Kebiasaan Perempuan Indonesia Soal Kecantikan

Berapa pengeluaran perempuan Indonesia untuk kecantikan? Pilih belanja skincare dan makeup di store offline atau online? Hasil survei berikut ini bisa kasih gambaran kebiasaan perempuan Indonesia soal kecantikan.

Pertengahan tahun 2018 lalu, Zap Clinic bekerjasama dengan Markplus melakukan survei Zap Beauty Index tentang pola kebiasaan perempuan Indonesia yang berkaitan dengan kecantikan. Survei ini melibatkan 17.889 perempuan dari berbagai usia antara 18-65 tahun dan tentunya dari latar belakang yang berbeda pula sehingga sudah cukup mewakili seluruh kaum hawa di Indonesia. Walaupun survei ini sudah diterbitkan hampir setahun yang lalu dan kebiasaan berdandan kita bisa jadi sudah berbeda mengikuti tren saat ini, tapi hasil survei ini bisa menggambarkan keadaan industri kecantikan dan kita sebagai konsumennya.

Dari sekitar 70 temuan yang ada, saya mau highlight 10 fakta penting yang menarik banget terkait kebiasaan berbelanja, menggunakan skincare dan makeup sehari-hari hingga ke hal-hal yang sifatnya prinsipal terkait kecantikan. Here goes!

40% Budget belanja bulanan untuk beauty dan fashion

Dimulai dari perempuan usia 18 tahun ke atas, anggaran belanja bulanan terkait fashion dan beauty berkisar 40% dari total budget belanja bulanan. Biasanya kita lebih rela menghabiskan uang untuk belanja fashion dan produk kecantikan dibanding untuk melakukan perawatan kecantikan ke klinik.

Tapi seiring bertambahnya usia, budget untuk perawatan kecantikan pun biasanya akan semakin besar, bahkan bisa melebihi budget belanja produk kecantikan itu sendiri. Buktinya, perempuan milenial (kelahiran 1977-1995) saat ini bisa menghabiskan Rp 1.000.000 – Rp 2.999.999 untuk melakukan perawatan di klinik kecantikan.

Makeup mahal vs makeup murah

Murah atau mahalnya suatu produk kecantikan ternyata bersifat relatif, tergantung pada kemampuan finansial dan kebutuhan kita. Bahkan hasil survei juga menemukan kalau semakin mapan dan dewasa usia seorang perempuan, pilihan jenis produk kecantikannya pun akan semakin bergeser.

Perempuan usia di bawah 31 tahun lebih sering berbelanja produk makeup dan skincare dari drugstore ketimbang produk high-end atau keluaran dari klinik kecantikan. Sementara saat sudah berusia di atas 31 tahun, kebanyakan justru memilih produk high-end baru diikuti produk klink kecantikan dan terakhir produk drugstore.

64524393_152216672582721_2749681789620424915_n

Lebih senang belanja makeup di store dibanding online

Sebanyak 52.9% perempuan Indonesia masih lebih sering belanja di store resmi untuk memenuhi kebutuhan produk skincare dan makeup-nya. Tempat belanja produk beauty terbanyak kedua adalah retail pharmacy sebanyak 44.7%, lalu diikuti supermarket sebesar 33.8%. Baru deh, terakhir belanja di e-commerce 27.5% dan sosial media sebanyak 20.4% saja. Soal tempat belanja, walaupun hidup di era teknologi, ternyata kebanyakan milenial juga masih lebih suka berbelanja secara langsung ketimbang melalui online.

Ini sebenarnya sesuatu yang wajar, karena Female Daily juga percaya bahwa beauty adalah dunia yang butuh touch dan feel, bukan hanya sekadar dilihat. Kamu pasti senang kan swatch lipstik atau foundation langsung atau merasakan tekstur moisturizer di tangan?

Lebih percaya review dari beauty blogger dibanding teman sendiri

Ternyata banyak banget lho perempuan Indonesia yang punya kebiasaan mencari review produk sebelum memutuskan untuk membeli produk kecantikan secara online maupun offline. Sebanyak 73.2% perempuan biasanya mencari review produk secara online melalui gadget-nya. Sumber review produk yang paling diminati adalah Instagram, Youtube, Beauty Blogger dan cerita teman dekat. Sementara ternyata pembahasan produk dari brand secara langsung nggak terlalu menjadi acuan, termasuk dari Beauty Advisor dan website resmi brand.

Label pada produk? Siapa yang baca?

