salon spa clinic

Efek Botox di Wajah Berubah dan Makin Singkat? Kenali Risiko Resistensi yang Perlu Diwaspadai

seo-img-article

Fenomena baru di dunia estetika yang mulai jadi kekhawatiran banyak pengguna botox. Simak solusinya ya!

 

Beberapa tahun terakhir, botox bukan lagi jadi hal tabu. Perawatan ini sudah jadi bagian dari self-improvement banyak orang, mulai dari selebriti, pekerja kantoran, sampai beauty enthusiast yang ingin tampilan wajah lebih halus, snatched dan fresh.

Tapi belakangan, ada satu buzz baru yang membuat banyak orang, terutama pengguna botox, mulai bertanya-tanya: kenapa hasil botox nggak sama seperti biasanya dan efeknya lebih cepat hilang? Hal ini bukan sekadar rumor atau cerita anonim, karena salah satu beauty influencer ternama, Hellua (@thelipstickmafiaaa), ikut share pengalamannya melalui Instagram Story. 

botox resistance, Hellua

Hellua, yang selama ini menjalani perawatan botox secara rutin setiap setahun sekali, merasa ada yang berbeda setelah sesi terakhirnya. Pada kunjungan tersebut, ia menerima suntikan sebanyak 50 unit, jumlah yang selama ini sudah lebih dari cukup untuk hasil maksimal. Namun kali ini, efek yang muncul nggak merata dan memudar hanya dalam waktu dua bulan.

“Biasanya 50 unit saja sudah cukup banget. Tapi kali ini hasilnya belum maksimal dan cepat hilang,” ungkapnya dalam unggahan tersebut. Dan benar saja, efek botox tetap berkurang drastis dengan penambahan sekalipun. Padahal, Hellua mengaku bahwa sebelumnya, ia pernah mengulang perawatan setelah enam bulan hingga satu tahun, di mana efek perawatan baru pudar dalam kurung waktu enam bulan.

Baca juga: The Elixir: Serum Super Canggih dari Agustinus Bader!

Situasi ini mendorong Hellua untuk mencari second opinion ke Dermalogia Clinic dan berkonsultasi dengan dr. Arini Widodo. Dari sesi konsultasi tersebut, muncul satu dugaan: Hellua mengalami resistensi terhadap botox.

 

Apa Itu Resistensi Botox?

Dalam dunia medis, resistensi botox bukan hal yang sepenuhnya baru. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika tubuh membentuk antibodi yang membuat toksin botulinum (botox) tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya. Artinya, meskipun dosis ditambah, efek tetap tidak signifikan atau bertahan jauh lebih singkat dari biasanya.

Baca juga: Jaga Kulit Tetap Awet Muda, Ini 3 Serum Collagen Booster yang Wajib Dicoba!

Pada kondisi normal, efek botox dapat bertahan antara 3–6 bulan. Pada beberapa orang yang metabolisme tubuhnya lambat, efek bisa bertahan hingga hampir satu tahun. Jadi, hilangnya efek dalam 1–2 bulan bukanlah hal yang lazim.

 

Kenapa resistensi botox bisa terjadi?

Menurut dr. Arini, 50 unit saja seharusnya sudah berpengaruh besar dan efeknya bisa bertahan sampai 6 bulan. Resistensi bisa terjadi ketika tubuh mulai mengenali toksin botulinum sebagai zat yang “asing” dan membentuk antibodi penetralisir. Hal ini bisa dipicu oleh:

  • Dosis injeksi yang terlalu besar dalam satu sesi
  • Interval injeksi yang terlalu dekat
  • Penggunaan produk dengan pengotor protein tinggi (bergantung brand)

Lalu, apa alternatifnya?

Meski harus berhenti sejenak dari botox bagi yang sedang mengalami resistensi, bukan berarti tidak ada solusi lain untuk mengatasi kerutan atau kebutuhan anti-aging lain. Hal yang paling mudah dilakukan dari rumah adalah mengoptimalkan rangkaian skincare sesuai kebutuhan. Selain itu kamu juga bisa mencoba treatment non-invasif lainnya yang saat ini sudah sangat beragam inovasi dan pilihannya. 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Dermalogia Clinic (@dermalogia)

Kalau penasaran treatment apa yang paling cocok untukmu, langsung aja konsultasi ke Dermalogia Clinic! Tim Female Daily sendiri memfavoritkan klinik ini karena mereka selalu memberi rekomendasi perawatan yang aman dan benar-benar sesuai kebutuhan saja. Jadi kamu nggak perlu khawatir tiba-tiba ditawarkan treatment tambahan yang sebenarnya nggak kamu butuhin.

 

Images: Dok. Dermalogia, Dok, iStock

Slow Down

Please wait a moment to post another comment