lifestyle
in 5 hours
Minggu Pertama Puasa di Tanah Suci, Ini Pengalaman Ramadan yang Paling Berkesan
Dari buka puasa bersama di masjid hingga ibadah sepanjang malam, ini pengalaman menjalani Ramadan satu minggu di tanah suci.
Menjalani Ramadan di tanah suci menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Selama satu minggu berada di Arab Saudi, aku merasakan langsung bagaimana suasana puasa di dua kota yang selalu dipenuhi jamaah dari berbagai negara, yaitu Madinah dan Makkah. Mulai dari momen berbuka puasa bersama ribuan orang di pelataran masjid, kebiasaan saling berbagi makanan antar jamaah, hingga ritme ibadah yang terasa hampir berjalan sepanjang hari.
Bagi banyak orang, Ramadan di tanah suci bukan hanya tentang menjalani ibadah di tempat yang istimewa, tapi juga merasakan kebersamaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia. Selama beberapa hari di sana, ada banyak momen kecil yang ternyata justru terasa paling berkesan.
Baca juga: 4 Hotel Buffet Terbaik untuk Buka Puasa Bareng Bestie dan Keluarga
Suasana buka puasa yang sangat hangat di Masjid al-Haram

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah bisa sahur dan menjalankan ibadah di Masjid Nabawi dari siang sampai sore hari, kemudian berbuka puasa di Masjid al-Haram. Menjelang waktu magrib, pelataran masjid biasanya sudah dipenuhi jamaah yang duduk berjejer di atas karpet panjang yang disiapkan untuk iftar.

Di depan setiap orang, biasanya sudah tersedia paket sederhana untuk berbuka puasa, seperti kurma, air zamzam, roti, hingga yogurt atau susu. Menariknya, banyak juga jamaah yang membawa makanan sendiri, lalu membagikannya kepada orang di sekitar mereka. Bahkan jika kamu datang sendirian, hampir pasti akan ada orang yang menawarkan makanan untuk berbuka. Suasananya terasa sangat hangat karena semua orang berbuka bersama, meski berasal dari negara yang berbeda dan nggak saling mengenal, lho!
Kota yang tetap hidup hingga dini hari

Setelah berbuka puasa dan melaksanakan salat tarawih, aktivitas di kota ternyata belum berhenti. Di sekitar Masjid al-Haram, banyak restoran dan kafe yang tetap ramai hingga tengah malam bahkan menjelang sahur. Banyak jamaah yang memanfaatkan waktu malam untuk beribadah, mulai dari salat, membaca Al-Qur’an, hingga melakukan tawaf. Karena itu, ritme harian selama Ramadan di Makkah terasa sedikit berbeda dibandingkan di Indonesia. Kota tetap hidup hingga dini hari, lalu kembali ramai menjelang waktu sahur.
Baca juga: Mengusung Tema “Tenang, Kuatkan Langkahmu”, Lihat 4 Inisiatif yang Dilakukan Wardah selama Ramadan!
Melihat Ramadan dari perspektif yang berbeda

Menghabiskan satu minggu Ramadan di Madinah dan Makkah memberikan perspektif yang berbeda tentang bulan suci ini. Melihat ribuan orang dari berbagai negara berkumpul untuk beribadah, berbuka puasa bersama, dan saling berbagi makanan menciptakan suasana yang terasa sangat hangat.

Pengalaman ini juga membuatku menyadari bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang kebersamaan dan rasa saling peduli. Momen-momen sederhana selama satu minggu di tanah suci itu pun akhirnya menjadi pengalaman Ramadan yang paling berkesan buatku.
Baca juga: Kaya Manfaat untuk Kesehatan, Yuk Kenalan dengan Beragam Jenis Kurma!
Adakah yang punya pengalaman serupa? Boleh berbagi di kolom komentar!
Images: Dok. Female Daily/armeliafarah, Dok. Female Daily/sekarapita



