Ketahui 3 Hal Ini Sebelum Coba The Ordinary Peeling Solution yang Sedang Viral di TikTok!

 tik-tok-douyin-taking-the-world-bytedance-feature-image-1-2

Mau coba The Ordinary Peeling Solution yang sedang viral di TikTok? Kamu harus tahu dulu beberapa fakta mengenai produk ini!

As expected, TikTok jadi platform baru yang bikin banyak beauty enthusiast “keracun” dengan berbagai rekomendasi produk. Banyak produk yang ludes dan sampai langka akibat diborong netizen setelah lihat rekomendasi produk di TikTok. Sebut saja sabun Kojie San yang mendadak banyak diburu di berbagai mini market, karena heboh di TikTok. Nggak cuma itu, masih banyak produk-produk lainnya yang jadi viral gara-gara TikTok. Termasuk The Ordinary AHA 30% BHA 2% Peeling Solution.

Banyak yang ikut-ikutan beli produk ini karena review yang menjanjikan dari creator-creator di TikTok. Sampai-sampai harga produknya naik di berbagai market place. Padahal masih banyak netizen yang kurang terliterasi, atau masih newbie soal skincare. Terlebih, The Ordinary AHA 30% BHA 2% Peeling Solution ini bukan produk yang main-main, lho.

Kalau kamu juga udah mulai eye-ing terhadap produk ini gara-gara review di TikTok, sebelum beli mending pahami dulu mengenai produk ini, supaya nggak membahayakan kulit kalian. 

The Ordinary Peeling Solution

Kegunaan The Ordinary AHA 30% BHA 2% Peeling Solution

Sebelum membeli, pastinya hal pertama yang harus diketahui adalah kegunaannya. Masa iya, beli produk tapi nggak tahu gunanya? Dari namanya aja, sudah jelas kalau produk ini adalah chemical exfoliant. Buat para newbie yang belum mengenal eksfoliasi mungkin agak bingung. 

Sederhananya, produk ini membantu proses pengangkatan sel-sel kulit mati agar nggak menyumbat pori-pori, menyebabkan jerawat dan bikin kulit kusam. Salah satu cara eksfoliasi ini adalah menggunakan toner atau serum yang mengandung acid seperti AHA, BHA, dan PHA.

Baca juga: Tips Untuk Pemula yang Akan Mencoba Acid Toner

AHA (Alpha Hydroxy Acid) mengeksfoliasi lapisan kulit paling atas, menjadikan kulit terasa lebih halus dan cerah. Sedangkan BHA (Beta Hydroxy Acid) mengeksfoliasi jauh ke dalam pori-pori karena sifatnya yang oil-soluble, sehingga efektif membersihkan pori-pori yang tersumbat. Sementara PHA (Poly Hydroxy Acid) merupakan jenis acid yang lebih gentle dibanding AHA dan BHA, tapi tetap efektif. 

Jadi, nggak heran kalau banyak yang bilang produk ini bisa bikin kulit kinclong dengan cepat, sebab, produk ini memang diperuntukkan sebagai exfoliator.

Pentingnya Vitamin dalam Micellar Water-5

Kandungan The Ordinary AHA 30% BHA 2% Peeling Solution 

AHA dan BHA juga memiliki turunan atau jenis yang berbeda-beda, misalnya Glycolic Acid atau Lactic Acid adalah turunan dari AHA. Lalu  Salicylic Acid atau Betaine Salycilate dari BHA. Setiap kandungan exfoliant ini memiliki kadar yang sudah ditentukan agar bisa dijual bebas atau disebut sebagai produk over the counter. Umumnya AHA memiliki kandungan antara 1%-5% (Glycolic Acid), dan 2% untuk BHA (salycilic acid),

Nah, kalau kita lihat kandungan dari The Ordinary AHA 30% BHA 2% Peeling Solution, ini melebihi kadar yang seharusnya. Jadi jelas ya, dari segi kandungan ini memang bukan produk skincare asal coba atau main-main. Apalagi buat kalian yang  baru coba-coba chemical exfoliant. Pada website resmi Deciem pun tertulis warning yang bunyinya “Only suitable for experienced users of acid exfoliation”.

Di Indonesia, penggunaan AHA dalam kosmetik diatur ketat oleh BPOM. BPOM membagi penggunaan AHA dalam kosmetik dalam 2 bagian berdasarkan potensi resiko efek sampingnya. Pertama, AHA Kelompok 1 yang kadarnya maksimal 10% dan bisa dijual bebas langsung pada konsumen, Kedua, AHA Kelompok 2 yang kadar maksimalnya diatas 10% hingga 70%, dan penggunaannya terbatas, hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis kulit. 

AHA kelompok 2 ini juga cuma diizinkan untuk diedarkan di kalangan profesional. That’s why, distributor resmi The Ordinary di Indonesia, nggak menjual The Ordinary AHA 30% BHA 2% Peeling Solution. Karena itu pula, produk ini juga nggak bisa dibeli lewat website Deciem sekalipun. Di sana tertulis bahwa mereka nggak bisa mengirim produk ini ke Indonesia.

Makanya, produk ini memang agak sulit dicari di Indonesia. Kamu tetap bisa beli produk ini di beberapa online store, but there’s no guarantee that you’ll get the original one, sehingga kamu harus ekstra hati-hati kalau mau beli produk ini.

Cara Pakai The Ordinary AHA 30% BHA 2% Peeling Solution

Sekarang kamu tahu kenapa saya bilang produk ini bukan skincare sembarangan. Bukan cuma produk ini, tapi semua produk chemical exfoliant memang nggak bisa dipakai sembarangan. Kalau kamu belum pernah menggunakan produk chemical exfoliant sebelumnya, saran saya jangan langsung terjun ke The Ordinary AHA 30% BHA 2% Peeling Solution. Mulai lah dari produk-produk yang kandungan AHA-nya rendah.

Chemical exfoliant juga bukan produk yang perlu digunakan setiap hari. Dua hingga tiga kali seminggu saja sudah cukup. Terlalu sering malah dapat menyebabkan overexfoliation, yang ditandai dengan kulit memerah, perih, terasa sangat kering, bahkan muncul breakout.

Nah, The Ordinary AHA 30% BHA 2% Peeling Solution ini memang unik. Berbeda dengan exfoliating toner dan serum biasanya, produk ini perlu dibilas. Jadi produk ini dipakai setelah kita cuci muka, lalu aplikasikan peeling solution ini ke seluruh wajah, dan didiamkan di kulit selama 10 menit sebelum dibilas dengan air. Ingat ya, 10 menit, nggak lebih! Selain itu, produk ini hanya direkomendasikan untuk digunakan sekali dalam seminggu.

Review Safi Age Defy Rejuvenate

Setelah penggunaan produk ini (berlaku juga untuk produk chemical exfoliant lainnya), jangan lupa untuk menghidrasi kulitmu dengan toner dan/atau essence yang mengembalikan kelembapan kulit dan dapat menenangkan kulit. Dan yang paling penting: jangan pernah lupa menggunakan sunscreen di siang hari, sebab kandungan acid dalam produk ini bisa meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.

Karena kandungan acid-nya yang sangat tinggi ini, produk ini nggak boleh dipakai sembarangan, apa lagi bagi pemula. Selain itu, penting pula untuk mengikuti anjuran pemakaian. Salah-salah, produk ini justru bisa menyebabkan kontraindikasi seperti yang sudah disebutkan di atas. Lagi-lagi, saya nggak bosan-bosannya mengingatkan untuk melakukan riset terhadap produk-produk viral yang ingin kamu beli.