Bahaya Pacaran dengan Gangguan Kepribadian Ambang atau Borderline Personality Disorder

borderlinepersonalitydisorde_1500067

Ingat beberapa bulan yang lalu, Female Daily pernah publish video tentang mental health? Sejujurnya, saat itu adalah salah satu momen yang terberat bagi saya, karena hubungan toxic saya dengan seorang penderita Borderline Personality Disorder, atau berkepribadian ambang. 

Apa sih sebetulnya Borderline Personality Disorder? Borderline Personality Disorder atau gangguan kepribadian ambang ini merupakan salah satu gangguan, yang membuat perubahan pada cara pikir seseorang berbeda tentang dirinya sendiri dan orang lain. Gangguan ini menyebabkan orang yang menderita BPD, sulit mengelola emosi dan perilaku, sehingga terjadi pola hubungan yang tidak stabil.

Biasanya, seseorang yang menderita BPD, memiliki ketakutan terbesar bahwa dirinya akan ditinggal, punya emosi yang nggak stabil, sehingga pasangannya kesulitan untuk menghabiskan waktu untuk dirimu sendiri. Seringkali, ketakutan akan kehilangan pasangannya berubah menjadi kemarahan yang meledak-ledak, mood swings, atau usahanya untuk menjauhkan orang lain. Padahal di satu sisi, hal yang paling ditakutkan dirinya adalah kehilangan orang yang disayang.

Borderline Personality Disorder biasanya dimulai ketika seseorang sudah mulai beranjak dewasa. Paling parah ketika penderita masih berusia dewasa muda, tapi biasanya membaik seiring bertambahnya umur, tergantung kemampuan penderita dalam mengontrol diri. Kamu merasa punya Borderline Personality Disorder, atau pasanganmu memiliki gejala ini? Yuk, coba kita kupas lebih dalam!

Baca juga: Apa Itu Gym Anxiety dan Bagaimana Mengatasinya?

Gejala

awas-borderline-personality-disorder-sebabkan-5-komplikasi-ini-halodoc

Borderline Personality itu sendiri bukan merupakan sebuah gangguan, melainkan sebuah jenis dari personality. Tapi, disebut ‘gangguan’ ketika dari personality orang tersebut, bisa mengganggu kemampuannya beraktivitas sehari-hari dan hubungannya dengan orang lain. Gejalanya dari BPD meliputi:

  1.  Ketakutan terbesar hingga menimbulkan usaha agar dirinya nggak ditinggal/diabaikan.
  2. Adanya pola hubungan yang nggak stabil dan intens, biasanya karakteristiknya berupa idealisasi yang berlebihan, atau devaluasi yang berlebihan.
  3. Citra diri dan keberadaran diri yang nggak stabil. Merasa dirinya nggak berharga dan nggak layak dikasihi.
  4. Impulsif dalam setidaknya dua hal yang berpotensi self-damaging seperti: spending, sex, reckless driving, binge eating, dan lainnya.
  5. Adanya keinginan, ancaman, perilaku, untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri.
  6. Instability secara afektif. Bisa jadi dalam bentuk anxiety yang berlangsung selama berhari-hari, perasaan gelisah, cemas berlebihan.
  7. Perasaan kekosongan yang kronis.
  8. Kesulitan mengontrol emosi, sering menunjukkan amarah berlebihan, terkadang munculnya kekasaran secara fisik.
  9. Terjadinya paranoid atau disosiasi secara berlebihan.

Kalau kamu atau pasanganmu memiliki setidaknya 5 atau lebih gejala di atas, kamu kemungkinan memiliki Borderline Personality Disorder. Tapi, perlu diperhatikan kalau kamu nggak bisa mendiagnosa gangguan jiwa secara sembarangan, kamu perlu menemui dokter untuk diagnosa terlebih lanjut.

Baca juga: Sering Baper? Mungkin Kamu Tipe Highly Sensitive Person

My Experience

425210-what-is-splitting-Recovered-5b24167cfa6bcc0036d27127

Sebelum saya secara pribadi mengalami hubungan dengan seseorang dengan kepribadian ambang, saya nggak familiar dengan gangguan jiwa ini. Kesalahan terbesar yang saya lakukan adalah : BERTAHAN, berfikir bahwa saya bisa membantunya dan ‘menyembuhkannya’. Tapi, kebalikan dari apa yang saya harapkan, yang saat itu saya dapatkan hanyalah kekerasan fisik secara berulang-ulang, serta tekanan secara emosional dan psikis akibat emosi pasangan saya yang nggak stabil. Saya sampai mengindap anxiety disorder dan panic attacks ketika mencoba menghadapi pasangan saya.

Turning Point

Titik balik saya terletak ketika saya mulai berani terbuka kepada salah satu teman saya mengenai kondisi saya. Tentunya sebagai seorang sahabat yang baik, teman saya mencoba menjelaskan saya tentang kondisi kepribadian Borderline Personality Disorder, serta menyadari saya bahwa mentall illness bukan sesuatu yang bisa kita hadapi sendiri, we are not the hero of anyone else. Sejak saat itu, saya mulai berani mengakhiri hubungan secara baik-baik (but you can guess, he was hysterical), sambil sedikit demi sedikit menyadarkan pasangan saya mengenai kondisi kejiwaannya. Nggak sampai disitu, saya juga membujuknya untuk melakukan further check up ke psikolog/psikiater. Trust me, it’s not easy :( Tapi saya nggak menyesal mengambil langkah ini! Sejak itu, keadaan emosi dan psikis saya semakin membaik, pasangan saya (who now becomes my ex) juga mulai mencari cara untuk memperbaiki kondisi dirinya.

Solution

LIVE-IN-RELATIONSHIP-IN-INDIA

Baca juga: 10 Hal Kecil yang Bisa Dilakukan Saat Merasa Kesepian

Kalau kamu merasa memiliki beberapa gejala di atas, dan merasa kondisi tersebut mulai mengganggu keseharianmu, cobalah menghubungi dokter atau mental health provider yang kamu percaya. Jika pasanganmu atau orang yang kamu kenal yang memiliki gejala ini, cobalah sedikit demi sedikit buat mereka aware akan kondisi yang mereka hadapi, sambil perlahan-lahan buat mereka sadar bahwa mereka should seek for professional help. Don’t worry, banyak orang yang memiliki Borderline Personality Disorder pada akhirnya membaik setelah overtime treatment, dan bisa hidup secara normal! Tokoh terkenal yang mengalami gangguan ini salah satunya adalah Ariel Tatum, yang sempat berbagi pengalamannya melalui video Youtube.

So, apakah kamu kenal seseorang atau kamu lagi mengalami hal yang sama dengan yang pernah saya alami? Jangan lupa bagi pengalamanmu di kolom komen ya!

 

Foto: blogs.psychcentral.com, psychiatryadvisor.com, halodoc.com, verywellmind.com