
Uban di usia muda sering bikin kaget saat pertama kali muncul, padahal fenomena ini sebenarnya cukup umum dan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik hingga gaya hidup sehari-hari.
Lagi santai nyisir rambut atau lagi hair styling sebelum keluar rumah, lalu ada satu helai rambut putih yang muncul di antara rambut hitam. Reaksi pertama biasanya sama: kaget. Banyak orang langsung berpikir, “Kok udah ada uban?” padahal usia masih 20-an.
Padahal sebenarnya, uban di usia muda bukan hal yang seaneh itu. Bahkan cukup banyak orang mulai menemukannya lebih cepat dari yang mereka kira. Meskipun sering diasosiasikan dengan bertambahnya usia, rambut beruban juga bisa muncul lebih awal karena beberapa faktor tertentu. Jadi, kalau kamu baru menemukan satu atau dua helai uban, sebenarnya masih tergolong normal.
Baca juga: Bingung Pilih Dyson Mana yang Cocok Untukmu? Cek Review 4 Varian Ini!

Pertama-tama, penting untuk tahu bahwa rambut beruban terjadi ketika produksi melanin di folikel rambut mulai menurun. Melanin adalah pigmen yang memberi warna pada rambut, jadi kalau produksinya berkurang, rambut yang tumbuh bisa terlihat abu-abu atau bahkan putih.
Namun, proses ini tidak selalu terjadi karena faktor usia saja. Dalam banyak kasus, penyebab uban di usia muda juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Jika orang tua mulai beruban lebih cepat, kemungkinan besar kamu juga akan mengalaminya. Selain itu, gaya hidup juga bisa ikut berperan. Misalnya, stres berkepanjangan, kurang tidur, atau pola makan yang kurang seimbang dapat berpengaruh untuk kesehatan rambut secara keseluruhan. Bahkan, kekurangan nutrisi tertentu seperti vitamin B12 juga sering dikaitkan dengan munculnya uban lebih cepat.

Setelah menemukan uban pertama, refleks banyak orang biasanya langsung mencabutnya. Namun sebenarnya, ada satu mitos yang sering beredar yaitu mencabut uban bisa membuat uban tumbuh lebih banyak. Faktanya, satu folikel rambut hanya bisa menghasilkan satu helai rambut, jadi mencabut uban nggak akan membuat uban lain tiba-tiba bermunculan.
Tapi, mencabut rambut terlalu sering juga tidak terlalu disarankan. Kebiasaan ini bisa membuat folikel rambut menjadi lemah, bahkan bisa membuat rambut tumbuh lebih tipis di area tersebut. Oleh karena itu, kalau hanya satu atau dua helai, kamu bisa membiarkan uban. Tapi kalau mulai mengganggu penampilan, mewarnai rambut juga bisa jadi solusi yang cukup praktis
Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026 yang Banyak Dicari di Google, Ini Inspirasi dari Brand Lokal!

Kabar baiknya, meskipun faktor genetik tidak bisa diubah, beberapa kebiasaan sehat bisa membantu memperlambat munculnya uban di usia muda. Misalnya dengan menjaga asupan nutrisi yang cukup, terutama vitamin B12, zat besi, dan antioksidan yang penting untuk kesehatan rambut.
Selain itu, mengelola stres, tidur yang cukup, serta menjaga kesehatan kulit kepala juga bisa membantu rambut tetap kuat dan sehat. Jadi, kalau kamu menemukan uban di usia muda, nggak perlu langsung panik. Anggap saja itu bagian kecil dari perubahan alami tubuh dan yang penting, rambut tetap dirawat dengan baik
Image: iStock