Tips Menghindari “Rasa Bersalah” Saat Jajan Skincare dan Makeup

JAJAN SKINCARE DAN MAKEUP 3Ngomongin produk skincare dan makeup memang topik paling seru dan nggak bakalan ada habisnya buat sebagian besar kaum hawa. Nggak akan selesai, sampai pada titik dimana muncul rasa “penyesalan” untuk uang yang sudah dikeluarkan buat membeli semua produk-produk kecantikan tersebut.

Rasa penyesalan itu biasanya muncul setelah perasaan excited dan happy saat kamu membayar produk skincare atau makeup yang udah lama kamu idam-idamkan, tiba-tiba berubah menjadi rasa bersalah karena: (1) ternyata produk yang kamu beli ternyata sebenarnya nggak perlu-perlu banget; (2) pengeluaran jadi membengkak dan nggak ada sisa yang bisa ditabung bulan ini; (3) harga yang dibayarkan untuk produk tersebut nggak sebanding dengan eskpektasimu; dan/atau (4) bulan ini setengah atau lebih dari pendapatan habis untuk beli skincare dan makeup.

Nah, kalau kamu sering merasa seperti yang dijabarkan diatas, artinya you have to be more aware with your spendings in beauty products. Produk kecantikan dan perempuan nggak bisa dipisahkan, bahkan sudah jadi menu wajib dalam daftar anggaran pengeluaran bulanan. Namun, yang paling sering luput dari perhatian adalah pengeluaran yang over budget untuk beli produk-produk ini.

Kesalahan terbesar banyak perempuan adalah nggak menentukan budget yang tetap untuk beli produk kecantikan. Karena udah jadi bagian kebutuhan, akhirnya banyak yang menganggap berapapun biayanya layak untuk dikeluarkan untuk beli makeup atau skincare setiap bulannya. Belum lagi faktor eksternal berupa godaan yang datang dari postingan influencer yang di-follow. 

Biar nggak jadi besar pasak dari pada tiang, begini tips-nya biar kamu bisa belanja skincare dan makeup tanpa rasa bersalah di akhir bulan!

Baca juga: Mengatur Budget Skincare untuk Usia 20-an

Know your capacity

JAJAN SKINCARE DAN MAKEUP 4

Kesalahan besar lainnya adalah tidak menyadari kemampuan finansial diri sendiri. Memang rumit kalau sudah bicara tentang finansial, ya. Tapi yang pasti, at least we have to know our capacity.

Berapakah pendapatan yang diperoleh setiap bulannya? Dari mana pendapatan itu berasal? Apakah gaji bulanan, atau masih dari pemberian orang tua? Kemudian, bagi uang ke dalam beberapa pos-pos pengeluaran. Pastinya, setelah menyisihkan budget untuk saving, cicilan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari, barulah tentukan budget untuk beli skincare dan makeup, bersama dengan hal-hal lain yang sifatnya entertaining, seperti nonton di bioskop, baju atau sepatu baru, dan lainnya.

Setelah tahu betul besaran yang dipunya untuk jajan skincare dan makeup, kamu jadi lebih tahu seberapa kapasitasmu secara detail, produk apa saja yang cocok dengan budget-mu. So, nggak bakal ada lagi over budget karena ngikutin skincare dan makeup high end-nya influencer favorit yang notabene mungkin punya kapasitas jauh di atasmu.

Make categorization 

JAJAN SKINCARE DAN MAKEUP 6

Dalam beberapa kasus, skincare dan makeup nggak melulu berada pada slot entertainment. Kosmetik bisa juga termasuk kedalam budget kebutuhan harian yang nggak bisa di-skip sama sekali. Misalnya saja, cleanser, moisturizer, sunscreen, lip tint, dan body lotion adalah must have items bagi saya pribadi. 

Karena itu, saya masukkan produk-produk tersebut kedalam kategori “primer” yang pastinya memang saya butuhkan setiap harinya. Lalu toner, essence, retinol serum, cushion, eye cream, hand cream, dan sheet mask adalah item-item yang saya masukkan kedalam kategori “sekunder”, which is good to have it, but I’m okay without it though. Sementara, kategori “tersier” bagi saya adalah treatment-treatment dan luxury skincare atau makeup.

