Review La Roche-Posay Serozinc, Face Mist Mahal yang Terkenal

Benci tapi cinta, pernah nggak sih ngalamin keadaan ini sama produk skincare? Kalau saya sih, love-hate relationship ini selalu ada untuk La Roche-Posay Serozinc, face mist berisi air dan garam yang harganya nggak main-main.

Sebenarnya saya agak bingung kenapa banyak influencers yang mengelu-elukan produk ini. Apa ya bedanya dengan face mist lainnya? Dari segi kemasan sih, hampir sama dengan face mist berisi thermal water lainnya, terbuat dari kaleng aerosol yang cukup kuat (tapi tetap mudah penyok!) berwarna biru khas La-Roche Posay. Nggak ada yang spesial sih dari kemasannya, kecuali La Roche-Posay Serozinc ini mempunyai 3 ukuran berbeda, yaitu 50ml, 150ml, dan 300ml. 

 LA ROCHE-POSAY SEROZINC

Nah, yang bikin La Roche-Posay Serozinc ini berbeda adalah bahan bakunya yang sangat simpel yaitu thermal water 99,15%, Sodium chloride atau garam meja 0,75%, dan Zinc sulphate 0,1%. Iya, sesimpel itu!  

Meskipun bahan bakunya hanya 3, La Roche-Posay Serozinc diklaim mampu mengontrol produksi sebum, membuat kulit bebas kilap, dan membersihkan kulit tanpa rasa lengket. Pokoknya ini seperti oil-blotting paper dalam format mist. Jadi, bukan sekadar face mist biasa yang menyegarkan dan melembapkan.

Sodium chloride sendiri tidak memiliki manfaat khusus untuk kulit, tetapi digunakan sebagai bahan pengikat air atau pengental (meskipun teksturnya nggak jadi kental, tapi airnya jadi lebih jenuh daripada air biasa saja). Sedangkan satu-satunya bahan yang memberikan manfaat lebih adalah Zinc sulphate. Zinc sulphate digadang-gadang mampu menyembuhkan kulit yang teriritasi, mencegah risiko infeksi, dan menunjang terjadinya pembentukan epidermis baru. Melihat manfaat ini, saya rasa Zinc sulphate ini lebih cocok digunakan oleh mereka yang punya acne-prone skin.

 square

Saya sendiri sempat bertanya-tanya, apa sih yang bikin La Roche-Posay Serozinc ini berbeda? Sensasinya sama seperti face mist kebanyakan, hanya memberikan rasa asin sedikit dan melembapkan sementara. Pertama kali sih, saya beli LRP Serozinc dalam ukuran kecil karena penasaran dengan klaimnya.  Percaya atau tidak, nggak ada efek! Ditambah dengan testimoni dari Nadila Dara, saya yakin banget kalau produk ini nggak sebagus produk serupa, Bioderma Hydrabio Baume. 

Setelah habis satu botol kecil, saya mengurungkan diat untuk membeli La Roche-Posay Serozinc ini lagi karena harganya cukup mahal. Eh, ternyata ini dia yang dinamakan benci tapi cinta! Setelah tidak menggunakan La Roche-Posay Serozinc lagi, kulit saya kok rasanya beda dengan ketika saya menggunakan La Roche-Posay Serozinc. Rasanya lebih berminyak dan kering di saat yang bersamaan. Ternyata beneran, produk ini memberikan dampak yang signifikan tanpa saya sadari! 

Menurut salah satu influencer, dia menggunakan Serozinc sebelum menggunakan makeup. Saya sendiri sih tidak merasakan sesuatu yang berarti saat menggunakan Serozinc sebagai priming water, justru Studio Tropik Balance Priming Water lebih ‘nampol’ dan bikin wajah saya matte seharian. Justru, produk ini terasa nyaman sekali saat saya gunakan untuk refresh dan melakukan “moisture sandwich” karena bikin kulit saya nggak dehidrasi!

Saya sih akan terus membeli produk ini karena sudah kepalang cinta meskipun benci dengan hasilnya yang diam-diam menghanyutkan (dan harganya yang lumayan mahal!). Untuk La Roche-Posay Serozinc bisalah saya beri nilai 4/5, meskipun ada produk lain yang tidak kalah bagusnya. Saya menganjurkan produk ini untuk kalian yang memiliki masalah dengan jerawat dan dehidrasi. Alternatif yang lebih murah dan terjangkau adalah Bioderma Hydrabio Baume dengan ingredients list yang lebih panjang, dan punya efek hampir sama. Kalau produk lokal yang jauh lebih murah, terjangkau, dan bisa jaga keseimbangan sebum di kulit? Ya Studio Tropik Balance Priming Water! Hanya saja, Studio Tropik memang bentuknya primer, jadi hanya bisa dipakai sebelum makeup.

Jadi, kembali lagi ke keputusan dan preferensi masing-masing ya!