beauty school

Eco Friendly Nggak Sekadar Kemasan Daur Ulang

seo-img-article

Pembahasan mengenai bahayanya kemasan plastik, sudah mulai banyak dibahas di mana-mana ya? Sekarang sudah banyak juga community yang gencar mengedukasi dan mengumpulkan sampah plastik untuk di daur ulang. Pemerintah sendiri juga sudah membuat aturan agar masyarakat membawa kantong belanjaan sendiri.

Namun kalau mau membahas isu limbah atau kerusakan alam, sebenarnya nggak hanya dilihat dari sampah yang kelihatan saja. Tapi juga harus dilihat dari cara pembuatan, pengambilan bahan dan limbah dari produk tersebut. Yang namanya menjaga lingkungan itu harus dilihat dari semua aspek,.

Bahan utama

Kita bahas saja dari produk personal care. Kebanyakan produk-produk ini menggunakan bahan yang bersumber dari alam. Sebut saja seperti ekstrak dari tea tree, centella asiatica, edelweiss, lidah buaya dan masih banyak lagi. Pada umumnya diambil dari tumbuhan asli dan dari asal negaranya masing-masing.

Perusahaan yang bertanggung jawab, mereka akan bekerjasama dengan local farmer, untuk mendapatkan bahan baku ini. Jadi bukan sembarang mengambil dan menghabiskan sumber daya alam. Biasanya local farmer akan membudidayakan bahan-bahan ini sendiri. Tujuannya untuk mencegah punahnya tanaman-tanaman tersebut dan merusak alam

Biasanya perusahaan yang bekerjasama dengan local farmer, akan mencantumkan di kemasannya, kalau mereka menggunakan bahan-bahan fair trade. Oh ya, fair trade ini bukan hanya untuk menjaga lingkungan, tapi juga memberikan bayaran yang sepantasnya ke petani lokal akan bahan baku yang mereka sediakan.

Limbah yang dihasilkan

Tahu micro-beads, yang dulu pernah digunakan sebagai bahan scrub di beberapa produk personal care? Tahu nggak kalau sekarang sudah ada aturan kalau brand nggak boleh menggunakan bahan tersebut? Larangan ini muncul, karena micro-beads terbuat dari bahan plastik yang kecil, sehingga ketika habis kita pakai, micro-beads ini nggak larut/hancur, dan langsung masuk ke saluran pembuangan air. Di mana limbah ini berujung akan dibuang ke laut dan termakan oleh hewan-hewan laut. Residu atau limbah yang kita hasilkan dari produk-produk personal care pun harus memiliki sifat yang ramah lingkungan. Yang bila terbuang ke saluran air, nggak akan mencemarkan dan mengancam kesehatan lingkungan.

Melihat dari dua poin di atas ini, sebenarnya sudah ada beberapa brand lho, yang memperhatikan kesehatan lingkungan secara mendetil. Contohnya adalah tiga brand ini:

Original Source Tingly Mint & Tea Tree Body Wash

Original Source, United Kingdom No.1 Vegan Shower Gel, nggak perlu lagi dipertanyakan komitmennya dalam menjaga lingkungan. Sebagai komitmennya dalam menjaga dan menyegarkan lingkungan, Original Source nggak hanya menggunakan Micro-Plastic Free pada produk body wash-nya, tapi juga menggunakan bahan-bahan alami, seperti natural fragrance dan vegan. Artinya brand ini nggak melalukan animal testing atau menggunakan bahan-bahan yang berasal dari hewani.

Fun fact tentang pembuatan Original Source Tingly Mint & Tea Tree Body Wash, mereka menggunakan total 7,927 real mint leave. Makanya nggak heran, ketika mandi menggunakan sabun ini, rasa mint yang didapatkan maksimal banget dan wanginya super refreshing. Mint leaves yang digunakan oleh Original Source ini berasal dari petani India, yang memiliki Good Farming Practices, jadi budidaya tanamannya mint ini tetap terjaga.

Wangi sabun ini cukup awet lho! Bisa bertahan hingga 1 jam setelah kita mandi. Kamar mandi pun setelahnya jadi wangi banget. Sabun ini juga masih aman dipakai di kulit saya yang sensitif dan juga eksema.


Sensatia Bar soap (Bali Cinnamon & Clove Natural Soap)

Bisa dibilang Sensatia Botanicals jadi satu brand lokal yang sudah menerapkan fair trade dalam bisnisnya. Kalau ngomongin sustainable beauty, Sensatia Botanical juga nggak perlu diragukan lagi sih. Sensatia nggak menggunakan Paraben, Phyalate, Palm Oil, Sulfate, dan juga Silicon. Sehingga residu dari sabun ini nggak akan merusak kehidupan karang laut. Tentunya brand ini juga sudah menapatkan sertifikasi Halal dari MUI, jadi aman dipakai untuk teman-teman yang beragama Muslim. Sesuai khas-nya Sensatia Botanical, mereka memang menawarkan wewangi khas Bali. Contohnya sabun ini yang menggunakan wangi kayu manis dan cengkeh.

Yves Rocher Stimulating Shampoo for Hair Growth

Saya senang banget sih ketika kenalan dengan shampoo ini, karena ternyata bukan hanya botol tapi bahan shampoo-nya pun aman untuk lingkungan. Kemasan shampo ini terbuat dari 100% bahan plastik yang sudah didaur ulang. Bahan yang digunakan juga 98% alami dan menggunakan botanical cleansing base. Lalu formulasi kandungannya juga biodegradable, artinya mudah terurai oleh micro oranginsms alam.

Itu tiga produk personal care yang sudah melakukan program 360 dalam menjaga lingkungan. Semoga kedepannya makin banyak brand-brand yang memiliki prinsip seperti ini ya.

ochell

ochell

-

Slow Down

Please wait a moment to post another comment