Tradisi Kecantikan Puteri Keraton

Ramuan dari bahan rempah dari sumber daya alam banyak dipergunakan oleh para wanita Indonesia sejak zaman dahulu kala. Rasanya ini sudah menjadi tradisi kecantikan yang sudah lama mengakar pada budaya Indonesia. Sebagai buktinya, tercatat pada serat Centhini, salah satu karya sastra Jawa yang berasal dari tahun 1814, bahwa masyarakat Indonesia telah mengenal ramuan-ramuan kecantikan secara turun temurun dan mungkin beberapa masih tetap lestari hingga saat ini.

Meski zaman modern sekarang  perawatan tubuh dan wajah sudah semakin praktis, namun resep turun temurun perawatan tradisional masih memiliki peminatnya tersendiri. Contohnya puteri-puteri keraton yang masih menggunakan ramuan tradisional ini untuk merawat kulit wajah dan tubuhnya. Aura yang terpancar tanpa makeup berlebihan tentu menjadi pesona tersendiri dari para puteri ini. Penasaran apa rahasianya?

Tradisi Kecantikan Puteri Keraton

1. Boreh

Kalau lulur bengkoang mungkin sudah awam kamu dengar, namun bagaimana dengan boreh? Ya, ramuan yang satu ini terkenal di daerah Jawa dan Bali berkat persebaran budaya pada masa Majapahit dahulu. Yang membuatnya berbeda, boreh terdiri dari ramuan berbagai campuran rempah seperti serai, cendana, kayu manis, jahe, pala, lengkuas, cengkeh, minyak kelapa, beras hitam, dan bunga lawang.

Boreh sendiri memiliki manfaat yang lebih daripada lulur biasa. Nggak hanya mengangkat sel kulit mati, boreh juga dapat mendetoksifikasi kulit, hingga menghangatkan tubuh serta menghilangkan masuk angin! Alhasil kulit tampak bersinar, badan pun jadi ikut bugar setelah pengaplikasian boreh.

Pilis dan tapel-2

2. Pilis dan tapel

Bagi ibu yang habis bersalin, puteri Keraton juga punya perawatan kecantikannya tersendiri. Untuk meredakan letih sehabis bersalin, pilis yang memiliki kandungan ganthi, kencur, kunyit, peppermint, dan kenanga ini dipercaya dapat menyegarkan tubuh serta meredakan rasa pening yang dirasakan ibu setelah bersalin. Cara menggunakannya juga mudah, cukup oleskan ramuan pada dahi dan tubuh segera segar kembali.

Untuk mengecilkan perut setelah bersalin, tapel adalah andalannya. Mengandung sirih, jahe, klabet, jeruk nipis, dan minyak kayu putih, tapel dapat menghangatkan tubuh sehingga gas di dalam perut mudah keluar. Selain itu rasa hangat dari tapel juga dipercaya dapat membakar lemak di bawah perut. Ramuan tapel banyak digunakan sebelum melilitkan gurita atau bengkung untuk membantu mengecilkan dan membentuk kembali perut ibu setelah menjalani persalinan normal.

 

3. Lulur kepompong emas

Pada banyak kesempatan, puteri-puteri raja Hamengkubuwono X menuturkan rahasia kecantikan kulit mereka berasal dari kegemaran mereka menggunakan masker berbahan dasar kepompong emas. Ramuan turun temurun, makser berbahan dasar unik ini dipercayai dapat membuat kulit bersinar, elastis, serta lembab dengan kandungan zat aktif asam amino sericin yang ada pada kepompong emas. 

Itulah beberapa ritual kecantikan unik yang telah turun temurun dilakukan oleh puteri-puteri Keraton sejak dahulu kala. Familiar dengan ritual ini? Atau mungkin ada beberapa ritual yang masih rajin kamu lakukan hingga kini? Yuk share di kolom comment!