Plogging, Tren Olahraga untuk Pecinta Lingkungan

Tren Plogging yang dimulai dari Swedia ini berasal dari kata plocka up ( memungut dalam bahasa Swedia), dan jogging.

Ya, plogging memang berawal dari kebiasan sang pelopor Erik Ahlström, atlet lari asal Swedia, yang terbiasa memungut sampah selagi berlari. Dari kegiatan tersebut, banyak orang yang merasakan manfaat luar biasa, dimana tak hanya lingkungannya yang menjadi bersih, namun juga lebih banyak langkah yang diambil setiap harinya (dihitung dari perhitungan fitbit masing-masing orang).

plogging

Setelah sampah berhasil dikumpulkan, kumpulan sampah tersebut digabungkan dan ditaruh pada area recycle untuk mengurangi sampah plastik yang akan terbawa ke laut. Banyak pelari yang merasakan dampak positif dari kegiatan ini. Kebanyakan dari mereka merasa dapat lebih berpikiran positif mengingat kegiatan fisik mereka ternyata dapat membuat dampak langsung pada keberlangsungan hidup.

plogging

Bahkan, kegiatan ini telah merambah ke jenis olahraga lain. Sehingga plogging tak hanya terbatas pada olahraga jogging tapi juga pada jenis aktivitas lain seperti bersepeda, skateboarding, dan banyak olahraga lain yang dilakukan di luar ruangan.

Untuk plogging sendiri bisa kamu lakukan dimanapun dan kapanpun. Banyak plogga, sebutan untuk para pelaku plogging, mempersenjatai diri dengan sarung tangan serta plastik sampah berukuran besar selagi berlari. Namun banyak pula yang memilih untuk menyelipkan sampah plastik pada pakaian mereka atau membawanya dengan tangan kosong saat berlari.

Hal yang harus diperhatikan saat akan memulai plogging adalah latihan fleksibilitas karena akan banyak kegiatan membungkuk yang akan kamu lakukan saat plogging. Selain itu, kalau kamu plogging secara berkelompok, pastikan jaga jarak antar plogga ya, supaya nggak ada aksi tabrak saat sedang berlari!

Bagaimana, tertarik untuk mencoba? Siapa tahu beban sampah yang kamu bawa saat berlari dapat membentuk otot tubuh juga!