Ternyata nggak banyak yang memperhatikan label klaim produk seperti “bebas alkohol, non-mercury, mencegah jerawat, halal, untuk kulit sensitif” dan label lainnya. Justru sebanyak 13.1% perempuan Indonesia nggak pernah membaca sama sekali klaim produk yang tertera pada produk kecantikan. Ini sangat disayangkan ya!

Biasanya, konsumen perempuan lebih senang memperhatikan logo brand, khasiat produk, dan campaign yang sedang dijalankan oleh brand ketimbang klaim produknya sendiri. Satu lagi nih yang lumayan menyedihkan, ternyata hanya 0.1% aja dari perempuan usia milenial yang benar-benar membaca dan menaruh perhatian pada informasi komposisi atau ingredients produk. Padahal penting banget lho supaya kita paham produk apa yang sebenarnya cocok untuk kulit kita.

Cantik untuk diri sendiri

Pernah baca tulisan seorang cowok di Twitter yang sempat viral beberapa waktu lalu? Katanya cowok-cowok ini bingung kenapa perempuan Indonesia sering pakai makeup dan bahas makeup melulu di Instagram padahal nggak ada cowok yang peduli.

Hmm.. faktanya perempuan ingin tampil cantik bukan untuk siapa-siapa kok, tapi untuk dirinya sendiri. Self care = self love.  Menurut Zap Beauty Index, dorongan untuk berpenampilan cantik versi perempuan Indonesia saat ini udah lebih maju dan positif karena berasal dari diri sendiri. Bukan karena lingkungan sosial, sosial media, pasangan, ataupun beauty influencer.

67306088_148899249508107_2565379914340379842_n

Perempuan Indonesia dan masalah kulit khas negara tropis

Mungkin di antara kamu ada yang pernah mengalami flek atau bekas jerawat, pori-pori besar, kulit kusam, jerawat atau komedo, dan masalah kadar minyak berlebih. Ternyata 5 masalah tadi juga dialami hampir semua perempuan di Indonesia dari berbagai rentang umur. Baik itu yang berusia 18-23 tahun, generasi milenial, bahkan hingga ke generasi X yang usianya sudah di atas 50 tahun pun kebanyakan mengalami permasalahan kulit ini. Posisi teratas tentunya ditempati oleh jerawat dan bekas jerawat sebagai permasalahan yang paling sering menjadi sumber stres kita semua.

Skincare favorit vs skincare yang paling jarang digunakan

Kalau saya tanya 5 jenis produk skincare yang paling sering kamu gunakan, produk apa aja yang akan masuk list kamu? Survei ini mengungkapkan fakta kalau facial wash adalah produk skincare yang digunakan sebagian besar responden, sekitar 78.1% mengatakan paling sering menggunakan produk pembersih wajah sehari-hari. Diikuti oleh moisturizer (47.6%), toner (41.6%), serum (31.1%) dan eye cream (16.7%) sebagai top 5 produk skincare sehari-hari.

Sebaliknya produk yang paling jarang digunakan adalah facial scrub (0.1%), acne cream (0.3%), sunscreen (0.3%), face oil (6.3%) dan produk treatment seperti booster dan ampoule (9.9%). Makanya jangan bosan ya kalau Female Daily selalu mengingatkan untuk nggak skip sunscreen karena ternyata memang masih sedikit sekali yang aware tentang penggunaan sunscreen.

65884725_393550491294768_857335669741191663_n

Perawatan di klinik kecantikan dulu dan kini

5 tahun lalu, tipe perawatan klinik yang paling sering dipilih adalah facial tradisional, konsultasi dokter, dan chemical peel. Sementara di tahun 2018 kemarin pilihan pengunjung klinik kecantikan sedikit bergeser. Perawatan laser wajah berhasil menggeser facial tradisional di tempat pertama, dan perawatan yang tadinya tidak populer seperti meniruskan dan mengencangkan wajah mulai dilirik oleh perempuan Indonesia saat mengunjungi klinik kecantikan.

Soal skincare, Korea tetap kiblat utama

Nah yang terakhir adalah 6 besar produk skincare yang banyak disukai yang didominasi oleh merk kecantikan korea. Peringkat 6 besar tadi meliputi SK II, Laneige, The Body Shop, Innisfree, Nature Republic dan terakhir Wardah. Nggak heran kalau tren skincare baru dari Korea selalu diminati karena ternyata 46.6% brand skincare favorit perempuan Indonesia memang berasal dari Korea Selatan.

Menurut kamu, hasil survei di atas sesuai nggak nih dengan kebiasaan kamu soal makeup dan skincare?