Updated : 4 Mitos Mengenai Sunscreen Yang Perlu Kamu Ketahui!

Kalau kamu udah lama ngikutin video-video atau baca artikel dari Female Daily, pasti kalian udah tau ‘The Ultimate Rule’ dari penggunaan skincare, yaitu harus pakai sunscreen!

Mau semahal atau serajin apapun kita melakukan perawatan, semua bakalan percuma kalau kita malas pakai sunscreen. Tanpa penggunaan sunscreen, kerja skincare jadi nggak maksimal, atau bahkan dapat memperparah keadaan. Misalnya penggunaan skincare dengan antioksidan Vitamin C untuk melawan hiperpigmentasi, jika tidak disertai dengan penggunaan sunscreen, malah akan memperparah hiperpigmentasi yang terjadi. Yes, sunscreen is really that important!

sunscreen 2

Sumber foto: consumerreports.org

Meski penting dan udah banyak yang mulai menggunakan, sayangnya seringkali masih banyak persepsi yang salah mengenai sunscreen. Ex-editor FD, Nadila Dara dulu udah pernah nulis artikel tentang berbagai mitos mengenai sunscreen yang perlu kamu ketahui. Tapi di artikel ini, saya akan break down beberapa update mengenai persepsi sunscreen yang masih seringkali salah. Here it goes:

Menggunakan sunscreen dengan SPF 50 tidak melindungi kulit lebih baik dibandingkan dengan SPF 30

Ini salah satu mitos yang sering dibahas oleh para dermatologist dan beberapa beauty influencer. Bahkan hal ini juga tertera di beberapa buku tentang skincare yang saya baca, yang ditulis oleh para pakar kulit. Pendapat ini didasarkan karena SPF hanya mengukur perlindungan kulit terhadap UVB.

  •  SPF 15 mampu memblokir UVB sebanyak 93%
  •  SPF 30 memblokir UVB sebanyak 97%
  •  SPF 50 memblokir UVB sebanyak 98%

Karena fakta ini, banyak yang beranggapan perbedaan antara SPF 50 dengan SPF 30 cuma sedikit – sekitar 1% aja. Tapi ternyata persepsi ini salah!

Lab Muffin Beauty Science atau Michelle Wong, salah satu international influencer sekaligus Chemistry PhD yang hadir di #JakartaxBeauty2019 lalu menjelaskan : untuk menilai cara kerja sunscreen, lebih baik dilihat bukan berdasarkan banyaknya UVB yang terblokir, melainkan seberapa besar UVB yang terpapar.

sunscreen

Sumber: Youtube Labmuffin Beauty Science

Kalau dilihat berdasarkan seberapa besar UVB yang terpapar, UVB yang terpapar pada SPF 50 sebesar 2%, sedangkan UVB yang terpapar pada SPF 30 sebesar 3,3%. Jadi kalau dibandingkan, besarnya UVB yang terpapar pada SPF 30, 1,65 kali lebih banyak dibandingkan SPF 50. Jadi bisa disimpulkan kalau kerja SPF 50 lebih efektif dibandingkan dengan SPF 30! Bahkan bisa dibilang SPF 50 bekerja 0,65 kali lebih dibandingkan SPF 30.  Nggak percuma kalau kamu lebih memilih SPF 50 dibandingkan dengan 30 kok, karena ternyata cara kerjanya juga lebih efektif.

Saya akan mendapat proteksi lebih jika menggunakan layer beberapa produk yang mengandung SPF

Ada benar dan tidaknya. Cara kerja sunscreen hanya mengikuti yang SPF nya tertinggi. Jadi misal kamu layer moisturizer dengan SPF 30, sunscreen dengan SPF 50, dan foundation dengan SPF 15, maka khasiat yang didapatkan di wajah kamu adalah sebesar SPF yang tertinggi, yaitu SPF 50.

Tapi akan tetap lebih baik jika kamu layering beberapa produk SPF, dibandingkan dengan hanya menggunakan satu produk yang mengandung SPF. Kita punya kebiasaan mengaplikasikan produk secara tidak merata, sehingga khasiat SPF nggak terdistribusi dengan baik disekitar wajah.  Jadi, layering produk akan membantu agar seluruh wajah kita terlindungi dengan SPF.

Sunscreen sifatnya waterproof

sunscreen 44

Sunscreen sebetulnya nggak bisa mengklaim dirinya sebagai ‘waterproof‘, tapi bisa mengklaim bahwa dirinya ‘water resistant’. Bahkan sebetulnya, beberapa sunscreen yang mengklaim dirinya ‘water resistant‘-pun hanya efektif selama 40 hingga 80 menit saja setelah terkena air. Ini berarti, penting banget buat kita re-apply sunscreen setelah berenang atau jika berkeringat berlebihan.

Baca juga: Coba Chemical Sunscreen Terbaik Versi FD App Ini! | FD Insight

Kamu nggak perlu re-apply sunscreen kalau seharian ada di dalam ruangan

Beberapa orang beranggapan seperti ini ketika mengetahui kalau khasiat sunscreen akan berkurang kalau terkena matahari. Jadi menurut mereka, kalau nggak kena matahari, nggak apa dong nggak usah re-apply? Salah besar! Sunscreen masih bisa terhapus kapan pun, terutama kalau terkena tangan. Semakin banyak gerakan dan aktivitas yang kita lakukan walaupun nggak di bawah matahari, lapisan sunscreen tetap bisa menipis dan hilang seiring berjalannya waktu. So, re-apply your sunscreen anytime anywhere!

So, itu dia beberapa mitos tentang skincare yang bisa kamu pahami. Gimana menurut kalian? Kalau masih ingin tau lebih fakta-fakta tentang sunscreen, komen di bawah ya!