Tren Jerawat dari Para Seleb, Follow atau Nggak?

Jerawat itu menyebalkan. Statement ini akan selalu saya ulang-ulang sampai akhir waktu. Sebagai penderita adult acne, saya suka merasa nggak pede saat melihat bekas jerawat di kulit wajah, belum lagi emosi, gemes, dan frustasi saat melihat jerawat baru muncul padahal saya sudah maksimal bersihin muka, kontrol makanan, dan bahkan berusaha tidur di bawah jam 12 malam.

 

Kalau sudah gini, concealer dan foundation adalah senjata andalan. Terutama kalau mau selfie! Angle dan lighting diatur semaksimal mungkin. Sudah maksimal tapi jerawat atau bekasnya masih keliatan juga? Well, Facetune jadi best buddy dong. Saya yang hanya remahan kerupuk tanpa jumlah follower signifikan saja bisa menghabiskan waktu sampai 45 menit untuk makeup, selfie, pilih foto, edit di Facetune, mikirin caption dan akhirnya post di sosmed. Gimana para selebriti atau beauty influencer, ya?

Lalu, saya teringat sekitar satu tahun yang lalu liat Justin Bieber nge-post dahinya yang berjerawat di Instagram Story lengkap dengan captionPimples are in”. Atau beberapa bulan sebelumnya, nonton Lorde yang rant di Instagram Story tentang berbagai saran (yang tidak diminta) dari para netizen untuk menghilangkan acne-nya, yang menurut dia nggak membantu. Saya juga sempat ngintip tweet V atau Taehyung dari BTS yang pamer jerawat barunya dan menyebut jerawatnya sebagai new friends. (Ugh, too cute!) Saat itu, saya pikir mereka sih santai saja pamer-pamer jerawat di sosmed, fans mereka ratusan juta bahkan milyaran di seluruh dunia. Mau post apa saja pasti diterima, ya nggak? Pede dengan jerawat atau acne positivity itu cuma bisa dimiliki oleh para selebriti yang “untouchable” ini, batin saya.

 

 

Ternyata tren mengekspos jerawat di era social media yang mengagungkan “kesempurnaan” ini makin menarik untuk digali lebih dalam. Salah satu memori pertama yang saya ingat dari tren jerawat ini adalah video dari vlogger asal Inggris, Em Ford di tahun 2015. Di videonya yang ia beri judul You Look Disgusting ini, Em menunjukkan dua sisi wajahnya, yang full makeup dan yang polos berjerawat. Ia menciptakan video ini karena komen para netizen yang mem-bully dirinya saat tampil tanpa makeup di foto-foto medsos sebelumnya. Video Em sukses mendapat 10 juta klik dalam 1 minggu! Tahun lalu Em kembali mengeluarkan video yang mempertanyakan standar kecantikan di era medsos, Redefine Pretty, yang juga menarik dikulik.

Salah satu contoh lain yang inspiratif dari tren jerawat adalah Instagram milik Kali Kushner, wanita berumur 24 tahun yang akunnya viral 2 tahun lalu. Kali menggunakan akun Instagramnya, @facestory, untuk mendokumentasikan perkembangan cystic acne yang dideritanya dari remaja. Ternyata, hal ini diapresiasi oleh banyak orang. Sekarang, dengan 63.000 followers, ia menjadi salah satu duta acne positivity. Hal ini diikuti oleh Kadeeja Khan @emeraldxbeauty, juga lead singer band kakak adik The Atomic, Starlie Smith @saintstarlie, dan banyak Instagram celebrity lainnya. Bahkan sudah 3 tahun ini, TeenVogue menciptakan Acne Awards untuk merayakan jerawat!

