
Tidak melulu berupa tindakan fisik, kekerasan dalam relationship juga bisa ditemui dalam bentuk perilaku ‘red flag’ yang biasanya diabaikan. Remember, one red flag can be a serious threat for your life. Bersama YSL Beauty, yuk kenali bagaimana semestinya hubungan yang sehat dengan pasangan.
Who’s a fan of YSL Beauty? Saya salah satunya. Mulai dari Touche Éclat ikonis yang bikin saya happy banget ketika bisa purchase itu sendiri sekitar 10 tahun lalu, sampai kini Rouge Volupté Shine jadi lipstik andalan saya sehari-hari. Nah, nggak hanya produk-produknya saja yang bisa menaikkan level percaya diri, tetapi melalui kampanyenya, YSL juga selalu berupaya untuk membuat perempuan merasa lebih berdaya.
Kampanye ‘Abuse is Not Love’ sebelumnya sudah bergaung di beberapa negara, dan akhir bulan Juni lalu YSL resmi merilisnya di Indonesia. “Kami percaya bahwa perempuan harus memiliki kebebasan untuk menjadi siapa pun yang mereka inginkan dan memiliki kebebasan berpikir secara independen, bahagia, aman dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Program ‘Abuse is Not Love’ dijalankan secara global sejak tahun 2020 dengan target untuk memberikan edukasi tentang kekerasan dalam hubungan dengan pasangan kepada 2juta orang di dunia hingga tahun 2030,” ungkap Maria Adina, General Manager L’Oréal Luxe Division Indonesia.
Baca juga: UNIQLO Donasikan 1500 Innerwear sebagai Dukungan Nyata untuk Perempuan Indonesia!
Satu dari tiga perempuan mengalami kekerasan dalam hubungan dengan pasangan selama hidupnya. Ini merupakan salah satu masalah sosial utama yang bisa terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari fisik, seksual, emosional, finansial, hingga pengendalian perilaku oleh pasangan.

Baca juga: Mengenal Love Bombing dan Ciri-Cirinya yang Wajib Kamu Tahu!
Kekerasan nggak selalu meninggalkan lebam. Yup, kekerasan dalam relationship seringkali berawal dari perilaku-perilaku yang kita sebut ‘red flag’. Bahkan banyak perempuan yang sudah berada dalam hubungan seperti ini, masih belum menyadari bahwa dirinya merupakan korban kekerasan. Untuk itu, YSL bekerja sama dengan Yayasan Pulih untuk meningkatkan pemahaman tentang isu ini.
Hubungan yang sehat dan suportif dengan pasangan seharusnya bisa memberi ruang, serta rasa aman dan nyaman. Baik secara fisik maupun mental. Jika kamu atau kerabatmu mengalami 9 tanda berikut, ini adalah waktunya untuk mulai bertindak.

Ignoring, mengabaikan keberadaan kita saat sedang marah.
Blackmailing, mengancam jika kita menolak melakukan sesuatu.
Humiliation, meremehkan sehingga menjatuhkan harga diri.
Manipulation, memanipulasi untuk melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita.
Jealousy, cemburu atas segala hal yang kita lakukan atau pencapaian yang kita dapatkan. Tidak beralasan.
Control, mengontrol ke mana kita harus pergi atau bagaimana penampilan kita.
Intrusion, mengintrusi, contohnya seperti melacak keberadaan kita tanpa consent kita.
Isolation, mengisolasi atau memisahkan kita dari teman dan keluarga.
Intimidation, mengintimidasi, seperti menanamkan rasa takut.
Orang yang melakukan kekerasan terhadap pasangannya, biasanya melakukan hal-hal di atas dengan alasan cinta. Well, abuse is NOT love. Nggak ada satu pun orang yang harus memaklumi aksi-aksi kekerasan tersebut.

Melalui kemitraannya bersama Yayasan Pulih, YSL menghadirkan pelatihan sebagai solusi nyata untuk mengedukasi masyarakat tentang perilaku kekerasan. Untuk memudahkannya, mereka menerapkan metode L.O.V.E. Learn the signs of abusive behavior, Offer support to those experiencing abuse, Vigilantly take action to end abuse, dan Expect better from a relationship.
Jika ingin mengikuti pelatihan ini, kamu bisa langsung mendaftarkan diri di http://yslbeauty.co.id/abuseisnotlove
Senang sekali menyambut campaign tentang sesuatu yang masih jarang dibicarakan secara gamblang ini. Bahkan 3 perempuan inspiratif seperti Jihane Almira, Isyana Sarasvati, dan Shenina Cinnamon turut menjadi spokesperson untuk kampanye ‘Abuse is Not Love’ ini. Congrats YSL Beauty, semoga campaign ini benar-benar bisa membuat semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa perilaku abusive dalam suatu hubungan tidak sepatutnya dimaklumi.
Images: Dok. YSL Beauty