ic-fd

Anak Susah Fokus dan Mudah Lelah Saat Belajar, Normalkah? Ini Penjelasannya

sponsored post
author

Rahmidav・in 6 hours

detail-thumb

Untuk sebagian orang tua, momen belajar di rumah sering terasa menantang dan penuh drama. Di satu sisi, orang tua ingin mendampingi anak dengan sabar, tetapi juga khawatir: anak susah fokus, sedang malas, atau ada sesuatu yang harus diwaspadai? 

 

Dilansir American Academy of Clinical Neuropsychology, ternyata anak susah fokus dan mudah lelah saat belajar bisa saja normal, lho. Terutama jika anak ada di usia tertentu. Namun, kondisi ini juga bisa jadi sinyal bahwa rutinitas lingkungan atau kebutuhan dasar anak (tidur, aktivitas fisik, dan nutrisi) belum sepenuhnya tercukupi. 

Kenapa anak susah fokus dan cepat lelah? 

Fokus merupakan keterampilan yang bertumbuh secara bertahap, bukan bakat bawaan. Itulah sebabnya, rentang perhatian anak memang lebih pendek dibanding orang dewasa. Biasanya hanya sekitar 3–5 menit dikali usia (tahun). 

Baca juga: Lagi Ngerasa Down? Coba Baca 5 Buku Ini Untuk Meningkatkan Mental Health-mu!

Jadi, anak usia 6 tahun, misalnya, wajar bisa hanya fokus sekitar belasan hingga dua puluhan menit (bergantung tugas, minat, dan kondisinya). 

Mudah lelah juga bisa jadi normal bila anak punya jadwal yang padat, kurang tidur, atau banyak terpapar distraksi (smartphone, notifikasi, suara TV). Nah, anak yang kelelahan sering tampak seperti tidak fokus, padahal akar masalahnya adalah otak dan tubuh yang kekurangan energi pemulihan. 

 

Tips tingkatkan fokus dan energi belajar anak

Orang tua bisa lakukan beberapa cara ini untuk membantu meningkatkan fokus dan energi anak saat belajar: 

  1. Terapkan belajar pendek dan jeda cepat: 15–20 menit belajar, 3–5 menit jeda. 
  2. Bersihkan distraksi lingkungan: televisi atau smartphone
  3. Jadwalkan belajar di jam energi terbaik: setelah bangun tidur siang, misalnya. 
  4. Prioritaskan tidur sesuai kebutuhan dan usianya. 
  5. Pastikan dukungan nutrisi harian cukup. 

Khusus soal nutrisi, terutama jika anak picky eater atau asupan hariannya “bolong-bolong”, kamu bisa bantu dengan suplemen sebagai salah satu dukungan. Tentu, prinsipnya adalah pelengkap, bukan pengganti makan dan tidur. 

 

Scott’s Emulsion dukung nutrisi harian anak

Scott's Emulsion, solusi anak kurang fokus

Salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan memelihara kesehatan tubuh adalah dengan mengonsumsi Scott’s Emulsion yang sudah ada sejak tahun 1981.

Scott’s Emulsion mengandung Omega 3 dan Vitamin A&D, yang bermanfaat dalam membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian tertentu. Scott’s Emulsion hadir dalam bentuk emulsi, sehingga kandungan omega 3 lebih mudah diserap oleh tubuh.

Baca juga: Gut Health: Kenapa Menjaga Kesehatan Usus Jadi Tren Wellness 2026?

Selain Scott’s Emulsion Original 400 ml, ada pula Scott’s Emulsion Vita dengan ukuran 200 ml dan 400 ml. Berbeda dengan Scott’s Emulsion Original, varian Scott’s Emulsion Vita hadir dengan rasa jus jeruk dan mengandung kalsium, sehingga dapat membantu pertumbuhan tulang serta gigi yang kuat.

Seluruh varian Scott’s Emulsion telah tersertifikasi halal dan bisa dikonsumsi untuk anak dari mulai 1 tahun. Baca dosis dan aturan pakai saat mengonsumsinya:

  • Anak-anak 1-6 tahun: 1 sendok makan penuh (15 ml) 1 kali sehari
  • Anak-anak 7-12 tahun: 1 sendok makan penuh (15 ml) 2 kali sehari
  • Usia diatas 12 tahun: 1 sendok makan penuh (15 ml) 3 kali sehari

Scott’s Emulsion telah tersedia di apotek, supermarket, maupun e-commerce favorit.

Referensi:
Betts, Jennifer & McKay, Jenny & Maruff, Paul & Anderson, Vicki. (2006). The Development of Sustained Attention in Children: The Effect of Age and Task Load. Child neuropsychology : a journal on normal and abnormal development in childhood and adolescence. 12. 205-21. 10.1080/09297040500488522. 

 

Images: Dok. Scott’s Emulsion