 

 Baca juga: 10 Kandungan Skincare yang Bagus Untuk Melawan Jerawat 

jerawat nggak diduga

 

Well, well, well. Saya jadi berpikir ulang tentang pemikiran awal saya, bahwa acne positivity hanya bisa didapatkan kalau follower melimpah atau diri saya selebriti kelas A. Sebaliknya, menerima acne sebagai bagian dari tubuh saya apa adanya adalah kunci dari kepercayaan diri, yang bahkan di kasus ekstrim seperti Kali, buat dia jadi makin diapresiasi dan bahkan bikin dirinya jadi selebgram.

Acne atau jerawat, adalah permasalahan kulit paling lazim di permukaan bumi. Problema ini gak hanya dialami oleh para remaja, lho. Penelitian dari www.jcadonline.com tahun 2018 menyebutkan bahwa dari 1,167 pasien yang menderita acne, 41,3% dari mereka adalah pasien berumur di atas 25 tahun dan 85% dari mereka (385 orang) adalah wanita, sedangkan pria yang menderita adult acne hanya mencapai 15% atau 69 orang.

Tentu, saya nggak bilang kalau kita nggak perlu merawat acne atau mengusahakannya agar gak timbul lagi. Saya pribadi tetap penasaran ingin mendapatkan kulit yang bebas atau at least berkurang dari jerawat, tapi, sekarang saya juga nggak menjadikan kulit mulus tanpa noda atau jerawat sebagai #ultimategoal. Saya belajar untuk memindahkan fokus saya nggak lagi ke kulit mulus, tapi ke proses yang saya jalani untuk mencapainya, terlepas dari tercapai atau tidaknya tujuan tersebut.

10 KANDUNGAN UNTUK MELAWAN JERAWAT - 642

 

Saya jadi menikmati belajar self-discipline untuk tidur di waktu yang sama tiap harinya, merasakan perbedaan tubuh yang jadi lebih sehat karena banyak minum air dan konsumsi buah dan sayuran, dan bertambahnya wawasan biar tahu kandungan skincare mana yang memancing adult acne muncul lagi dan mana yang meredakan. Bonus point yang menurut saya nggak kalah penting, saya juga jadi lebih rileks dan nggak dikit-dikit stres kalau jerawat muncul. (Stres adalah salah satu faktor munculnya adult acne, lho, hehe.) Hasilnya? Well, masih jauh dari sempurna, namun semua hal tersebut dan mindset yang nggak “memusuhi” jerawat ini menurut saya adalah alasan kenapa jerawat saya agak mereda akhir-akhir ini.

 

 Baca juga: Punya Jerawat Punggung? Coba Atasi dengan 8 Produk Ini!

 

All in all, menurut saya tren jerawat dari para seleb dan influencer ini positif dan nggak ada salahnya untuk diikuti. Bukan hanya sekedar dengan pamer wajah berjerawat di medsos, walau kalau kamu bisa melakukan hal tersebut, saya kagum banget, tapi juga dengan memahami esensi dari tren ini yaitu mengedukasi diri kalau berjerawat itu biasa saja.

 

Acne-positivity mengajak kita para penderita jerawat untuk meng-embrace jerawat dan memahami bahwa jerawat itu hanya bagian kecil dari diri kita. Konyol nggak sih rasanya kalau kepercayaan diri kita diukur hanya dari hal tersebut? Jerawat bukan selalu berarti kotor dan nggak merawat diri, kok. Selain itu, acne positivity nunjukkin bahwa kita bisa lebih kritis dalam menggunakan sosmed, dengan berhenti membandingkan diri dengan orang lain, yang kita juga nggak pernah tahu pakai filter atau aplikasi apa di foto-fotonya, dan cukup fokus pada perkembangan yang kita raih pada diri kita sendiri. Acne positivity juga ngajak kita untuk berdamai sama diri sendiri. (Easy to say, so hard to achieve!And especially, for us to learn that embracing our flaws and exposing our weaknesses only make us stronger and happier in the long run.

 

So, I say, let’s stop over-obsessing over our pimples, and just enjoy everything that comes with them, because life is so much more than just perfect Instagram posts!

 

Gimana menurut kamu?