Setiap orang tentu punya kebutuhan yang berbeda-beda. Kamu sendiri yang paling tahu mana yang primer, sekunder, dan tersier untuk diri masing-masing. Setelah membuat kategori untuk produk-produk tersebut, akan lebih mudah untuk menentukan produk tersebut berada di pos pengeluaran yang mana. Pastinya, produk yang ada dalam kategori primer harus diutamakan dan punya alokasi budget tersendiri setiap bulannya.

Creating a priority scale 

JAJAN SKINCARE DAN MAKEUP 1

Selanjutnya, kalau produk-produk dalam kategori primer sudah tercukupi, saatnya maju ke kategori berikutnya, yakni sekunder dan tersier. Sudah ada budget yang dialokasikan untuk membeli satu eyeshadow palette yang mahal, atau pengin manjain diri dengan treatment-treatment yang relaxing, tapi juga ingin ini, ingin itu, banyak sekali. Padahal budget yang tersedia pun terbatas. 

Biar nggak kalap dan berakhir menyesal, lebih baik buatlah daftar skala prioritas. Pertama, pastikan dulu, apakah produk yang diincar memang dibutuhkan atau cuma sekadar ingin saja? Kalau memang benar-benar butuh, letakkan produk pada urutan pertama dalam daftar, diikuti dengan produk-produk incaran lainnya sesuai tingkat kepentingannya. Kalau budget yang dipunya masih terbatas untuk memenuhi semua produk yang ada di dalam list, kamu bisa beli satu-persatu dimulai dari yang ada di list teratas. 

Filtering technique 

JAJAN SKINCARE DAN MAKEUP 2

Pasti rasanya nyesek kalau sudah capek-capek nyisihin budget buat beli skincare atau makeup tertentu yang harganya mahal, tapi ternyata begitu dipakai kulitmu malah bereaksi negatif karena nggak cocok. Sayang banget kan, duitnya? Dibuang sayang, dijual kembali pun susah.

Biar nggak kejadian, terapkan teknik filtering saat berbelanja. Sesuai namanya, teknik filtering berarti kamu harus menyaring informasi-informasi terkait produk yang mau dibeli. Jangan sampai belanja barang-barang karena faktor emosional seperti ikut-ikutan tren yang lagi ramai. Biasanya kalau udah pengin banget sama suatu produk, kita cenderung percaya dan mencari informasi yang positif saja terkait produk tersebut, sehingga jadi nggak rasional dalam berbelanja. 

Maka dari itu, penting buat menerapkan filter informasi tentang produk yang ingin dibeli. Caranya mudah saja. Bisa dengan membaca review produk dari orang-orang yang sudah pernah pakai, atau bisa tanya pendapat dari orang-orang sekitar yang kamu percaya.

One empty, one newbie

JAJAN SKINCARE DAN MAKEUP 5

Siapa yang punya kebiasaan numpuk stock skincare atau makeup, padahal yang lama pun belum habis terpakai. Terkadang lapar mata bikin kita terdorong buat beli produk baru again and again meskipun sadar kalau kita sudah punya produk sejenis. Akhirnya kebiasaan ini berujung pada produk yang keburu kadaluwarsa sebelum sempat dihabiskan bahkan sebelum sempat dicoba. 

Dari pada produk-produk yang sudah dibeli jadi mubazir, sebaiknya terapkan metode “one empty one newbie” agar kamu nggak terpancing untuk buru-buru beli skincare atau makeup yang masih kamu punya. atau dalam kata lain, kamu baru bisa membeli suatu produk baru setelah menghabiskan produk yang lama. Hmmm, kayaknya bakal susah nih, buat yang doyan jajan lipstik.

Baca juga: Usia 20-an: Kapan Harus Mengeluarkan Budget Lebih Untuk Skincare?

Lebih ketat dalam mengatur budget dalam membeli skincare dan makeup bukan berarti kamu nggak boleh sama sekali merogoh kocek dalam buat dua produk tersebut. You can splurge sometimes, gives yourself a reward, saat dapat bonus akhir tahun misalnya, tunjukkan rasa apresiasi terhadap diri sendiri dengan membeli barang yang sudah lama kamu inginkan, tentunya setelah melakukan skimming dan sesuai dengan kapasitas diri, ya. Semoga tulisan ini membantu kamu! Kalau kamu punya cara lainnya, silakan comment ya!

 

Foto: Freepik.com