Gadget Bisa Menyebabkan Penuaan Dini dan Kanker Payudara?

Sejak gadget makin canggih dan makin accessible buat semua orang, perdebatan tentang dampak gadget pun juga semakin intens.

Gadget dianggap bisa menimbulkan dampak negatif pada kesehatan. Misalnya saja kesehatan mata dan mental. Lebih dari itu, gadget juga digadang-gadang berdampak buruk buat kulit, bahkan katanya bisa memicu kanker! Hmm, benar nggak ya?

Berdasarkan riset dari Digital GFK Asia, perempuan di Indonesia rata-rata menghabiskan waktu selama 5,6 jam per hari untuk menggunakan gadget. Sementara pria Indonesia, rata-rata menghabiskan waktu di depan gadget selama 5,4 jam sehari. Rata-rata waktu yang dihabiskan oleh orang Indonesia untuk menggunakan gadget adalah 5,5 jam sehari.

Hayooo ngaku deh.. berapa lama durasi penggunaan gadget-mu setiap harinya? Mungkin nggak ada yang mau repot menghitung berapa jam penggunaan gadget ya! Bahkan sering tanpa terasa kita telah menggunakan gadget selama berjam-jam mulai dari bangun hingga sebelum tidur. Apa lagi kalau sudah scrolling Instagram dan nonton YouTube. 

GADGET BIKIN PENUAAN DINI DAN KANKER 3

Nah, lamanya penggunaan gadget berbanding lurus dengan dampaknya pada kesehatan. Bukan tanpa alasan kalau orang tua kita nggak capek-capeknya mengingatkan kita buat nggak main hp atau nonton tv di ruangan gelap. Namun, yang luput dari perhatian banyak orang adalah dampak penggunaan gadget pada kulit. 

Sinar yang dipancarkan dari layar LED (Light Emitting Diodes) yang digunakan pada hampir seluruh gadget, mulai dari smartphone dan televisi, dikenal juga sebagai sinar biru atau blue lights. Pancaran sinar biru dari gadget, beberapa tahun terakhir ini memang jadi perhatian pada beberapa riset yang dilakukan para ahli. 

Pasti sudah sadar akan pentingnya perlindungan kulit dari sinar UV? Sudah tahu juga bahaya sinar UV buat kulit, kan? Tapi, sudah tahu belum, selain sinar UV, pancaran sinar biru ternyata juga berbahaya buat kulit.

Sinar UV, yang terdiri dari UVA dan UVB punya memiliki panjang gelombang 280 nm hingga 400 nm (nanometer). Sinar biru, bahkan punya spektrum panjang gelombang yang lebih besar, yakni 380 nm hingga 500 nm. Dilansir dari laman web Puala’s Choice, sinar biru yang memiliki panjang gelombang antara 380-400 nm berisiko bagi kulit.

Nggak perlu pusing-pusing belajar fisika buat hitung panjang gelombang sinar biru, deh. Some researchers had conducted some research about this. Beberapa riset memaparkan bahwa sinar biru dari gadget dapat menyebabkan penuaan dini bahkan menyebabkan kanker payudara. Apakah benar sampai mengerikan seperti itu?

GADGET BIKIN PENUAAN DINI DAN KANKER

Sebuah riset (2018) mengungkapkan jika paparan cahaya dari gadget elektronik, walaupun hanya satu jam, dapat mempengaruhi sel-sel pada kulit manusia. Bahkan dikatakan jika spektrum cahaya yang dihasilkan dari cahaya flash saat selfie dapat menyebabkan kerusakan kulit dan mempercepat penuaan dengan mempercepat timbulnya kerutan. Biang masalahnya bersumber dari radiasi medan elektromagnetik dan cahaya tampak (visible light) yang dipancarkan oleh gadget. Singkatnya, paparan sinar biru meningkatkan stres pada kulit, yang menyebabkan terjadinya photo-aging, atau penuaan yang disebabkan oleh cahaya.

Selain menyebabkan photo-aging, paparan sinar biru dalam jangka panjang juga memicu terjadinya masalah lain pada kulit, antara lain perubahan warna, peradangan, dan kondisi permukaan kulit yang melemah.

Dalam studi lainnya (2018) bahkan menyebutkan jika sinar biru menimbulkan masalah pada sekresi hormon melatolin yang fungsinya adalah untuk mengatur siklus tidur. Nggak mengherankan jika penggunaan gadget yang berlebihan sering dianggap sebagai penyebab sulit tidur. 

Lebih lanjut studi ini mengaitkan gangguan siklus tidur yang disebabkan oleh paparan sinar biru meningkatkan risiko kanker payudara, terutama pada perempuan yang memiliki bawaan genetik kanker payudara, atau mereka yang keluarganya punya riwayat kanker payudara sebelumnya. Sehingga dianjurkan untuk mengurangi paparan sinar biru sebelum tidur.

Baca juga: Ritual Kecantikan yang Bantu Cegah Kanker Payudara

Efek yang dihasilkan dari sinar biru ini memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada berbagai tingkat yang berbeda pada tiap-tiap individu. Selain itu, dampak sinar biru terhadap kesehatan masih membutuhkan riset lebih lanjut, dengan lingkup yang lebih luas lagi. Namun nggak ada salahnya untuk mencegah sedini mungkin dampak-dampak potensial dari sinar biru.

GADGET BIKIN PENUAAN DINI DAN KANKER 2

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangkal paparan sinar biru adalah menggunakan pelindung layar pada smartphone, tablet, dan atau laptop, yang dapat mengurangi paparan langsung sinar biru. Kebanyakan gadget saat ini juga sudah dilengkapi dengan fitur yang disebut “night mode” atau “night shift” yang dapat secara otomatis merubah temperatur atau warna pada tampilan layar smartphone menjadi lebih hangat atau lebih kuning. Dengan menggunakan fitur ini, risiko akibat paparan sinar biru dari smartphone bisa diminimalisir.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan kacamata anti radiasi atau memakai sunglasses saat menggunakan gadget. Yah, walaupun cara ini lumayan repot, apalagi menggunakan sunglasses di malam hari malah bikin kita terlihat freak. Menggunakan sunscreen juga bisa menghambat paparan langsung sinar biru pada kulit. Yang terakhir dan paling penting, lengkapi rangkaian skincare routine dengan produk yang mengandung antioksidan, seperti vitamin C dan vitamin E, untuk membantu mencegah penuaan dini.

Lihat juga: Rekomendasi Skincare Antioksidan | Skincare 101

Terlepas dari bahaya paparan sinar biru terhadap kesehatan, manajemen waktu dalam menggunakan gadget memang penting banget. Jangan sampai jadi lupa waktu dan mengganggu aktivitas sehari-hari, ya.