banner-detik

bath n body

Lindungi Diri dan Orang Terkasih dari Kanker Serviks dengan Cara Ini!

seo-img-article

Kanker serviks adalah mimpi buruk bagi setiap perempuan. Namun sebenarnya, kanker serviks tidaklah semenakutkan itu. Selalu ada cara untuk mencegah penyakit sebelum muncul gejala dan mencapai stadium lanjut.

Dalam rangka memperingati Bulan Peduli Kanker Serviks yang jatuh pada bulan Januari dan Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari setiap tahunnya, Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS), bersama Cancer Information & Support Center (CISC) dan Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) pada 30 Januari lalu memberikan edukasi tentang cara melindungi diri & orang terkasih dari kanker serviks melalui webinar yang diadakan secara virtual.

Acara ini dihadiri oleh dr. Widyorini Lestari Hutami, sebagai dokter spesialis ginekologi dan onkologi di RSKD, Rista Aditiawati, salah satu penyintas kanker dan Zaskia Adya Mecca, artis dan pemerhati kesehatan. Turut dihadiri oleh Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS; Direktur Utama RSKD, dr. R. Soeko Werdi Nindito; Aryanthi Baramuli selaku Ketua Umum dan Pendiri CISC; dr. Vinesia Lestari Riddi, SpPA, selaku Spesialis Patologi Anatomi RSKD dan Prof Dr. dr Andrijono SpOG, K-Onk, Ketua Umum Himpunan Onkologi dan Ginekologi Indonesia (HOGI).

Baca juga: Gejala Awal Kanker Payudara yang Perlu Kamu Ketahui. Jangan Ragu untuk Konsultasi ke Dokter!

Lindungi Diri dan Orang Terkasih dari Kanker Serviks dengan Cara Ini!-2

Kanker dengan Kasus Terbanyak Kedua Se-Indonesia

Kanker serviks adalah kanker yang menyerang bagian leher rahim. Penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Menurut data GLOBOCAN tahun 2020, kanker serviks telah merenggut 21.003 jiwa dan terdapat 36.633 kasus baru pada perempuan. Sebanyak 50 perempuan di Indonesia meninggal setiap harinya dan menjadikan kanker serviks sebagai kanker dengan jumlah kasus terbesar kedua di Indonesia, setelah kanker payudara.

Menurut WHO, kanker serviks sebenarnya termasuk jenis kanker yang paling mungkin untuk disembuhkan, asalkan cepat dideteksi dan dirawat secara efektif. Sayangnya, dari keseluruhan kasus kanker serviks baru di Indonesia, lebih dari 80% nya sudah memasuki stadium lanjut.

Kanker serviks bisa menyerang siapapun tanpa pandang bulu. Belum hilang memori tentang mendiang Julia Perez yang berjuang melawan kanker serviks, sebelum akhirnya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa pada 2017 lalu, dan Titiek Puspa yang juga sempat didiagnosa mengidap kanker serviks. Nggak kebayang jika diri sendiri dan orang terkasih mengidap penyakit mematikan ini.

Untuk itu, KICKS, CISC dan RSKD mengajak kita semua untuk take action dalam melindungi diri dan orang tersayang dari kanker serviks lewat 2 cara ini.

Deteksi Dini

Banyak penyintas yang terlambat mendeteksi kanker seviks sejak awal. Menurut dr. R. Soeko Werdi Nindito Daroekoesoemo, MARS, hal ini karena sebagian besar pasien tidak sadar mengidap kanker serviks. Sebab, kanker serviks sangat sulit dideteksi pada stadium awal, karena tidak ada gejala yang tampak dan keluhan apapun dari pasien.

Deteksi dini menjadi cara awal untuk melindungi diri dari kanker serviks. Sebelum terlambat, kanker serviks bisa dideteksi dengan beberapa cara, diantaranya Pap Smear, Inspeksi Visual Asam asetat (IVA), dan tes HPV DNA. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan buat kamu yang aktif secara seksual.

Dari ketiga pemeriksaan ini, tes HPV DNA diklaim lebih unggul dari Pap Smear dan IVA. Tes HPV DNA dilakukan untuk mendeteksi keberadaan Human Papilloma Virus (HPV) dengan mengumpulkan sel dari serviks. HPV DNA mendeteksi lebih dini karena dapat mendeteksi DNA virus sebelum berkembang menjadi sel kanker.

Baca juga: Bukan Hanya Survivor, Caregiver Pasien Kanker Juga Butuh Support!

Pemberian Vaksin

Cara kedua sekaligus yang utama dalam melindungi diri dari kanker serviks adalah melalui vaksinasi. WHO sendiri telah menganjurkan vaksinasi HPV sebagai tindakan pencegahan primer untuk mencegah kanker serviks. Vaksinasi HPV membuat tubuh membentuk antibodi terhadap virus HPV, sehingga tubuh punya kekebalan terhadap virus penyebab kanker serviks ini.

Vaksinasi HPV penting dilakukan sedini mungkin untuk mengurangi risiko terkena virus HPV. “Vaksinasi sudah terbukti bisa menurunkan insiden kanker serviks. Melalui program vaksinasi HPV, Australia berhasil menurunkan insiden kanker hingga 40%, bahkan, Australia telah mencanangkan 2030 bebas kanker serviks karena mereka sudah memulai program vaksinasi HPV nasional sejak 2007,” ujar Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG, K-onk.

Lindungi Diri dan Orang Terkasih dari Kanker Serviks dengan Cara Ini!

Pada kesempatan ini, KICKS juga mencanangkan Zaskia Adya Mecca sebagai Duta #CegahKankerServiks. Kegiatan edukasi ini diharapkan bisa meningkatkan awareness banyak perempuan akan bahaya kanker seviks dan mulai take action dari sekarang melalui deteksi dini dan vaksinasi. 

Kanker serviks nggak bisa diangga remeh. Jika dibiarkan, menurut WHO, kematian akibat kanker serviks akan meningkat 50% pada tahun 2030 nanti. Jangan sampai deh, kita dan orang-orang tersayang jadi bagian dari 50% tersebut. Langkah deteksi dan vaksin HPV merupakan investasi penting bagi setiap perempuan. Jangan lagi ada rasa ragu dan takut untuk melakukan pemeriksaan dan divaksinasi.

Nah, kamu sudah melakukan apa untuk melindungi diri dari kanker serviks?

Gambar: dokumentasi Webinar Hari Kanker Sedunia, KICKS, 2021, Vector Juice

Slow Down

Please wait a moment to post another comment