beautiful people

Mendapatkan Lifetime Beauty Achievement Award, Intip Perjalanan Nurhayati Subakat dalam Membangun Paragon!

seo-img-article

Sosok di balik perusahaan kecantikan Paragon, Nurhayati Subakat, punya banyak cerita dalam membangun brand nya sejak dulu, hingga sebesar sekarang!

Di industri kecantikan lokal, nama Nurhayati Subakat sangat dikenal oleh masyarakat. Ia bukan hanya pendiri salah satu beauty brand terbesar di Indonesia, Wardah, tapi juga pioneer yang membantu mengubah wajah industri kecantikan halal di Tanah Air. Perjalanan Nurhayati membangun bisnis dari nol hingga menjadi sangat besar di bawah PT. Paragon Technology and Innovation juga bukan perjalanan yang kilat, melainkan berkaitan dengan dengan ketekunan, visi, dan nilai yang bertahan lama. Tepat pada bulan Desember lalu, beliau juga mendapatkan Lifetime Beauty Achievement Award di Female Daily Best of Beauty Awards sebagai penghargaan untuk kontribusi besarnya di industri kecantikan Indonesia. Kamu pasti penasaran kan, seperti apa perjalanan Nurhayati Subakat dalam membangun Paragon? Simak artikelnya, ya!

Baca juga: Jadi Pilihan Editor Female Daily di FD Best of Beauty Awards, 5 Produk Ini Worth It untuk Dicoba!

Mengenal sosok Nurhayati Subakat lebih jauh

Nurhayati Subakat Paragon

Nurhayati Subakat lahir pada 27 Juli 1950 di Padang Panjang, Sumatra Barat, dalam keluarga yang menanamkan nilai disiplin dan kerja keras sejak dini. Ia menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mengambil jurusan Farmasi, sebuah pilihan yang ternyata akan jadi fondasi kuat dalam karier dan perjalanan bisnisnya. Setelah lulus, ia bekerja sebagai apoteker di rumah sakit di kampung halamannya dan pengalaman inilah yang kemudian membawanya ke Jakarta bersama sang suami, di mana ia bekerja di industri kosmetik sebagai staf quality control. Dari pengalaman tersebut, dirinya semakin terbuka dengan berbagai wawasan dan pengetahuan mendalam tentang standar kualitas produk kecantikan.

Dari produk rumahan hingga brand salon

Setelah lima tahun bekerja di perusahaan kosmetik di Jakarta, Nurhayati Subakat memutuskan untuk berhenti demi fokus pada keluarga sekaligus mengejar peluang baru. Modal utama yang dimilikinya saat itu adalah ilmu farmasi dan pengalaman industri kosmetik. Pada tahun 1985, ia bersama suaminya memulai bisnis rumahan bernama PT. Pusaka Tradisi Ibu, dengan memproduksi sampo salon berlabel “Putri” di rumah sendiri. Ia bahkan pernah menjual produknya dari salon ke salon secara langsung. Hal tersebut bukan hal yang gampang di masa itu, tapi justru dari sana ia menemukan market serta membangun kepercayaan konsumen secara perlahan.

Baca juga: Bikin Tubuh Rileks, Intip 5 Salon, Spa, dan Clinic yang Menang di FD Best of Beauty Awards!

Lahirnya Wardah dengan visi kosmetik halal

Nurhayati Subakat Paragon

Nurhayati Subakat membaca tren kebutuhan konsumen muslimah di Indonesia sejak awal tahun 1990-an, ketika awareness tentang kosmetik halal mulai tumbuh. Yes, inilah momen penting yang membuatnya menciptakan brand Wardah pada 1995, yang diposisikan sebagai kosmetik halal pertama di Indonesia. Wardah memang bukan brand yang langsung meledak pada saat itu, tapi berkat kualitas produk dan branding yang konsisten, Wardah bisa mendapatkan perhatian luas secara perlahan, terutama di kalangan perempuan muslim. Pada tahun 2009 juga jadi salah satu titik balik, terutama ketika ada momentum tren hijabers. Saat itulah, popularitas Wardah semakin melesat dan dikenal luas.

Paragon Corp jadi salah satu pemain utama di industri kecantikan Indonesia

Keberhasilan Wardah ternyata membuka jalan bagi pertumbuhan bisnis yang lebih besar dan pada tahun 2011, perusahaan yang awalnya bernama PT. Pusaka Tradisi Ibu resmi berubah menjadi PT. Paragon Technology and Innovation. Sekarang, Paragon juga membawahi sederet brand populer selain Wardah, seperti Make Over, Emina, Kahf, Labore, Crystallure, Instaperfect, Biodef, Putri, OMG, Tavi, Wonderly, dan Earth Love Life. Bahkan, Wardah sendiri menyumbang lebih dari 70% pendapatan total Paragon, sekaligus jadi simbol dominasi produk lokal di industri kecantikan Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Nurhayati Subakat, Paragon bukan cuma sekadar perusahaan kosmetik biasa, melainkan tumbuh menjadi organisasi besar yang mempekerjakan puluhan ribu orang dan membangun pusat riset yang berkualitas serta fasilitas produksi berskala besar. 

Baca juga: Wajib Coba di 2026, Ini 4 Parfum Pemenang FD Best of Beauty Awards!

Itulah perjalanan Nurhayati Subakat dalam membangun membangun Paragon Corp. Satu hal yang pasti, mimpi besar itu harus dimulai dari langkah kecil penuh ketekunan, visi yang kuat, dan komitmen pada nilai. So if you’re dreaming big too, don’t be afraid to go for it!

 

Image: Dok. News

Slow Down

Please wait a moment to post another comment