industry news

Own Your Beauty Power, Kampanye Sephora untuk Ajak Pelanggan Cintai dan Menerima Diri Sendiri

seo-img-article

Kata Katy Perry, “I will love you unconditionally.” Meski singkat padat, ekspresi ini punya power yang luar biasa.

Menurut saya, level tertinggi dari mencintai diri sendiri adalah penerimaan; penerimaan akan kelebihan dan kekurangan diri sendiri, penerimaan akan batasan-batasaan yang diri ini bisa atau nggak bisa lakukan, dan paling penting, penerimaan bahwa diri ini bisa salah. Karena, di tengah semua kesulitan-kesulitan tersebut, kita tetap bertahan dan terus belajar, dan pada akhirnya diri kita sendiri ini adalah tempat kembali paling tulus dan otentik. Tentu mencintai dan menerima diri sendiri jadi tugas yang unconditional, dong?

Baca juga: #BreakTheBias, Stop Beauty Privilege

Sephora juga ikut mengajak pelanggan dan komunitas kecantikan untuk menerima dan mencintai kecantikan alami mereka sendiri secara lebih terbuka dan jujur. Bahwa meski nggak sesuai dengan standar kecantikan tradisional yang entah ditetapkan siapa, kita tetap bisa merasa nyaman dengan kulit kita sendiri dan berani menunjukkannya kepada dunia serta orang-orang sekitar. Setelah menerima diri sendiri, dijamin deh kepercayaan diri akan mengikuti setelahnya.

Baca juga: Tips Agar Percaya Diri dan Mudah Menerapkan Self Love

Bertajuk “Own Your Beauty Power, Let the World See You,” kampanye ini diinisiasi oleh Sephora Asia Tenggara dengan menghadirkan lima individu yang punya latar belakang yang berbeda. Representasi tersebut menjadi perwujudan bahwa kecantikan dan solusi kecantikan nggak cuma tentang kulit, tapi juga keberanian untuk menunjukkan diri asli kita kepada dunia. Dimulai dari sendiri, kekuatan transformatif tersebut secara perlahan akan berdampak juga pada masyarakat dan komunitas kecantikan lainnya.

Tia Fijalkowsi (20) contohnya, salah satu talent Sephora yang punya vitiligo sejak umur 16 tahun. Fitur unik yang dulunya menjadi insecurity sekarang menjadi beauty power bagi Tia. Sama dengan Tia, Heather Inwood (66) yang meski usianya lebih tua, tetap berani ikut modelling dan nggak menjadikan usianya sebagai sebuah batasan. Di sisi yang lain, Mona Khalifa (28) berbicara soal identitasnya sebagai muslim kulit hitam di Australia. Tumbuh dengan identitas yang berbeda dari orang di sekitarnya sempat membuat Mona merasa terasing, tapi pada akhirnya Mona memberanikan diri untuk mengekspresikan budaya yang ia banggakan karena identitas tersebutlah yang mendefinisikan siapa Mona.

Baca juga: Feminitas, Stereotip, dan Kebiasaan Mempertahankan Ketimpangan Gender

Kalau dibandingkan, cerita-cerita tadi hanyalah sebagian kecil dari cerita-cerita inspiratif lainnya soal mencintai dan menjadi diri sendiri. Kampanye Sephora ini sendiri dilakukan dengan menampilkan no-makeup makeup look agar pelanggan nggak terus dipaparkan dengan gambar-gambar yang diproses secara berlebihan. Makanya, Sephora berfokus pada aspek rutinitas perawatan yang tepat dan penggunaan makeup yang bukan ditujukan untuk menyembunyikan ketidaksempurnaan, melainkan menyempurnakan fiturnya.

Sephora own your beauty power

Baca juga: Berkolaborasi, SEPHORA X Patrick Owen Luncurkan Bucket Hat Simpel!

How about you? Are you comfortable in your own skin? Perjalanan mencintai dan menerima diri sendiri adalah sebuah perjalanan dan pembelajaran yang nggak berkesudahan, so take it slowly as you understanding yourself better. Because like what Katy Perry once said: “Acceptance is the key to be; to be truly free.”

 

Images: Sephora, freepik.com

Slow Down

Please wait a moment to post another comment