style

Yuk, Jadikan Kain Indonesia sebagai Pakaian Sehari-hari!

seo-img-article

Kain Indonesia dengan bermacam corak dan punya makna indah ini tentu harus kita lestarikan dengan baik. Yuk, mulai kita kenakan setiap hari!

Jika dihitung-hitung, ada lebih dari 30 jenis kain tradisional di mana setiap daerah di negara kita ini memiliki keunikan motifnya masing-masing, lho. Hal yang membuat kain Indonesia sangat menarik adalah bahwa setiap helainya memiliki maknanya sendiri yang berbeda dan dibuat dengan teknik yang berbeda. Tentunya, dari beragam kain tradisional yang dimiliki Indonesia, batik menjadi kain yang terpopuler bahkan kini sudah makin mendunia adalah kain yang disebut kain batik.

Baca juga: Intip Gaya Etnik Klasik ala Putri Marino

kain indonesia

Kain batik adalah jenis kain yang berasal dari pulau Jawa, Indonesia–– umumnya melambangkan ekspresi cinta dan kebahagiaan. Dari banyaknya motif batik yang ada, sekar jagad yang melambangkan “bunga alam semesta” adalah salah satu motif yang paling sering digunakan. Oleh karena itu, kita sering melihat pengantin Indonesia mengenakan motif tersebut dalam pernikahan tradisional. Sesuai dengan artinya, motif tersebut mengungkapkan kegembiraan karena telah menemukan pasangannya. Namun sayangnya, karena popularitas batik yang luar biasa, banyak kain Indonesia lainnya yang diabaikan oleh mayoritas.

Gerakan Menggunakan Kain Tradisional

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ARAWINDA (@arawindak)

Saya selalu memandang kain tradisional sebagai pakaian yang hanya dikenakan di acara-acara formal seperti pernikahan, wisuda, Idul Fitri, dan acara lainnya. Ini bukan sesuatu yang sering saya lihat digunakan oleh orang untuk padanan santai sehari-hari. Oleh karena itu, saya merasa tidak perlu menyimpan sebuah kain di lemari karena saya berasumsi bahwa saya tidak akan pernah memakainya lagi. Saya melihat diri saya terbiasa memakai pakaian yang dipengaruhi budaya Barat karena lebih diterima dibandingkan kain Indonesia. Ini menjadi faktor pendukung yang menjauhkan diri dari identitas Indonesia saya.

Namun saat ini, saya melihat anak muda Indonesia berusaha lebih keras untuk memodernisasi kain Indonesia agar lebih mudah diakses oleh semua orang untuk dipakai sehari-hari. Saya ingat salah satu teman baik saya, Devi, untuk tugas akhir sekolah menengah kami; dia ingin mengubah pola pikir masyarakat tentang kain Indonesia dengan mengubahnya menjadi pakaian kasual. Selain itu, ia juga ingin menyoroti jenis kain lain selain batik yang selama ini kurang diapresiasi. Untuk itu, ia menciptakan berbagai desain yang memadukan motif kain tenun dengan pakaian yang terlihat modern. Saya sangat kagum setelah melihat desainnya––itu menginspirasi saya untuk memasukkan lebih banyak kain Indonesia ke dalam lemari saya.

Sejak itu, saya mulai melihat lebih banyak merek lokal Indonesia seperti Roro dan Manikan melakukan konsep serupa. Merek-merek lokal ini mampu mempopulerkan berbagai kain dari berbagai daerah di Indonesia––kain tenun, songket, endek, dll. Saat ini, tidak jarang orang-orang memakai kain Indonesia dengan santai di mal, sekolah, dan di jalan-jalan.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Remaja Nusantara (@remajanusantara_)

Bahkan kain Indonesia telah menjadi sebuah tren pakaian di kalangan anak muda, khususnya millenial dan Gen Z. Orang-orang telah mulai menggunakannya secara kreatif. Saya sekarang suka melihat orang-orang memakai kain Indonesia sebagai celana, korset, bandeau, ikat kepala dan banyak lagi–– membuatnya lebih fleksibel dan modern. Saya sendiri juga mulai tertarik dengan hal ini saat berbelanja karena itu juga memberi saya kesempatan untuk berhubungan kembali dengan identitas Indonesia saya. Padanan gaya yang dimiliki oleh para penggemar kain Indonesia ini juga benar-benar menarik dan tidak membosankan. Kamu bisa cek berbagai macam gayanya di Instagram Remaja Nusantara.

Sangat indah  melihat bagaimana menggunakan kain untuk pakaian sehari-hari telah berubah menjadi norma di kalangan anak muda saat ini. Modernisasi kain Indonesia adalah cara yang kreatif untuk membantu melanggengkan penggunaan kain di generasi sekarang ini. Hal ini memungkinkan orang Indonesia, terutama kaum muda, untuk tetap berhubungan dengan identitas Indonesia mereka, seiring dengan penguatan budaya dan tradisi Indonesia. 

Images: Bobotaks, Artem Beliaikin for Unsplash.

 

Slow Down

Please wait a moment to post another comment