3 Scientific Beauty Influencer yang Bisa Kamu Follow di Instagram

Setuju nggak kalau sekarang sudah lebih banyak yang lebih ‘melek’ dan peduli tentang ingredients pada skincare dan nggak mau asal pakai produk tanpa cari tahu dulu review dari sumber terpercaya? Media sosial memudahkan kita mencapai hal tersebut karena semakin banyak beauty influencer yang scientific.

Karena adanya media sosial, konsep the borderless world jadi semakin relatable termasuk dalam dunia kecantikan. Berbagai teknologi, barang dan jasa, bahkan informasi bisa diakses dari mana pun secara bebas dan cepat.

Jadi, kita nggak melulu membeli suatu produk kecantikan berdasarkan klaim dan jargon marketing dari suatu brand yang kita lihat di iklan TV. Lebih jauh lagi, kita bisa cari pendapat dari beauty influencer yang punya skin concern sama atau bahkan melakukan riset sendiri lewat baca-baca artikel tentang topik beauty yang sedang ramai dibahas.

Nah, belakangan ini lagi banyak bermunculan istilah scientific beauty influencer alias beauty influencer yang membahas topik kecantikan secara mendalam dan memiliki dasar sains. Misalnya : membahas mitos tentang kebiasaan tertentu yang berhubungan dengan skincare, fact-check tentang klaim brand kecantikan, sampai membedah suatu skincare ingredient secara lebih in-depth. Para Influencer keren ini juga punya beragam latar belakang dari mulai dermatologist sampai pharmacist yang bikin konten yang mereka sajikan lebih dipercaya oleh skincare enthusiasts. Jangan khawatir, bahasa yang digunakan juga masih beginner-friendly kok!

For those of you who always questioning about your serum or sunscreen much, berikut ini 3 scientific beauty influencer yang bisa kamu follow di Instagram:

Dr. Anjali Mahto

Dr. Anjali Mahto adalah seorang consultant dermatologist alias dokter kulit dari London. Dokter kulit beda dengan dengan aesthetician alias ahli kecantikan ya, Dr. Anjali mengambil pendidikan di ­­medical school 5 sampai 6 tahun lamanya, melewati berbagai pelatihan medis dan bedah, dan mengambil spesialisasi di dermatologi baru akhirnya praktik sebagai dokter kulit. Dr. Anjali juga penulis buku The Skincare Bible yang dirilis tahun 2018 lalu.

anjalimahto

Di feed Instagram-nya, Dr. Anjali sering membahas hal basic seperti : apakah kandungan SPF pada moisturizer sudah cukup, apa itu clean beauty, blackheads, dan kulit sensitif. Ada juga pembahasan tentang mitos dan fakta yang berkaitan dengan skincare, misalnya : the Nocebo Effect (kebalikannya Placebo Effect), atau tentang jerawat dan hubungannya dengan food intolerance.

Yang saya sangat suka dari Dr. Anjali, ia sering juga membahas topik-topik psikologi yang berhubungan dengan kecantikan, misalnya : tentang selfie dan ketidakpuasan terhadap penampilan, tentang sosial media dan self-esteem, bahkan topik yang sensitif seperti maskulinitas versus penggunaan sunscreen. Dikutip dari Byrdie, Dr. Anjali juga selalu berupaya agar konten Instagram yang dia tulis bisa jadi sumber yang jujur dan terpercaya bagi pembacanya, dimana informasinya berasal dari ahli dan digabungkan dengan pengalamannya menangani ribuan pasien bertahun-tahun.

 

Baca juga: Indie Local Brand di Jakarta X Beauty 2019 Beauty Hall

 

Michelle Wong

Michelle punya background yang berbeda dari Dr. Anjali. Ia adalah seorang blogger dari Sydney yang punya gelar Ph.D kimia. Selain Instagram, Michelle juga punya blog dan Youtube tempat ia sering membagikan konten dengan topik Science + Beauty. Di halaman Instagram-nya yang lebih dikenal dengan sebutan Lab Muffin Beauty Science, Michelle banyak sharing tentang mitos dan fakta seputar skincare yang dikemas dalam infografis sederhana. Tampilan feed Instagram yang rapi dan penggunaan bahasa yang mudah dipahami bakalan bikin kamu betah scrolling dan baca-baca tulisan Michelle. Beberapa topik yang dibahas diantaranya mitos tentang : penggunaan AHA yang bisa bikin kulit jadi photosensitive, physical exfoliation buruk untuk kulit, scientific versus sciencey, dan banyak topik up-to-date lainnya yang seru banget dan sudah well-researched oleh Michelle sendiri tentunya!

michellewong1

Tulisan blog Michelle yang terakhir saya baca adalah tentang produk peeling gel yang sering dianggap sebagai chemical exfoliant yang nggak benar-benar meluruhkan sel kulit mati. She did a simple (but also clever!) experiment to prove what a peeling gel does to the skin. Jangan lupa, Michelle Wong bakalan hadir mengisi talkshow juga lho di Jakarta X Beauty 2019 di Senayan City nanti. Saya nggak sabar banget buat dengerin langsung cerita Michelle tentang Acne dan Hyperpigmentation.

 

Baca juga: FAQ Tentang Jakarta X Beauty 2019

 

Charlotte Cho

Lagi-lagi dengan latar belakang berbeda. Kali ini adalah seorang licensed aesthetician sekaligus orang dibalik 3 brand besar di Korea yakni Soko Glam, Then I Met You, dan The Klog (sebuah website skincare guide dan beauty review yang terinspirasi dari K-beauty). Nggak cukup sampai disitu, Charlotte juga menulis sebuah buku berjudul The Little Book of Skincare yang sudah di-translate ke beberapa bahasa termasuk Bahasa Indonesia.

charlottejcho

Berbeda dengan dua influencer sebelumnya, Charlotte nggak terlalu sering membuat konten khusus tentang beauty di akun Instagram-nya selain membahas produk skincare yang sedang ia gunakan sehari-hari. Ia justru menyalurkan kecintaannya terhadap K-Beauty lewat produk-produk yang dikembangkan di SokoGlam dan TIMY, termasuk produk sun visor protection yang bikin saya penasaran banget. Buat kamu yang tertarik dengan perkembangan K-Beauty juga bisa menemukan banyak artikel menarik di website dan Instagram The Klog.

Di Jakarta X Beauty 2019 kamu juga bisa ketemu langsung dengan Charlotte di sesi talkshow. Charlotte akan ngajakin kita untuk membahas tentang 10 Step Korean Skincare dan bercerita tentang pengalamannya sebagai Beautypreneur bersama influencer lainnya.

Jadi, siapa scientific beauty influencer favoritmu?