Interview dengan Vivy Yusof, Founder dUCk Cosmetics!

Hari Kedua JakartaXBeauty 2019, Vivy Yusof akan membawakan talkshow Beautypreneurship bersama dengan Charlotte Cho!  Nah, sebelum talkshow, Female Daily dapat kesempatan untuk interview.  Penasaran gimana interviewnya? Yuk, simak artikel ini! 

Vivy Yusof, entepreneur dan co-founder Duck Cosmetics bakalan jadi salah satu dari ketiga International Influencer #JakartaXBeauty2019!  Penasaran dengan rahasia kesuksesannya, tim Female Daily mewawancarai beberapa pertanyaan tentang rahasia dibalik kesuksesan bisnis wanita asal Malaysia ini.  Ini dia pertanyaannya:

gaya-hijab-mewah-vivy-yusof-yang-viral-perihal-mukena-palsu-180805q-005

1. Menurutmu, apa yang menjadi perbedaan antara industri kecantikan Malaysia dengan Indonesia? 

“Menurut saya kita sangat mirip – keduanya punya kecintaan dengan makeup yang Halal, suka belajar makeup dari Youtube, dan sama-sama memiliki beauty influencers yang sangat aktif.   Tapi mungkin karena adanya perbedaan populasi, lebih banyak yang terjadi di Indonesia dalam hal industri kecantikan.  Banyak merek dan produk Indonesia yang lebih menarik, lebih eksperimental, dan lebih banyak kreatifitas.  Sangat exciting ada di Indonesia!”

2. Tantangan apa saja yang kamu temukan ketika pertama kali membangun Duck Cosmetics? 

“Sangat banyak! Waktu pertama kali memulai, saya bahkan tidak tahu kalau menciptakan sebuah lipstik yang sederhana saja membutuhkan waktu yang lama.   Mulai dari formula, warna, pigmentasi, pengujian, pengemasan, pengujian dengan kemasan, birokrasi untuk disetujui, memastikan halal, dan lainnya.  Sangat berbeda dengan memproduksi pakaian atau syal!  Beberapa produk bahkan dapat memakan waktu hingga 2 tahun dari penelitian hingga rak. Saya adalah orang yang sangat tidak sabar dan saya mudah bergairah, jadi saya merasa keluar dari zona nyaman saya sejak masuk ke dalam industri kecantikan.

Kedua, tuntutan modal. Kamu pasti membutuhkan banyak uang untuk menjadi kuat di industri kosmetik. Ini berbeda jika kamu hanya membeli produk grosir dan hanya meletakkan label di atas kemasan.  Tetapi untuk merek jangka panjang seperti dUCk Cosmetics, kami mengembangkan formula kami sendiri.  Hal ini menyebabkan jumlah order minimum untuk memproduksi setiap warna sangatlah besar.  Pabrik sudah terbiasa memproduksi ratusan ribu batang per warna, jadi mereka nggak akan mau kalau kamu hanya ingin memproduksi 1000 batang. Jadi kami sangat berhati-hati pada apa yang kami hasilkan, warna yang kami pilih, kami juga menggunakan data untuk melihat apa yang disukai maupun tidak disukai dari pelanggan. Manajemen inventaris yang baik sangat penting karena ini bukan main-main, tapi bisnis yang sungguhan!

Ini baru beberapa tantangan. Kalau saya harus daftar semua, mungkin saya bisa membuat sebuah buku.”

3.  Kamu memulai bisnismu dari fashion, apa yang membuatmu memutuskan untuk terjun dalam dunia kosmetik juga? 

“Saya selalu membayangkan dUCk sebagai merek yang menggambarkan modest lifestyle – mulai dari syal, kosmetik, lalu tas.  Ini adalah 3 kategori yang ingin saya fokuskan untuk saat ini. Kosmetik adalah bagian besar dari kehidupan seorang gadis jadi saya tahu saya ingin memilikinya untuk merek dUCk. Saya menemukan celah di segmen tata rias halal – saya menginginkan merek halal yang bukan pasar massal, sedikit lebih urban, dan internasional yang menargetkan wanita Muslim modern. Pada dasarnya setara dengan merek syal dUCk, tapi kali ini make up.

Saya sangat suka dengan tim saya, saya dekat dengan mereka dan saya sangat bergantung pada tim saya. Kami melakukan perencanaan dan pengembangan produk bersama-sama dan saya melihat setiap detail dari warna hingga pigmentasi hingga font pada kemasan kami. Karena saya seorang public figure, tekanan untuk memberikan produk yang berkualitas dan bagus bagus sangat besar, sehingga saya hanya  ingin mempekerjakan yang terbaik.

Tim kosmetik kami terdiri dari orang-orang yang memiliki pengalaman bertahun-tahun di industri kecantikan, kami juga memiliki konsultan makeup artist yang membandingkan produk kami dengan merek internasional lainnya.  Kami juga hanya menggunakan supplier terkemuka yang bekerjasama dengan merek besar. Saya tidak berkompromi pada kualitas dan ini adalah proses yang menyakitkan dan panjang, tapi worth the wait!  Sampai sekarang, kami telah menyandang beberapa penghargaan seperti penghargaan Halal untuk merek kosmetik terbaik, penghargaan kecantikan Harper’s Bazaar, dan penghargaan terbaru yang kami menangkan adalah penghargaan maskara terbaik Marie Claire.  Kami juga memenangkan penghargaan primer terbaik, serta merek homegrown terbaik secara keseluruhan! Bahkan, kami juga merupakan merek lokal Malaysia pertama yang memasuki Sephora! Kami juga akan berada di Watsons segera.”

duckgroup

4. Produk kecantikan apa yang harus kamu pakai setiap hari?

“Maskara! Saya memiliki mata yang droopy sehingga saya selalu membuatnya lebih segar dengan menggunakan maskara. Saya tidak meninggalkan rumah tanpa maskara.”

5. Apa motto kecantikanmu? 

“if it takes too long, forget it :’) – saya adalah ibu dari 3 orang anak, saya nggak punya waktu untuk makeup yang terlalu complicated

6. Apakah dUCk Cosmetics akan masuk ke pasar Indonesia? 

“Omg yes please! Saya mendapatkan DM setiap hari dari Indonesia yang menginginkan kosmetik DUCk berada di Indonesia dan menanyakan apakah kami akan membuka toko dan lainnya. Kami masih menemukan mitra yang tepat untuk masuk ke Indonesia, jadi jika kamu merasa ini sudah saatnya, silakan beri tahu saya!”

7. Maukah dUCk Cosmetics memproduksi juga lini skincare?

” Itu harapannya.  Bagi saya, kulit bahkan lebih penting karena itu adalah dasar untuk makeup. Kulit sehat yang baik adalah impian setiap gadis. Saya memiliki kulit yang sangat sensitif sehingga skincare line saya perlu mampu memenuhi kebutuhan itu.  Selain itu harus halal juga, dan sangat bagus. Berdoalah untuk tim saya! #nopressure”

Gimana menurut kalian? Menarik sekali ya jawaban-jawaban dari Vivy!  Jangan lupa nantikan Talkshownya bersama Charlotte Cho, Lizzie Parra, dan Desy Bachdir  hari ini jam 18.45 – 19.30 di Mainstage Beauty Tent ya!