modest
in 5 hours
Intip Tren Fashion di Saudi Hingga Rangkaian Koleksi Modest Wear Berskala Internasional
Dari Riyadh ke runway dunia, tren fashion Saudi hadir dengan perspektif baru. Intip tren, desainer, dan arah mode global yang semakin inklusif.
Dalam satu dekade terakhir, peta industri mode global mengalami pergeseran menarik. Modest fashion yang dulu sering dianggap terbatas, kini justru menjelma sebagai pernyataan gaya yang modern, relevan, dan berkelas. Salah satu penggerak utamanya datang dari Saudi Arabia, lewat generasi baru desainer yang berhasil memadukan nilai tradisi dengan estetika kontemporer.
Para desainer Saudi nggak hanya menciptakan busana, tetapi juga menghadirkan sudut pandang baru tentang bagaimana modest wear bisa tampil ekspresif tanpa kehilangan identitas. Hasilnya, koleksi mereka kini melenggang di berbagai panggung internasional dan menginspirasi perempuan dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Baca juga: Gandeng LISA BLACKPINK, Lirik Koleksi NikeSKIMS Spring ’26 yang Terinspirasi dari Ballerina!
Abaya dan hijab dalam interpretasi modern

Abaya dan hijab, yang selama ini identik dengan kesederhanaan, kini hadir dengan wajah baru. Palet warna nggak lagi terpaku pada hitam, melainkan berkembang ke nuansa pastel, earthy, hingga warna-warna bold yang chic. Potongannya pun semakin variatif, dengan siluet modern dan material yang ringan serta flowy.
Hijab juga berevolusi menjadi elemen gaya yang personal. Mulai dari sutra, chiffon, hingga katun, permainan tekstur dan motif menjadikan hijab sebagai simbol kepercayaan diri sekaligus individualitas perempuan masa kini. Perpaduan antara akar budaya dan ekspresi personal inilah yang menguatkan posisi fashion Saudi di panggung global
Desainer Saudi di panggung dunia

Razan Alazzouni, lewat koleksi Monotone di Riyadh Fashion Week 2025, menampilkan desain yang understated namun kuat secara karakter. Sementara HINDAMME menghadirkan koleksi Hejaz yang terinspirasi dari warisan Saudi bagian barat, dikemas dalam sentuhan modern. Keduanya telah membawa karya mereka ke berbagai fashion week dunia, mulai dari London hingga New York
Bagi perempuan Indonesia, pendekatan ini terasa dekat. Modest wear sudah lama menjadi bagian dari keseharian, dan tren dari Saudi memberi inspirasi baru tentang bagaimana tampil rapi, nyaman, sekaligus stylish untuk berbagai aktivitas.
Baca juga: Raline Shah Tampil Anggun di Sundance 2026, Kenakan Karya Sapto Djojokartiko
Dari Riyadh ke Jeddah: Street Style sebagai bahasa perubahan

Menyusuri jalanan Riyadh atau Jeddah, kita bisa melihat bahasa budaya baru yang sedang tumbuh. Anak muda memadukan jins dengan tunik panjang, menafsirkan ulang keffiyeh tradisional, serta memasangkan sneakers dengan abaya kasual. Lebih dari sekadar gaya, ini adalah evolusi budaya. Anak muda Saudi membuktikan bahwa tradisi bukan berarti tertinggal. Justru sebaliknya, tradisi bisa menjadi pijakan untuk membentuk identitas modern yang kuat dan autentik.
Dari Riyadh ke Indonesia: Isyarat arah mode baru
Riyadh Fashion Week 2025 kini tampil sebagai salah satu barometer global untuk perkembangan modest wear. Kolaborasi internasional, seperti debut kapsul Vivienne Westwood yang memadukan couture Inggris dengan detail bordir artisan Saudi, memperlihatkan bagaimana budaya lokal bisa diterjemahkan ke dalam bahasa fashion global.
Bagi Indonesia, pergeseran ini terasa selaras. Modest fashion di Tanah Air bukan hanya tren musiman, melainkan gaya hidup. Hal ini tercermin dari berbagai ajang fashion lokal yang semakin mengedepankan desain wearable, layering ringan, dan kualitas material yang mendukung kenyamanan.

Apa yang disinyali Riyadh untuk 2026 adalah perpaduan identitas budaya yang kuat dengan gaya global yang lebih membumi, sebuah cermin dari perjalanan Indonesia sendiri. Tahun ini, para desainer semakin merangkul heritage dengan sentuhan ringan dan wearable, sementara dunia fashion global mulai menoleh pada suara-suara yang mampu menerjemahkan budaya melalui kenyamanan, iklim, dan rasa percaya diri.
Baca juga: Backstage Dior Men’s Winter 2026–2027: Natural Futuristic Grooming is the New Luxury
Di tengah era ketika fashion tak lagi soal kebisingan, melainkan makna, Indonesia berada pada posisi tepat untuk menghadirkan suara yang relevan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Image: dok. Saudi Tourism Authority



