak harus serba pantang, kuncinya ada di cara menikmati opor, rendang, dan kue kering dengan porsi yang lebih sadar dan seimbang.
Lebaran memang identik dengan makanan enak yang sulit ditolak. Mulai dari opor, rendang, sambal goreng ati, sampai kue kering, semuanya terasa sayang untuk dilewatkan. Tapi kalau disantap berlebihan selama beberapa hari, menu favorit ini bisa jadi salah satu pemicu kolesterol naik setelah Lebaran. But no worries, kamu tetap bisa menikmati semuanya lewat mindful eating yang tetap realistis dan nyaman dijalani.
Baca juga: Ide Makeup dan Hijab agar Tampil Fresh di Hari Lebaran
Kenapa makanan Lebaran berisiko tinggi bikin kolesterol naik? Banyak hidangan Lebaran tinggi lemak jenuh, santan, garam, dan kalori. Kombinasi ini bisa memicu kolesterol naik, apalagi kalau kamu makan dalam porsi besar dan berulang dari satu rumah ke rumah lain. Jeroan seperti ati, kuah santan berlebih, daging merah seperti rendang, serta camilan manis dan gurih juga sering jadi “jebakan” yang bikin tubuh terasa lebih berat setelahnya.

Mindful eating bukan berarti harus menghindari semua makanan favorit. Intinya adalah makan dengan lebih sadar: tahu kapan lapar, kapan kenyang, dan nggak asal ambil semua yang ada di meja. Dengan cara ini, kamu tetap bisa menikmati momen makan tanpa merasa terlalu begah atau kalap.
Mulai dari ambil porsi kecil dulu, lalu pilih menu yang benar-benar ingin kamu makan. Kalau sudah makan opor dan rendang, coba skip tambah kuah atau batasi jeroan. Jangan gabungkan makan berat, kue, dan minuman manis dalam satu sesi sekaligus. Selingi juga dengan air putih, tambah asupan buah atau sayur saat di rumah, dan usahakan tetap aktif bergerak ringan setelah makan, misalnya jalan kaki 10–15 menit.
Baca juga: 10 Tips Sehat Saat Mudik Lebaran: Bye Begah, Pegal, dan Mabuk Perjalanan!
Kalau kamu punya riwayat kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, atau ada faktor risiko dalam keluarga, sebaiknya lebih mindful saat menyantap makanan Lebaran. Ingat, kolesterol tinggi sering nggak menimbulkan gejala, jadi jangan tunggu tubuh terasa “nggak enak” dulu untuk mulai lebih jaga pola makan ya.
Images: Dok. iStock